Kategori: Motor

  • Fungsi Remap ECU Motor dan Kekurangannya

    Fungsi Remap ECU Motor dan Kekurangannya

    Fungsi Remap ECU Motor adalah untuk mengatur ulang settingan pada ECU motor. Settingan mesin motor yang pas tentu idaman semua orang, karena dengan settingan mesin yang pas bisa menjadikan tarikan lebih responsif dan juga menghindari mesin agar tak gampang ngempos. Untuk melakukan pengaturan mesin motor tentu harus memiliki keahlian khusus, karena untuk mendapatkan pengaturan / settingan yang pas terdapat beberapa faktor penentunya.

    Sebenarnya Remap ECU Motor ini merupakan langkah yang dilakukan guna mengatur ulang settingan ECU atau Reflash ECU / tuning ECU yang tunjuannya agar mengkalibras ECU supaya bisa membuat performa mesin pada motor menjadi meningkat kembali.

    Nah dalam bahasan kali ini terkait Fungsi Remap ECU pada Motor, dimana ECU berperan mengatur seluruh bagian yang terhubung dengan sistem injeksi seperti; campuran udara, riding mode, atau bukaan bensin dan lainnya. Untuk penanganan ECU Motor Injeksi bisa diatasi dengan remapping (remao ECU motor). Fungsi Remap ECU Motor Ini tak hanya menjadikan settingan / pengaturan motor kembali seperti awal, tetapi juga memiliki fungsi lain pada sistem injeksi motor.

    Fungsi Remap ECU pada Motor

    • menjadikan motor dapat berakselerasi dengan sempurna
    • membuat torsi motor jadi lebih baik lagi
    • kecepatan motor menjadi lebih kencang
    • menjadika motor horse power / tenaga sepeda motor menjadi lebih maksimal

    Kekurangan Remap ECU Motor

    • membuat bahan bakar menjadi sedikit boros dari sebelumnya
    • Membuat komponen ECU cepat rusak
    • Data – data yang disimpan ECU tak terbaca akibat kerusakan file

    Remap ECU Motor ini hanya dapat dilakukan pada motor yang sudah memakai piggyback (ECU aftermarket), akan tetapi ada juga remapping ECU motor standar yang kini mulai banyak dilakukan oleh mekanik bengkel dengan menggunakan peralatan khusus.

    Selanjutnya kapan waktu yang tepat untuk Remap ECU Motor? Waktu yang tepat untuk melakukan Remappping ECU Motor adalah ketika:

    – ketika mesin motor anda sudah ngempos / kehilangan kompresi

    – tarikan motor hilang atau sudah tidak terasa

    – tenaga sepeda motor lemot padahal mesin sudah dihidupkan

    – dan Remap ECU Motor ini sangat disarankan untuk motor yang sudah pernah mengalami ubahan seperti dibagian knalpot atau bahkan mesin motor sudah bore-up (sudah naik kubikasi)

     

  • Cara Mengecek Radiator Motor Berfungsi atau Tidak

    Cara Mengecek Radiator Motor Berfungsi atau Tidak

    Cara Mengecek Radiator Motor Berfungsi atau Tidak perlu anda ketahui agar tidak menimbulkan masalah – masalah terntu pada sepeda motor anda. Karena memang Radiator ini salah satu bagian penting di dalam sepeda motor. Radiator berperan sebagai penukar panas yang tujuannya untuk mendinginkan mesin pada kendaraan. Dan umumnya radiator terdiri dari cairan radiator itu sendiri, coolant. Pada kondisi yang normal, cairan radiator coolant ini tidaka kan menimbulkan buih apalagi ketika kinerjanya sedang berlangsung.

    Penggunaan radiator motor ini biasanya dipakai oleh motor jenis injeksi. Tanpa berlama lama lagi, yuk simak Cara Mengecek Radiator Motor Berfungsi atau Tidak dibawah ini yang telah wartaoto.com rangkumkan.

    Cara Mengecek Radiator Motor

    • Cek tutup radiator motor

    Langkah Mengecek Radiator pada sepeda Motor Berfungsi atau Tidak dimulai dari pastikan tutup radiator keadaan aman. Karena tutup radiator inilah yang membuat tekanan air menjadi lebih tinggi dari normal, yaitu lebih tinggi 1 atm (atmosfer). Air radiator memang memiliki tekanan untuk menimbulkan gelembung pada saat pembakaran mesin.

    • Periksa bagian Paking Head

    Tak cukup hanya mengecek tutup radiator saja, tapi pastikan bagian paking head tidak bocor. Jika paking head bocor, maka air radiator akan menimbulkan buih. Lalu air radiator ini bisa merembes keluar dan membuat kondisinya jadi tidak stabil lagi. Selain itu, paking head yg bocor akan membuat suhu pada mesin naik dan motor akan overheat. Maka anda perlu memeriksa bagian paking head bocor atau tidak. Jika bocor, segera ganti paking head mtor anda dan pilih bahan yang lebih bagus misalnyna tembaga.

    • Pastikan cairan radiator coolant rutin diganti

    Terakhir penggantian air radiator memang sebaiknya harus secara berkala atau rutin supaya mesin tidak cepat rusak. Penggantian air radiator coolant yang teratur juga dapat menghindari terjadinya air radiator berbuih. Maka jangan lupa untuk mengganti air radiator motor anda, apalagi jika sudah mencapai 24.000 km.

    Demikianlah informasi dari wartaoto.com terkait Cara Mengecek Radiator pada Motor untuk kenyaman anda ketika berkendara. Semoga bermanfaat bagi anda 🙂

  • Fungsi Laher Motor dan Ciri-ciri Kerusakannya

    Fungsi Laher Motor dan Ciri-ciri Kerusakannya

    Fungsi Laher Motor untuk meminimalisir kejutan yang terjadi pada roda sepeda motor saat melewati jalan yang tidak rata, berlubang bahkan rusak. Ditanah air, sepeda motor memenag menjadi primadona, hampir sebagian besar orang Indonesia memiliki sepeda motor untuk melakukan aktivitas ertentu. Akan tetapi, keamanan dalam berkendara tentu nomor satu.

    Pada sepeda motor sendiri tekah dirancang untuk mempertimbangkan keamanan pengemudi, salah satunya komponen penjaga keamanan sepeda motor ialah laher motor. Laher motor merupakan komponen penghubung antara komponen tromol & as roda, sehingga roda dapat berputar secara bebas dikarenakan Fungsi Laher Motor yagn bekerja dengan baik. Laher motor atau dikenal juga dengan bearing ini cukup penting bagi keamanan pengendara motor. Maka jika laher motor rusak akan mengurangi keamanan serta kenyamanan pengguna saat mengendarai motor. Untuk itu setelah kita mengetahui betapa pentingnya Fungsi Laher Motor, alangkah baiknya kita juga perlu memahami ciri-ciri Laher Motor yang mengalami kerusakan.

    Ciri-ciri Laher motor yang Rusak

    • Roda depan oleng (terus bergoyang)

    Apabila Fungsi Laher Motor rusak, maka roda motor bagian depan bisa oleng atau tersa bergoyang. Dan kondisi ini sangat berbahaya karena kemudi menjadi tidak stabil. Jika kemudi sudah tidak stabil, anda akan mudah terjatuh atau rawan mengalami kecelakaan. Sehingga keamanan & kenyaman pengnendara terganggu.

    • Muncul suara kasar

    Pada Laher Motor yang rusak juga mulai muncul suara-suara kasar. Suara ini umumnya seperti suara gemelutuk di laher roda. Suara ini terdengar ketika anda melewati jalanan yang tidak rata ataupun bergelombang, apalagi ketika anda melaju dengan cepat maka suara kasar itu juga akan lebih terdengar.

    • Kemudi bergetar

    Selanjutnya, kalau laher motor anda rusak bisa juga memicu kemudi jadi bergetar. Tentu ini sanagat berbahaya karena stabilitas kemudi menurun bahkan terganggu. Jika ini sudah mulai terjadi, sebaiknya segera perbaiki laher motor anda.

    • Jarak bersih antara bola baja & race ball sangat tinggi

    Jarak bersih antara bola baja & race ball juga berpengaruh, karena jika jarak keduanya sudah sangat jauh, maka kondisi Laher Motor pasti rusak.

    Namun, anda tak perlu risau, karena tanda-tanda diatas biasanya terjadi pasa sepeda motor yang  cukup sering digunakan atau sudah mulai tua. Dan saran yang yang bisa kami berikan ketika Fungsi Laher Motor mulai menurun atau bahkan rusak, maka segeralah perbaiki di bengkel – bengkel kepercayaan anda. Itulah tadi informasi tentang Fungsi Laher Motor dan Ciri-ciri Kerusakannya dari wartaoto.com. Semoga bermanfaat 🙂

     

     

  • Fungsi Piston Motor dan Komponennya

    Fungsi Piston Motor dan Komponennya

    Fungsi Piston Motor sangat mempengaruhi kinerja mesin. Ring seher / ring piston merupakan salah satu komponen sepeda motor yang sangat penting & dipasang menjadi satu dengan piston motor. Sesuai dengan namanya komponen yang satu ini bentuknya seperti cincin dan diameternya lebih besar dari piston motor serta memiliki tekstur yang elastis. Fungsi Piston Motor Tentu sangatlah penting, karenan piston motor. Bergerak secar bolak balik ataupun anik turun agar dapat mengubah energi panas menjadi mekani sehingga bisa menggerakkan kendaraan.

    Piston motor juga berperan untuk menahan ekspansi gas yang dihasilkan dari pembakaran serta mengirimkan ledakan ke poros engkol dalam bentuk gerakan putar. Jika diteliti desainnya, piston motor cukup kompleks untuk dijelaskan. Diantaranya piston memiliki cincin segel dan dan dinding silinder yang memiliki fungsi-fungsi tertentu pula. Untuk lebih jelasnya wartaoto.com akan mengupasnya satu persatu.

    Secara garis besar piston / torak merupakan elemen dalam silinder mesin berbentuk silinder berongga dengan lubang unutk tempat pin & berfungsi merubah panas serta merubah tekanan hasil pembakaran energi menjadi energi mekanis yang memutar crank shaft (poros engkol).

    Fungsi Piston Motor

    • Pengubah bentuk energi
    • Elemen pengunci
    • Meredam atau menghilangkan panas
    • Mengatur gerakan batang piston
    • Menaikkan tekanan & panas

    Komponen piston motor

    • puncak piston yang memiliki bentuk yang berbeda-beda, misalnya pasa mesin dengan kompresi tinggi maka permukaan puncak piston meninggi. Sementara pada mesin yang berkompresi rendah maka permukaannya cekung.
    • Ring belt (sabuk cincin) atau sering disebut juga alur ring piston dan disinilah 3 ring piston terpasang.
    • top land
    • control struts
    • klip pengunci pin yang berguna untuk mengunci pin piston
    • bos piston sebagai tempat piston pin / pen piston dan terletak dibagian bawah – tengah piston motor.
    • pin piston / pen piston ialah pasok penghubung tenaga piston menuju batang piston.
    • Piston skirt (badan piston), komponen badan piston skirt ini selalu bersentuhan dengan dinding silinder sehingga menghasilkan gesekan ketika piston bergerak naik – turun.
    • Ring piston (cincin pisston) yang bertugas mencegah kebocoran diarea ruang pembakaran dan bagian bawah piston.
  • Fungsi Minyak Rem Motor. Jangan Disepelekan!

    Fungsi Minyak Rem Motor. Jangan Disepelekan!

    Fungsi Minyak Rem Motor ialah mendorong piston pada kiper rem yang bertujuan supaya kampas dapat menjepit cakram sesuai dengan tekanan ketika tuas master rem ditarik. Fungsi Minyak Rem Motor ini tak boleh dianggap sepele karena jika diabaikan resikonya bisa fatal. Dari seluruh komponen-komponen sepeda motor, minyak rem sering kali kurang mendapat perhatian. Dan kebanyakan pengguna motor lebih perhatian pada bagian rem & cakram, padahal posisi minyak rem sangat penting karena demi keselamatan & kenyamanan ketika berkendara.

    Fungsi Minyak Rem Motor

    Minyak rem ternyata tak hanya berfungsi untuk mendorong piston di kiper rem, namun juga berfungsi untuk mengurangi panas dari gesekan logam pada komponen sistem pengereman yakni, kampas & cakram. Di sistem pengereman rem cakram (hidrolik), tanpa adanya minyak rem, maka sistem rem hidrolik tak akan bekerja walaupun tuas rem ditarik berkali-kali dengan kuat. Hal ini juga terjadi jika volume minyak rem berkurang, kinerja rem cakram tak akan maksimal.

    Pada minyak rem sendiri mengandung poly glycol, glycol ether, serta additive. Polu glycol berfungsi sebagai pelumas karena memiliki tingkat kekentalan yang tinggi. Poly ether berguna untuk mengatur kekentalan, titik didih dan juga kestabilan karet. Dan cairan Additive berfungsi mencegah oksidasi & korosi.

    Masa Pakai

    Setelah anda mengetahui betapa pentingnya Fungsi Minyak Rem pada Motor, selanjutnya anda perlu tau kapan masa pakai minyak rem berakhir. Minyak rem punya masa pakai yang cukup panjang, sehingga anda tak perlu mengganti minyak rem setiap kali service. Tetapi jika pemakaian anda telah mencapai 24.000 km atau 2 tahun, maka minyak rem wajib diganti dengan yang baru agar Fungsi Minyak Rem Motor tetap optimal. Untuk informasi penggantian minyak rem dapat anda lihat pada tabel perawatan berkala.

    Tak hanya itu, penggantian minyak rem jika wajib dilakukan jika keadaan minyak rem sudak tak layak pakai lagi, misalnya warna minyak sudah kotor / keruh & volumenya berkurang. Kondisi minyak yang tak layak pakai akan mempengaruhi sistem pengereman. Salah satunuya merusak bagian seal karet pada master rem atau saluran minyak rem jadi berkarat, alhasil dapat menyebabkan rem blong dan membahayakan pengendara.

    Pastikan spesifikasinya yang tepat

    Minyak rem memiliki titik didih berasal dari panasnya gesekan kampas rem & cakram. Ketika kualitas minyak rem menurun atau mulai jek, maka titik didihnya pun akan menurun. Selanjutnya titik didih rendah ini yang akan menimbulkan gelembung-gelembung udara serta dapat membuat angin palsu masuk dalam sistem pengereman. Angin palsu inilah yang sangat berbahaya karena memicu rem blong secara tiba-tiba. Untuk menghindari ini, maka pastikan minyak rem yang anda gunakan sesuai spesifikasi dari pabrikan.

  • Fungsi Alternator Motor Beserta Komponennya

    Fungsi Alternator Motor Beserta Komponennya

    Fungsi Alternator Motor adalah sebagai alat pembangkit listrik untuk komponen-komponen pada motor yang membutuhkan energi listrik atau dalam kata lain Fungsi Alternator Motor ini ialah sebagai penyuplai arus listrik. Alternator biasanya disebut juga dinamo yang merupakan alat pembangkit listrik untuk seluruh komponen kelistrikan, seperti lampu.

    Nah, untuk menyalakan komponen kelistrikan sesuai dengan porsinya maka dibutuhkan tenaga listrik yang hanya bisa dilakukan oleh Alternator atau dinamo. Sesuai dengan namanya, seccara garis besar Fungsi Alternator Motor Ini untuk pembangkit energi listrik atau penyuplai di kendaraan bermotor. Maka dari itu, tanpa adanya Alternator komponen-komponen kelistrikan tidak akan berfungsi, bahkan untuk komponen aki hanya bisa tertahan tidak lebih dari 30 menit saja tanpa adanya Altenator atau dinamo ini.

    untuk melakukan proses perubahan energi kinetis menjadi energi listrik, tentu Altenator tak bekerja sendiri, melainkan ada beberpa komponen pendukungnya yang ikut bekerjasama agar dapat menghasilakn arus listrik yang dibutukan. Sebenarnya Altenator sendiri itu terdiri dari rotor yang berisi gabungan kutub magnet. Dan di rotor itu terdapat berbagai kumparan magnet yang disebut stator, maka dari kumparan magnet inilah altenator bisa merubah energi kinestik / energi gerak menjadi energi listrik. Berikut ini penjelasan beberapa komponennya.

    Komponen Alternator

    • Cover altenator

    Cover altenator meruapakan tempat dari semua komponen alternator. Bentuk dari komponen ini mirip seperti lubang yang fungsinya sebagai alat pepndingin yang bisa mencegah mesin mengalami overheating, rusak atau bahkan terbakar.

    • Pulley alternator

    komponen yang satu ini bentuknya sperti roda yang terhubung dengan belt yang mengakibatkan pulley dapat berputar &  juga memutar rotor oil dalam.

    • Regulator

    Fungsi daru komponen Alternator motor ini sebagai pengatur/ penstabil tegangan yang dihasilkan alternator, termasuk ketika rpm naik dengan cepat. Dengan regulator ini, mesin akan lebih awet karena terhindar dari tegangan listrik yang naik turun / tidak stabil.

    • Dioda

    Selanjutnya, arus listrik dari alternator biasanya berupa arus bolak balik, maka pada komponen dioda ini arus bolek balik itu dirubah menjadi arus searah yang kemudian akan disalurkan ke seluruh komponen yang membutuuhkan energi listrik.

    • Rotor Air

    Bentuk dari komponen rotor air ini berupa gulungan yang berperan untuk menguabah energi magnet menjadi listrik. Lalu energi listrik ini akan diolah dan disalurkan ke brush & dioda.

     

  • Fungsi Reset ECU Motor. Simak Selengkapnya!

    Fungsi Reset ECU Motor. Simak Selengkapnya!

    Fungsi Reset ECU Motor adalah untuk atasi erro dan mengembalikan parameter pengaturan agar sesuai dengan standar pabrikan. Dalam proses reset ECU motor akan menghapus rekaman data yang sebelumnya tercatat, misalnya seperti parameter oktan bahan bakar. Jika anda pecinta motor, tentu anda harus mengetahui Fungsi Reset ECU pada Motor dengan sistem injeksi. ECU motor adalah otak dari komponen elektronik yang bertugas mengatur berbagai parameter serta memberi peringatan jika terjaadi gangguan. Maka agar kerjanya lebih optimal, ECU motor perlu dilakukan reset secara rutin apalagi bila ada ubahan.

    “Rekaman berbagai hal pada motor tercatat dan tersimpan di ECU, sehingga sangat membantu mekanik untuk memperbaiki serta menganalisa jika terjadi masalah” kata Adi, selaku Service Advistor Yamaha Mekar Motor di Bintaro Jaksel. Berikut ini beberapa fungsi / manfaat reset ECU.

    Fungsi Reset ECU

    • Mengatasi error yang terjadi di sepeda motor
    • Mengenadalikan seluruh komponen listrik sehingga dapat mengembalikan parameter sesuai dengan standar pabrik.
    • Agar motor kembali segar.

    lalu apasaja efek samping dari peresetan ECU motor? Menurut Service Advisor AHASS Wahana Ciputat, Chairul Anwar mengatakan; setiap motor dibawa ke service motornya ke bengkel resmi, salah satu yang dilakukan para mekanik adalah reset ECU motor. Proses tersebut akan tetap dilakukan, walaupun ada atau tidaknya keluhan dari pengguna tersebut pada motornya.

    “Ada keluhan atau tidak, reset ECU tetap akan dilakukan oleh mekanik setiap service” tambah Anwar. Karena tak semua masalah ataupun kendala bisa ditampilkan dalam bentuk informasi seperti lampu berkedip Malfunction INdivator Lamp (MIL).

    Selain itu, Reset ECU juga sangat dianjurkan ketika penggantian aki baru, motor yang habis jatuh atau ketika sering menggunakan oktan bensin yang berbeda-beda.

     

  • Fungsi Tombol Set dan Unset pada Kunci Motor Scoopy

    Fungsi Tombol Set dan Unset pada Kunci Motor Scoopy

    Fungsi Tombol Set dan Unset pada Kunci Motor Scoopy sangat membantu keamanan motor anda. Tak hanya itu, bagi anda pengguna motor scoopy sudah tau belum fitur-fitur keren dari sepeda motor scooter ini? Ternyata selain desainnya yang menawan, scoopy juga memiliki banyak fitur yang harus anda ketahui.

    Fitur Motor Scoopy

    Apa saja sih fitur motor scoopy? Yuk simak ulasan wartaoto.com dibawah ini.

    • Tombol idling stop system

    Tombol ini terletak di setang motor sebelah kanan, berberguna untuk mematikan mesin motor secara otomatis ketika berada di lampu merah yang dapat menghemat bahan bakar. Maka anda tak perlu bingung ya bila motor scoopy anda tiba-tiba mati di tengah jalan, coba cek apakah tombol idling menyala atau tidak? Oh ya, tak semua jenis motor mempunyai fitur keren ini loh!

    • Tombol Set & Unset

    Selanjutnya Fungsi Tombol Set dan Unset pada Kunci Motor Scoopy adalah sebagai alarm keamanan. Alarm motor scoopy punya tiga level sensitivitas; tinggi, sedang & rendah. Anda dapat mengatur level sensitivitas ini sesuaui kebutuhan dan caranya cuka mudah karena anda dapat melakukannya sendiri di rumah.

    Cara atur level sensitivitas

    – putar kunci kontak ke arah ON

    – tekan tombol Set di remote

    – kemudian putar kontak ke arah Off, lakukan ini sebanyak 4 kali

    Ketika kontak berada di posisi On yang keempat kali, maka lampu indikator akan menyala, itu artinya anda sudah dapat mengatur sensitivitas alarm pada motor scoopy anda. Setelah itu, anda cukup menekan tombol Set untuk mengatur alarmnya.

    1. Untuk sensitivitas level tinggi akan berbunyi beep tiga kali
    2. level sedang akan berbunyi beep dua kali
    3. dan sensitivitas level rendah akan berbunyi beep sekali
    • Fitur alarm answer back

    Pada bagian tiga tombol kunci motor, yaitu; set, unset, & answer back. Untuk tombol answer back berguna untuk memanggil motor anda ketika lupa memarkir dimana. Tentu fitur ini bisa memudahkan anda saat lupa lokasi parkir atau ketika berada dikeramaian.

    Demikianlah ulasan kami tentang Fungsi Tombol Set dan Unset pada Kunci Motor Scoopy. Semoga bermanfaat 🙂

  • Fungsi Sensor CKP pada Motor Injeksi

    Fungsi Sensor CKP pada Motor Injeksi

    Fungsi Sensor CKP pada Motor Injeksi adalah sebagai pemberi informasi ke ECU tentang kecepatan putaran mesin dan timing dari pengapian. Sensor CKP pada Motor Injeksi ini dapat mendeteksi putaran mesin serta posisi top piston agar koil & injektor yang terdapat didalam sistem mesin bisa bekerja tepat waktu.

    Sepeda motor yang mengusung sistem injeksi memiliki komponen-komponen penting didalamnya. Untuk menambah wawasan pengguna motor tentu tak ada salahnya mengetahui komponen-komponen ini karena dapat membantu anda apabila motor anda mengalami kerusakan atau problem. Nah pada kesempatan kali ini wartaoto.com akan membahas salah satu komponen di motor injeksi yaitu sensor CKP. Berikut ini penjelasannya.

    Sensor CKP atau disebut juga Crankshaft Position Sensor merupakan sensor yang berperan memberikan sinyal ke bagian Engine Control Unit (ECU) untuk mendeteksi posisi sudut crankshaft & putaran mesin dengan akurat, alhasil ECU bisa mengatur durasi injeksi bahan bakar serta waktu pengapian yang tepat sekaligus bersamaan masukan yang berasal dari sinyal throtle & thermosensor. Crankshaft Position Sensor (CKP) sendiri memiliki dua bagian yaitu,

    • pick up coil ( pulser coil  bagian dengan stator assy)
    • Pick up rotor (terletak pada magnet) yang berputar bersama dengan putaran crankshaft.

    Apabila gigi pada pick up rotor melewati pick up coil, maka akan terjadi peruhan medan magnet di sensor CKP ini. Dari perubahan medan magnet inilah yang menghasilkan arus listrik AC / sinyal pada pick up coil, kemudian arus listrik AC ini diteruskan ke ECU sebagai pusat pengendali / otak di sistem mesin injeksi.

    Jika dilihat lebih dalam, pada motor jenis injeksi terdapat magnet (rotornya) yang memiliki banyak tonjolan (gigi pick up rotor) dimana setiap durasi 30°, maka sensor CKP akan mengirim sinyal ke ECU, pada gigi pick up rotor juga ada waktu jeda 60° (Agak renggang) yang fungsinya agar ECU bisa mengetahui kecepatan putaran mesin.

    Selanjutnya Fungsi Sensor CKP pada Motor Injeksi yang tak kalah penting adalah menentukan berapa jumlah volume bahan bakaar yang akan disemprotkan oleh injektor ke ruang bakar bersamaan dengan sensor – sensor lain termasuk sensor throtle body.

    Cara kerja sensor CKP pada motor injeksi

    Sensor CKP (Crankshaft Position Sensor) adalah salah satu sensor penting pada sistem injeksi bahan bakar pada motor. Sensor ini berfungsi untuk mengukur putaran atau rotasi poros engkol atau crankshaft pada mesin motor. Dengan informasi yang diberikan oleh sensor CKP, sistem injeksi dapat menentukan waktu yang tepat untuk menyemprotkan bahan bakar ke dalam ruang bakar mesin. Adapun cara kerja sensor CKP pada motor injeksi terdiri dari beberapa langkah, yaitu:

    1. Sensor CKP mendeteksi putaran poros engkol

    Sensor CKP terpasang pada bagian mesin yang dekat dengan poros engkol atau crankshaft. Saat poros engkol berputar, sensor CKP akan mendeteksi setiap putaran dan mengirimkan sinyal elektronik ke sistem injeksi.

    1. Menghitung kecepatan putaran mesin

    Setelah mendeteksi putaran mesin, sensor CKP menghitung kecepatan putaran mesin. Informasi ini sangat penting untuk menentukan waktu yang tepat untuk menginjeksikan bahan bakar ke dalam ruang bakar mesin.

    1. Menentukan sudut pengapian

    Selain untuk mengukur kecepatan putaran mesin, sensor CKP juga membantu sistem injeksi untuk menentukan sudut pengapian mesin. Dengan informasi yang diberikan oleh sensor CKP, sistem injeksi dapat menentukan waktu yang tepat untuk mengaplikasikan api listrik pada busi sehingga bisa menghasilkan pembakaran yang optimal.

    1. Mengatur sistem injeksi

    Setelah mendapatkan informasi tentang kecepatan putaran mesin dan sudut pengapian, sistem injeksi akan mengatur seberapa banyak bahan bakar yang harus disemprotkan ke dalam ruang bakar mesin. Sistem injeksi mengoptimalkan proses ini dengan menggunakan sensor lainnya, seperti sensor MAP (Manifold Absolute Pressure) dan sensor suhu.

    Dengan cara kerja sensor CKP pada motor injeksi yang akurat, penggunaan bahan bakar bisa lebih efisien. Dalam penggunaan sehari-hari, sensor CKP juga membantu mengurangi emisi gas buang kendaraan, sehingga lebih ramah lingkungan. Namun, seperti halnya komponen kendaraan lainnya, sensor CKP juga dapat mengalami kerusakan dan mempengaruhi performa kendaraan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan perawatan dan pengecekan sensor secara berkala untuk mencegah kerusakan sensor CKP pada motor injeksi.

    Gejala Kerusakan pada Sensor CKP Motor

    Sensor CKP (Crankshaft Position Sensor) adalah salah satu sensor penting pada kendaraan bermotor yang bertugas untuk mengukur kecepatan putaran poros engkol atau crankshaft. Sensor ini memberikan informasi penting untuk mengontrol pengapian mesin dan injeksi bahan bakar pada kendaraan. Namun, seperti halnya komponen kendaraan lainnya, sensor CKP juga dapat mengalami kerusakan dan menyebabkan kendaraan tidak berfungsi dengan baik. Berikut adalah beberapa gejala kerusakan sensor CKP pada kendaraan:

    1. Mesin sulit dihidupkan atau mati secara tiba-tiba

    Salah satu gejala kerusakan sensor CKP pada kendaraan adalah mesin sulit dihidupkan atau mati secara tiba-tiba. Hal ini terjadi karena sensor CKP tidak dapat mengirimkan sinyal yang akurat ke ECU (Electronic Control Unit) kendaraan, sehingga pengapian mesin dan injeksi bahan bakar tidak terkontrol dengan baik.

    1. Mesin tidak berjalan dengan lancar

    Sensor CKP yang rusak dapat menyebabkan mesin tidak berjalan dengan lancar. Kendaraan mungkin akan merasa bergoyang atau getaran pada saat mesin dihidupkan dan ketika kendaraan berjalan.

    1. Mesin sering mati di tengah jalan

    Sensor CKP yang rusak dapat menyebabkan mesin kendaraan mati secara tiba-tiba di tengah jalan. Hal ini dapat terjadi ketika sensor CKP tidak dapat mengirimkan sinyal yang akurat ke ECU kendaraan, sehingga pengapian mesin dan injeksi bahan bakar tidak terkontrol dengan baik.

    1. Mesin overheat

    Sensor CKP yang rusak dapat menyebabkan mesin overheat. Hal ini terjadi karena sensor CKP tidak dapat mengirimkan sinyal yang akurat ke ECU kendaraan, sehingga injeksi bahan bakar dan pengapian mesin tidak dapat terkontrol dengan baik.

    Untuk memperbaiki kerusakan sensor CKP pada kendaraan, berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan:

    1. Periksa sensor CKP dengan menggunakan multimeter untuk mengetahui apakah sensor masih berfungsi dengan baik atau tidak.
    2. Jika sensor CKP telah rusak, gantilah dengan sensor yang baru.
    3. Pastikan sensor CKP terpasang dengan benar dan kencang. Pastikan juga kabel penghubung sensor CKP tidak ada yang putus atau konsleting.
    4. Setelah mengganti sensor CKP, lakukan pengujian kendaraan untuk memastikan apakah kendaraan sudah berfungsi dengan baik atau tidak.

     

  • Fungsi Shockbreaker Motor & Cara Perawatannya

    Fungsi Shockbreaker Motor & Cara Perawatannya

    Fungsi Shockbreaker Motor adalah untuk peredam kejut atau meredam hentakan saat motor melewati jalanan keras atau berlubang. Shockbreaker juga menunjang kenyamanan pengguna sepeda motor. Jika sebuah motor tak memiliki Shockbreaker, pengguna motor bisa mengeluhkan sakit di bagian tubuhnya. Maka pada setiap motor biasanya sudah terpasang Shockbreaker motor, baik roda bagian depan maupun belakang .

    Shockbreaker Motor atau juga dikenal sebagai suspensi ini terbuat dari material elastis yang mempunyai toleransi terhadap hentakan / tekanan tiba-tiba. Tujuan penggunaan matertial yang elastis ini agar ketika salah satu ujung Shockbreaker Motor tertekan tiba-tiba, maka ujung yang lain tidak berpengaruh. Tak hanya itu, material Shockbreaker / suspensi pada Motor juga harus kuat dan tahan deformasi akibat gaya tekan yang dikenakan secara terus menerus. Itulah alasanya mengapa suspensi terbuat dari material elastis khusus dan dicampur dengan beberapa logam.

    Fungsi Shockbreaker tak akan terlalu dirasakan jika anda sedang berjendara di permukaan halus, berbeda jika anda sedang berkendara di jalan yang berlubang / tidak rata, maka Shockbreaker ini akan sangat membantu karena daya pegang yg dimiliknya membuat anda merasa lebih nyaman. Jika Fungsi Shockbreaker menurun atau bahkan tidak berfungsi, maka anda akan cepat pegal saat berkendara. Jika hal ini disepelekan, motor anda yang tidak bisa meredam guncangan akan merubah posisi komponen motor dan bearing ban motor anda juga terkena imbas nya. Untuk itu, setelah kita mengetahui Fungsi Shockbreaker Motor, maka kini lakukanlah perawatan yang tepat untuk menjaga Shockbreaker Motor anda.

    Cara Merawat Shockbreaker Motor

    • Jangan paksakan ngebut dijalan yang bergelombang / tidak rata
    • Usahakan hindari rute yang permukaannya tidak rata
    • Bersihkan Shockbreaker Motor Anda secara rutin.
    • Pastikan stanchion tetap aman
    • Perhatikan beban bawaan
    • Tak perlu pasang anting motor pada Shockbreaker Motor bagian belakang
    • Rutin ganti oli Shockbreaker

    Demikianlah paparan dari wartaoto.com terkait Fungsi Shockbreaker Motor & Cara Perawatannya.