Kategori: Motor

  • Fungsi Baterai Sepeda Motor & Penyebab Aki Tekor

    Fungsi Baterai Sepeda Motor & Penyebab Aki Tekor

    Fungsi Baterai Sepeda Motor Adalah sebagai sumber energi maupun arus listrik untuk menghidupkan komponen, asessories, sistem penerangan dan sebagainya. Meskipun baterai pada motor juga kerap disebut aki / akumulator / accu yang fungsinya tetap sama yaitu sebagai sumber sekaligus penyimpan listrik dalam bentuk energi kimia. Di dalam baterai sendiri terdiri dari bahan kimia yang berupa timbal, (elektrode Pb), timbal proksida (elektrode PbO2) serta cairan elektrolit H2SO4. Bahan – bahan kimia inilah yang akan mengalami perubahan bersamaan denngan terjadinya perubahan energi listrik dalam sel baterai / aki, misalnya seperti proses mengisi (charge) & pengosongan listrik (discharge).

    Sesuai aturan standar international, setiap psatu sel di dalam baterai / aki sepeda motor memiliki tegangan 2 volt. Sehingga baterai 24 volt akan memiliki sel sebanyak 12 sel, sementara baterai aki 12 volt memiliki 6 sel. Maka secara garis besar, Fungsi Baterai pada Sepeda Motor itu sebagai penyuplai energi listrik & penyedia arus kistrik ke seluruh sistem maupun kompoen – komponen kelistrika pada motor. Di bawah ini wartaoto.com akan menjelaskan lebih detail tentang fungsi baterai / aki motor.

    Fungsi Baterai sepeda motor

    • Penyedia listrik

    baterai / aki adalah satu-satunya alat yang dapat menyuplai / menyediakan energi listrik dengan jumlah besar. Dengan energi yang cukup besar ini digunakan untuk memutar mesin agar mesin pada motor dapat hidup. Pada motor starter, saat mesin mati dibutuhkan arus listrik yang sangat besar untuk memutar motor starter dan bekerjaan ini hanya bisa dilakukan oleh baterai / aki. Selain itu, baterai juga menyuplai energi listrik ke semua sistem kelistrikan pada kendaraan, seperti sistem pengisian, komputer mesin, sensor-sensor, sistem electronic fuel injecttion (EFI) dan lainnya.

    • Penyimpan listrik

    Selanjutnya Fungsi Baterai pada Sepeda Motor juga sebagai penyimpan energi listrik. Ketika mesin mulai bekerja, maka sistem pengisian juga mulai ikut berkerja. Dan jika mesin mati, maka baterailah yang menjadi penyimpan energi listrik utama.

    • Untuk menyalakan mesin mengunakan starter elektrik / tombol starter (bagi motor starter)
    • Untuk menyuplai daya ke ECU (Engine Control Unit) bagi motor injeksi
    • Mensuplai daya arus menuju dashmoard pane sebagai sistem information terkait kondisi kendaraan

    Penyebab Baterai / aki Tekor

    • Asessories kelistrikan yang berlebihan
    • Baterai menggelembung
    • elektrolit baterai kurang
    • usia baterai sudah terlalu lama (lebih dari 5 tahun)

    cara terbaik untuk mengatasi baterai / aki yang tekor adalah dengan unit baterai. Jikalau diisi ulang pun atau dicharge maka percuma saja, karena kapasitasnya telah menurun.

  • Nama dan Fungsi Sensor pada Motor Injeksi

    Nama dan Fungsi Sensor pada Motor Injeksi

    Nama dan Fungsi Sensor pada Motor Injeksi ada sembilan dimana masing-masing memiliki fungsi yang berbeda-beda.  Salah satunya sensor yang dapat mengirim data ke ECU / Electronic Control Unit. Nama dan Fungsi Sensor pada Motor Injeksi memiliki peran yang vital dalam kinerja sepeda motor injeksi. Namun, sayangnya masih banyak yang belum mengetahui nama serta fungsi sensor ini dalaml sistem motor jenis injeksi. Untuk itu kali ini wartaoto.com akan membahasnya. Simak sampai akhir ya!

    • Engine Coolant Sensor

    Fungsi Sensor pertama ini pada Motor Injeksi adalah untuk mengetahui suhu pendingin / radiator. Sensor Engine Coolant ini juga akan mengatur nyalanya kipas radiator & indikator overheat yang terdapat di spidometer.

    • MAP (Manifold Air Pressure)

    ini merupakan sensor tekanan udara yang masuk pada mesin motor jenis injeksi. Sensor MAP berfungsi mendeteksi tekanan udara yang masuk dan kemudian diteruskan menuju ECU untuk dikalkulasikan, sehingga dapat ditentukan berapa jumlah bahan bakar yang diperlukan untuk mengoperasikan mesin dan ini berlangsung secara otomatis.

    • IAT (INtake Air Temperature)

    sensor IAT juga disebut sensor temperature untuk udara yang masuk, dimana tugasnya mendeteksi suhu udara yang masuk menuju throttle body. Jika pada sensor MAP sudah ditentukan berapa semprotan bahan bakar yang diperlukan, maka melalui sensor IAT inilah akan ditentukan di ECU berapa kadar bahan bakar yang akan dijadikan injeksi.

    • Engine Oil Temperatur

    Cara kerja sensor ini tak jauh beda dengan sensor ECT, hanya saja sensor ini berfungsi untuk mengatur suhu pada oli. Biasanya sensor ini terdapat pada motor yang menggunakan pendingin udara seperti Honda Supre X125 PGM-FI.

    • Crank Angle

    sensor Crank angle bertugas mendeteksi posisi crankshaft & posisi titik mati atas (TMA) ketika mesin motor baru dinyalakan. Sinyal dari senso crank angle inilah yanh dikirim menuju ECU dan pada ECU ini akan diatur pengapian, waktu penyemprotan bensin, hingga pengisian aki.

    • TPS (Throttle Position sensor)

    TPS berfungsi mendeteksi sudut pembukaan katup pada throttle body kemudian mengirim data ke ECU untuk dikalkulasikan berapa bahan bakar yang akan disemprotkan.

    • Oksigen sensor (sensor o2)

    Sensor o2 berperan untuk menjaga gas buang sisa pembakaran supaya selalu optimal & memberi informasi ke ECU untuk campuran bahan bakar ideal, sehingga gas buang yang dikeluarkan lebih ramah lingkungan.

    • IACV (Intake Air Cut Valve)

    IACV bekerja untuk menaikan rpm ketika mesin dalam kondisi dingin. Fungsi sensor ini sama seperti choke yang terdapat pada mesin karburator.

    • Lean Angle Sensor

    Memberikan data perihal kemiringan motor adalah tugas dari Lean Angle Sensor ketika motor mengalami jatuh atau kecelakaan. Sensor ini akan mengirim data ke ECU untuk mematikan seluruh pengoperasian mesin sehingga ketika kecelakaan terjadi mesin motor akan mati secara otomatis.

     

  • Fungsi ECO Pada Motor BeAT dan Gejala Kerusakannya

    Fungsi ECO Pada Motor BeAT dan Gejala Kerusakannya

    Fungsi ECO Pada Motor BeAT Adalah sebagai indikator keiritan bahan bakar ketika berkendara, maka saat lampu indikator menyala berarti cara berkendara anda berada dalam posisi yang cukup irit bahan bakar. Sepeda motor keluaran terbaru kini sudah dilengkapi berbagai fitur yang modern, termasuk ECO pada motor Beat. ECO indikator salah satu fitur modern yang banyak tersedia di motor Honda, seperti BeAT atau Scoopy. Nah, apa sebenarnya fungsi ECO indikator ini & bagaimana cara kerjanya? Lalu bagaimana jika ECO indikator ini rusak? Yuk Simak terus ulasan wartaoto.com berikut ini.

    ECO Indikator sendiri biasanya berwarna hijau dan terletak disebelah angka 0 spidometer. Dan Fungsi ECO pada motor BeAT sebenarnya diterapkan Honda pada All New BeAT eSP. Menurut President of Honda R&D Southeast Asia Co., Ltd., Hikaru Tsukamoto, Fungsi ECO adalah untuk memandu saat berkendara agar lebih efisien.

    Adapun cara kerjanya, ECO indikator akan membaca speed sensor yang dikombinasi penggunaan bensin pada injektor yang telah diatur oleh ECM” kata Endro Sutarno, sebagai Technical Service Division PT Astra Honda Motor. Menurutnya Fungsi ECO Pada Motor BeAT memiliki tiga kondisi:

    1. Pertama kondisi ECO indikator Mati yaitu pada saat mesin stasioner dan kecepatan kurang dari 3 kjp (kilo meter perjam) atau lebih 67 kjp. Ini juga berlaku ketika speed sensor motor anda rusak & saat quick open throttle / gas dibuka secara kasar/brutal. Pada kondisi ini konsumsi bahan bakar rata-rata diklaim hanya sekitar 34-63 km/lt.
    2. Kondisi kedua yaitu ECO indikator menyala namun redup, artinya kecepatan berada antara 3 kjp hingga 67 kjp dengan tarikan gas sedang dan konsumsi bahan bakar kira-kira 34-63 km/lt.
    3. Kondisi ECO indikator menyala terang artinya kecepatan sama antara 3 kilo meter perjam hingga 67 kilo meter per jam. Akan tetapi dengan bukaan gas / tarikan gas lebih perlahan & tidak terlalu besar maka konsumsi bahan bakar bisa lebih darai 63 km/lt.

    Gejala Kerusakan pada ECO indikator

    Ribut Wahyudi, kepala bengkel Honda Motor mengatakan gejala rusaknya ECO indikator pada motor BeAT ditandai dengan lampu yang menyala terus atau yang matii total ketika berkendara, atau lampu indikator berkedip-kedip sehingga keiritan berkendara menjadi tak akurat lagi. Hal ini terjadi karena lampu sensor & komponen kelistrikan bermasalah. “Bila lampu ECO indikator rusak, kemungkinan ada 2 penyebabnya yaitu ada kerusakan di bagian sensor speed atau di bagian ECM (Engine Control Module)” jelas Ribut. Untuk perawatan fitur ECO indikator ini, perhatikan cara mengatur bukaan gas dan cara verkendara yang benar lainnya.

    , Perawatan Ampuh untuk Motor beAT

    •  Rutin panaskan mesin sepeda motor di pagi hari atau ketika ingin digunakan

    Memanaskan mesin sepeda motor merupakan cara yang paling mudah dilakukan yang bertujuan supaya oli dalam mesin siap melumasi mesin sehingga performa kendaraan akan menjadi lebih maksimal. Adapun cara memanaskan motor beAT ini cukup dengan 5 hingga 10 menit saja dan sebaiknya menggunakan kick stater saja.

    •  Rutin mengganti oli

    Penggantian oli motor beAT secara rutin ini adalah perapwatan yang paling penting. Dimana penggantian oli biasanya wajib dilakukan setiap 1000 km serta untuk oli transmisi atau oli gardan diganti maksimal pada saat sepeda motor sudah mencapai 5000 km. Jika anda lupa acuan kilometer untuk penggantian oli, maka sebaiknya lakukan perawatan ganti oli ini setiap 2 hingga 3 bulan sekali dan jangan lupa untuk memakai oli yang sesuai dengan spesifikasi sepeda motor matic anda.

    •  Jangan sampai kehabisan bensin

    Kebiasaan buruk yang sering terjadi dan sering disepelekan adalah menggunakan sepeda motor matic hingga kehabisan bensin sampai sampai berhenti ditengah jalan karena bensin habis. Pasalnya hal ini dapat merusak mesin kendaraan tersebut. Apalagi pada motor matiiic injeksi. Maka dri itu, pastikan selalu bahwa sepeda motor matic anda jangan sampai menunjukan indikator E serta biasakan untuk mengisi bahan bakar full teng demi mengantisipasi hal ini.

    •  Periksa kondisi vanbelt dan juga roler

    Memeriksa kondisi vanbelt pda motor matic tak kalah pentingnya dan tidak boleh ditinggalkan.  Kondisi vanbelt yang berbahan karet dikhawatirkan akan putus di tengah jalan sehingga sepeda motor berhenti mendadak dan tidak bisa melaju lagi. Jika hal ini sudah terlanjur terjadi maka solusi utamanya adakag mengganti vanbelt tersebut dengan suku cadang yang original sehingga motor matic lebih awet.

    •  Perawatan Aki

    Tidak mudah mengetahui kondisi aki yang ada pada motor matic sehingga tak jarang sebagian besar pemilik motor matic pasti pernah mengalami mati aki. Jika hal ini terjadi, tentu anda akan kehilangan power dari sepeda motor tersebut. Tak hanya itu, cahaya lampu motor juga akan berkurang. Dan ketika aki motor matic mati maka anda harus menyalakan motor dengan kick starter sehingga membuat kita lebih capek. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya lakukan penggantian aki dalam 7 hingga 8 bulan setelah penggantian terakhir.

    •  Stabilkan kecepatan gas

    Hal sepele selanjutnya adalah ketika kecepatan motor dalam kondisi cepat secara tiba-tiba menurunkan gas atau sebaliknya. Hal ini ternyata tanpa disadari dapat meruskan masa umur mesin motor matic. Pasalnya dengan kecepatan yang tidak stabil ini tidak hanya merusak mesin namun juga dapt berpengaruh pada vanbelt motor itu sendiri.

    •  Gunakan bensin yang kualitas

    Cara perawatan ampuh yang cukup penting adalah menggunakan bahan bakar yang berkualitas. Namun cara yang satu ini bisa dikatakan susah susah gampang. Pasalnya sering kali dijumpai orang yang menjual bensin campuran. Oleh karenanya anda perlu lebih berhati-hati. Mengingat kualitas bahan bakar sangat berpengaruh pada kualitas keinerja mesin motor anda, maka sebaiknnya anda mengisi bahan bakar di tempat yang dikelola oleh pemerintah seperti POM bensin Pertamina atau tempat penjualan bahan bakar yang memang sudah terpercaya.

    Namun tak menutup kemungkinan, biasanya pada setiap kendaraan bermotor pasca penggunaan selama lima tahun, maka performa mesin serta komponen lainnya akan menurun. Sehingga akan lebih tepat jika anda mengganti kendaraan dengan yang baru tentunya. Sebab jika tidak maka motor tersebut akan sangat sering memerlukan servis sebab performanya yang terus menerus menurun.

    •  Lakukan pengantian oli Shockbreaker

    Oli memang tidak hanya dibutuhkan pada bagian komponen mesin saja, namun juga dibutuhkan pada shockbreaker. Maka dari itu perlu adanya penggantian oli dengan tujuan supaya kondisi shock motor tetap berfungsi dengan normal. Adapun untuk acuan penggantian oli shockbreaker dapat anda lakukan setiap motor mencapai 10.000 km.

    •  Lakukan servis secara berkala di bengkel terpercaya

    Perawatan sepeda motor berupa servis secara berkala biasanya meliputi penggantian oli, memberishkan komponen karburator serta seting motor. Maka dari itu kami sarankan untuk melakukan servis di bengkel-bengkel resmi terpecaya untuk menanyakan apakah kondisi aki masih layak digunakan, apakah vanbelt dan juga roler perlu diganti, dan masih banyak lainnya. Dengan memilih bengekl terpercaya anda akan mendapatkan cuku cadang yang original. Adapun servis sepeda motor ini sebaiknya dilakukan kurang lebih 3 bulan sekali demi menjaga performace motor matic anda tetap prima.

  • Penyebab Starter Motor Tidak Berfungsi

    Penyebab Starter Motor Tidak Berfungsi

    Penyebab Starter Motor Tidak Berfungsi biasanya karena arang kumparan / Brush terputus atau bisa jadi gosong yang disebabkan karena konslet. Starter Motor Tidak Berfungsi tiba-tiba tentu membuat penggunan sepeda motor tidak nyaman & sangat mengganggu. Untuk anda perlu mengetahui Penyebab Starter Motor Tidak Berfungsi sebagai antisipasi. Maka pada kesempatan kali ini wartaoto.com akan mengulas tentang penyebab starter motor tidak menyala beserta cara mengecek kerusakan pada starter motor. Simak selengkapnya dibawah ini!

    Penyebab Starter Motor Tak Berfungsi

    • Aki Aus / Tekor

    Umumnya elektrik starter sepeda motor memerlukan tegangan listrik 12 Volt pada aki ataupun baterai prima (kinerjanya masih normal). Sementara, aki yang aus/tekor tak memiliki tegangan sebesar itu. Saat tegangan aki sudah tekor maka biasanya lampu-lampu masih dapat menyala, namun tidak kuat untuk menyalakan elektrik starter.

    • Sekring Putus

    Selanjutnya Penyebab Starter Motor Tidak Berfungsi ialah sekring yang putus. Sekring pada motor berfungsi untuk mengamankan arus listrik pada komponen elektronik yang ada di kendaraan bermotor. Biasanya sekring elektrik starter mempunyai ukuran 20 A, sehingga jika arus tegangan yang diterima lebih tinggi maka Sekring bisa menjadi putus. Nah, jika sekering putus, tidak akan berfungsi.

    • Kabel Starter bermasalah

    Penyebab lainnya adanya masalah pada kabel starter. Biasanya karena koneksi yang tak sempurna, dan masalah yang lebih serius adanya salah satu kabel yang terbakar.

    • Kerusakan pada Relay starter

    Relay pada motor starter ini ibarat jembatan untuk arus listrik dari aki ke dinamo starter yang sering kali menerima arus listrik yang besar dan relay starter pun rusak.

    • Koil Starter rusak

    Salah satu penyebab starter motor tidak dapat berfungsi berikutnya ialah kerena terjadi kerusakan/masalah pasa koil. Koil sendiri berperan untuk meningkatkan besarnya arus listrik dan kemudian akan diteruskan menuju busi agardapat menghasilkan percikan api. Apabila koil bermasalah, maka sistem perapian pun jadi terganggu dan akhirnya motor sulit distarter.

    • Switch starter bermasalah

    Terakhir, penyebab dari starter motor tak nyala terdapat pada switch starter. Switch starter berperan sebagai penyambung sekaligus penyalur arus listrik. Nah jika switch starter error, maka starter pun tak bisa berfungsi

    Cara Cek Penyebab Starter Motor Mati

    • Coba Cek Kondisi Koil
    • Coba Pastikan kondisi Sekring
    • Cek Tegangan aki menggunakan Multimeter
    • Pastikan kondisi Dinamo pada motor
    • Coba sek relay starter
  • Fungsi Solenoid Pada Motor Starter. Simak Selangkapnya!

    Fungsi Solenoid Pada Motor Starter. Simak Selangkapnya!

    Fungsi Solenoid Pada Motor Starter ialah menjadi saklar elektromagnetic, karena motor starter sendiri memerlukan energi listrik yang sangat besar supaya putara pada armatur / angker dapat digunakan untuk memutar mesin melalui flywheel & ring gear. Solenoid atau magnetic swicth juga merupakan salah satu komponen yang sering menyebabkan bunyi tek tek saat kendaraan roda empat distarter.

    Untuk sepeda motor, komponen solenoid ini bisa anda lihat pada motor starter yang terletak di luar bodi motor & berbentuk seperti tabung yang lebih kecil jika dibanding bodi motor starter. Pada solenoid pada motor starter terdapat sebuah plunger terbuat dari besi & terhubung langsung dengan pinion gear melalui drive lever. Sementara dibagian dalam solenoid ini berisi kumparan kawat tembaga yang disebut Pull in Coin & Hold in Coil. Nah, jadi apa saja sih Fungsi Solenoid Pada Motor Starter itu? Simak terus ulasan wartaoto.com ini sampai akhir ya!

    Fungsi Solenoid Pada Motor Starter

    Secara garis besar ada dua fungsi utama Solenoid, yaitu:

    1. Sebagai saklar elektromagnetik

    Saklar elektromagnetik ini bekerja menggunakan medan magnet untuk menghubungkan sebuah kontak terminal listrik. Untuk motor startersendiri, solenoid ini akan menyambungkan Terminal C / kumutator dengan Terminal 30 / baterai. Karena proses kinerja motor starter membutuhkan arus listrik yang cukup besar, maka diperlukan saklar untuk menahan beban dan juga panas ketika arus listrik yang cukup besar itu mengalir dari titik satu ke titik lainnya. Maka disini solenoid akan bekerja seperti relay yang digerakkan secara elektromagnetik.

    2. Menarik bagian plunger supaya pinion gear terhubung dengan ring gear

    selanjutnya fungsi Solenoid juga untuk menarik plunger yang terletak dibagian tengah solenoid supaya bisa mendorong pinion gear sehingga dapat terkait  / terhubung dengan ring gear. Sepereti yang dijelaskan diatas, di dalam solenoid itu ada dua kumparan (Hold in Coil & Pull in Coil).

    Pull in Coil : menarik plunger ke dalam solenoid & menekan pegas pengembali secara bersamaan

    Hold in Coil : menahan bagian lunger supaya tetap tertahan pada posisii tertarik.

    Kumparan Hold in Coil ini perlu dipasangkan, sebab Hold in Coil dapat mencegah. Pegas pengembali / return spring kembali mendorong plunger keluar. Apabila plunger ternyata terdorong keluar maka pinion gera akan kembal masuk ke dalam motor & tak terhubung dengan ring gear. Oleh karna itu, agar membuat pinion gear tetap terhubung dengan ring gear maka kumparan Hold in Coil perlu diaktifkan.

    Demikianlah ulasan kami tentang Fungsi Solenoid di Motor Starter. Semoga bermanfaat 🙂

  • Kelebihan dan Kekurangan Oli Prima XP Untuk Motor

    Kelebihan dan Kekurangan Oli Prima XP Untuk Motor

    Kelebihan dan Kekurangan Oli Prima XP Untuk Motor – Prima XP adalah oli andalan dari Pertamina yang sebenarnya diperuntukkan kendaraan roda empat yaitu mobil. Akan tetapi, banyak para pengguna sepeda motor yang menggunakan oli Prima XP untuk motornya. Lalu apakah Kelebihan dan Kekurangan Oli Prima XP Untuk Motor?

    simak terus ya! Karena wartaoto.com akan membahasnya disini.

    Mengutip laman resmi Pertamina bahwa Oli Prima XP dengan kekentalan 20W-50 ini cocok bagi penggunaan mesin kendaraan terbaru dengan bahan bakar mesin. Pelumas Prima XP SAE 20W-50 direkomendasikan untuk mesin kendaraan terbaru yang menggunakan bahan bakar mesin yaitu kendaraan-kendaraan keluaran terbaru dengan multi katup yang dibekali sistem DOHC/Twin Cam. Karena Pelumas Prima XP ini mampu memenuhi tuntuan yang ekstrim seperti kegiatan balap mobil/rally yang membutuhkan pelumas performanse level API Service SJ/CF, CCMC (ACEA) G5/PD2. Selain itu, pelumas ini juga bisa dipakai untuk kendaraan bensin dengan syarat API Service SH dan sebelumnya dan untuk kendaraan mesin diesel tugas sedang.

    Kelebihan Oli Prima XP

    • Menguramgi terjadinya selip pada kopling
    • Suara mesin motor menjadi lebih halus
    • Harga ekonomis yaitu 1 liter oli Prima XP dibanderol Rp.40.000
    • Mampu mencegah terbentuknya deposit pada piston sehingga menjaga mesin tetap bersih dan memperpanjang usia penggunaan mesin
    • Oli Prima XP tersedia dalam takaran 4 liter & 1 liter, dimana takaran 1 liter sangat praktis untuk sepeda motor
    • Diklaim mampu bertahan dari kerusakan serta memberi perlindungan dari korosi yang lebih abik daripada pelumas lain
    • Oli Prima XP memiliki kekentalan ganda (multi grade) sehingga tetap bekerja optimal baik dalalm suhu rendah ataupun tinggi
    • Sudah terserifikasi termasuk SJ/CD, CCMC dan lainnya
    • Smart Shield Technology
    • Mampu menjaga kestabilan performa mesin sepanjang jalan.

    Kekurangan Oli Prima XP

    • Bisa menghilangkan garansi mesin motor, karena oli prima xp ini secara terbuka tidak diperuntukkan bagi sepeda motor
    • Masih terbuat dari bahan baku mineral murni
    • Dari hasil tertimoni pemakaian, oli ini membuat kinerja mesin ‘berat’ di putaran awal, namun mampu berlari pada rpm tinggi.
  • Fungsi Lampu Hazard Pada Motor

    Fungsi Lampu Hazard Pada Motor

    Fungsi Lampu Hazard Pada Motor adalah sebagai tanda untuk kendaraan lain dibelakang jika ada keadaan darurat atau bahkan bahaya. Bagi kendaraan roda empat, Fungsi Lampu Hazard untuk memberikan isyarat bahwaw kendaraan tersebut sedang mengalami masalah, seperti ban pecah atau mogok ditengah jalan. Saat ini sudah banyak sepeda motor yang sudah dibekali dengan Lampu Hazard.

    Adapun aturan pemakaian lampu Hazard ketika keadaan darurat/bahaya juga sudah dijelaskan melalui UU LLAJ (Lalu Lintas dan Angkatan Jalan) nomomr 22 tahun 2009 yaitu:

    “Bagi setiap pengguna kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu tanda isyarat peringatan darurat, ataupun isyarat lainnya ketika berhenti dan parkir dalam keadaan darurat di jalan”. Agus Sani, selaku Head of Safety Riding Promotion Wahana juga ikut membenarkakn hal ini bahwa Fungsi Lampu Hazard Pada Motor adalah untuk memberikan tanda isyarat di saat kendaraan berhenti dalam keadaan darurat sebagaimana peraturan dari pemerintah.

    “Fungsi Lampu Hazard sebenarnya itu tanda isyarat ketika sebuah kendaraan berhenti darurat, akan tetapi kini memang banyak disalahgunakan oleh beberapa pengguna kendaraan” kata Agus yang kami kutip dari kompas.

    Menurut Agus, terjadinya kesalahgunaan fungsi Lampu Hazard karena minimnya pengetahuan yang dimiliki pengendara tentang aturan lalu lintas. Kebanyakan Lampu Hazard digunakan pengguna sepeda motor sebagai tanda rombongan yang sedang touring di jalan raya, tentu ini tidak benar. Masih ditemui juga penyalahgunaan lampu Hazard pada saat perempatan padahal kendaraan mengambil jalur lurus dan ini membahayakan pengendara lain dibelakang karena tidak bisa memprediksi kemana arah kendaraan di depannya.

    “Penggunaan lampu Hazard pada motor itu penting, namun biasanya lampu ini hanya terdapat pada motor jenis besar. Karena Fungsi Lampu Hazard Pada Motor tersebut untuk memberi tanda isyarat ketika mengalami mogok dijalan” tambah Agus. Selain itu, Fungsi Lampu Hazard juga sebagai isyarat bagi pengemudi dibelakang untuk waspada / berhati-hati karena di depan ada bahaya, seperti misalnya ada kecelakaan / ada kendaraan lain yang ingin menyeberang.

    Itulah Fungsi Lampu Hazard Pada Motor yang bisa wartaoto.com sampaikan, semoga  informasi ini bermanfaat bagi anda:)

     

  • Fungsi Brush Motor Starter Dan Efek Brush Aus

    Fungsi Brush Motor Starter Dan Efek Brush Aus

    Fungsi Brush Motor Starter adalah untuk menyalurkan / meneruskan listrik dari Field Coil menuju amature coil lalu ke kumutator dan terakhir ke massa. Brush merupakan komponen penting yang jika diabaikan, motor starter anda sulit dinyalakan atau tidak bisa distarter. Brush Pada Motor Starter sendiri terbuat dari tembaga lunak & karbon yang bisa aus karena brush ini akan bersinggung dengan komutator yang berputar. Jika ditimbang, lebih baik brush aus daripada komutatornya yang aus, karena harga brush lebih ekonomis daripada komutator.

    Brush pada motor starter terletak di bagian main motor dengan rangkaian sikat sebagai penghubung aliran listrik menuju dinamis konduktor lewat konduktor statis. Artinya, brush mengirim sinyal arus listrik dari terminal50 ke armature coil. Karena Fungsi Brush Motor Starter cukup penting, maka kali ini wartaoto.com akan mengulasnya sekaligus efek brush yang aus. Terdapat dua jenis brush pada motor starter yaitu:

    • Brush Positif = 2 buah
    • Brush Negatif = 2 buah

    Dampak Brush yang aus ketika bersinggung dengan komutator menyebabkan tahanan menjadi semakin besar sehingga tahanan itu tidak dapat bekerja secara maksimal. Dari arus yang tidak maksimal ini berpengaruh pada putaran. Alhasil putaran yang dihasilkan menjadi kurang optimal.

    Penyebab Carbon Brush Cepat Habis

    Kualitas bahan yang kurang baik sehingga cepat panas dan mudah terbakar akibat pergesekan ekstrim. Pemakaian mesin yang terlalu lama dan dipaksa serta cara pakai yang salah

  • Rekomendasi Minyak Rem Motor yang Bagus & Harga Terbaru

    Rekomendasi Minyak Rem Motor yang Bagus & Harga Terbaru

    Halo Kawan Oto! Merawat kendaraan termasuk memilih minyak rem motor yang tepat adalah langkah penting untuk memastikan keamanan dan performa optimal. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa rekomendasi minyak rem motor yang bagus di pasaran saat ini, serta memberikan gambaran mengenai harga-harga terbaru. Mari kita selami dunia minyak rem motor bersama!

    1. Castrol React SRF Racing – Performa Tinggi di Setiap Pengendaraan

    Spesifikasi:

    • Tipe: Minyak Rem Silikon
    • Performa: Tinggi pada kondisi pengereman ekstrem
    • Keunggulan: Tahan panas, mengurangi fading pada pengereman berulang

    Harga (estimasi):

    • Botol Kecil (500 ml): Rp 200.000 – Rp 250.000
    • Botol Besar (1 liter): Rp 400.000 – Rp 500.000

    2. Endless RF-650 – Solusi untuk Pengereman yang Presisi

    Spesifikasi:

    • Tipe: Minyak Rem DOT 4
    • Performa: Presisi tinggi, pengereman konsisten
    • Keunggulan: Tahan panas, formulasi anti-fade

    Harga (estimasi):

    • Botol Kecil (500 ml): Rp 150.000 – Rp 200.000
    • Botol Besar (1 liter): Rp 300.000 – Rp 400.000

    3. Motul RBF 600 – Kinerja Tinggi di Jalan Raya dan Trek Balap

    Spesifikasi:

    • Tipe: Minyak Rem DOT 4
    • Performa: Tinggi pada berbagai kondisi, termasuk balap
    • Keunggulan: Daya tahan tinggi terhadap suhu tinggi, minim fading

    Harga (estimasi):

    • Botol Kecil (500 ml): Rp 180.000 – Rp 230.000
    • Botol Besar (1 liter): Rp 350.000 – Rp 450.000

    4. Brembo LCF 600 Plus – Untuk Pengereman Ekstrem dan Daya Tahan Tinggi

    Spesifikasi:

    • Tipe: Minyak Rem DOT 4
    • Performa: Cocok untuk kondisi balap dan penggunaan harian
    • Keunggulan: Daya tahan tinggi terhadap suhu tinggi, formulasi anti-fade

    Harga (estimasi):

    • Botol Kecil (500 ml): Rp 160.000 – Rp 210.000
    • Botol Besar (1 liter): Rp 320.000 – Rp 420.000

    5. ATE Typ 200 – Minyak Rem DOT 4 dengan Formula Anti-Oxidation

    Spesifikasi:

    • Tipe: Minyak Rem DOT 4
    • Performa: Cocok untuk pengereman berulang, daya tahan tinggi terhadap panas
    • Keunggulan: Anti-oksidasi untuk umur pakai yang lebih lama

    Harga (estimasi):

    • Botol Kecil (500 ml): Rp 140.000 – Rp 190.000
    • Botol Besar (1 liter): Rp 280.000 – Rp 380.000

    6. Enkei RF-650 – Solusi Ekonomis dengan Kinerja yang Baik

    Spesifikasi:

    • Tipe: Minyak Rem DOT 4
    • Performa: Kinerja baik pada berbagai kondisi
    • Keunggulan: Ekonomis dengan performa yang memuaskan

    Harga (estimasi):

    • Botol Kecil (500 ml): Rp 100.000 – Rp 150.000
    • Botol Besar (1 liter): Rp 200.000 – Rp 300.000

    Bagaimana Memilih Minyak Rem yang Tepat?

    1. Sesuaikan dengan Spesifikasi Kendaraan: Pastikan minyak rem yang Anda pilih sesuai dengan spesifikasi DOT yang direkomendasikan oleh produsen kendaraan Anda.

    2. Pertimbangkan Kondisi Penggunaan: Jika Anda melakukan pengereman ekstrem atau berada di lingkungan dengan suhu tinggi, pilihlah minyak rem dengan daya tahan tinggi terhadap panas.

    3. Baca Ulasan Pengguna: Ulasan dari pengguna yang sebelumnya telah mencoba minyak rem dapat memberikan wawasan berharga mengenai kinerja dan ketahanan minyak tersebut.

    4. Budget: Pertimbangkan anggaran Anda. Ada banyak pilihan dengan berbagai kisaran harga, dan seringkali minyak rem yang baik tidak selalu mahal.

    5. Konsultasikan dengan Ahli Servis: Jika Anda merasa bingung, konsultasikan dengan ahli servis atau mekanik yang dapat memberikan saran berdasarkan kondisi kendaraan Anda.

    Faktor-Faktor Penting dalam Pemilihan Minyak Rem Motor

    Kawan Oto, dalam memilih minyak rem motor, ada beberapa faktor penting yang perlu Anda pertimbangkan agar Anda dapat memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan Anda. Mari kita bahas lebih lanjut:

    1. Kompatibilitas dengan Sistem Rem Kendaraan:

    Sebelum memilih minyak rem, pastikan untuk memeriksa panduan pemilik kendaraan Anda. Beberapa kendaraan mungkin membutuhkan jenis minyak rem tertentu sesuai dengan sistem pengereman yang mereka gunakan. Misalnya, beberapa kendaraan menggunakan sistem pengereman ABS yang memerlukan minyak rem khusus.

    2. Kondisi Penggunaan Kendaraan:

    Ketahui kondisi penggunaan kendaraan Anda. Jika Anda sering mengemudi di daerah berbukit atau terlibat dalam aktivitas pengereman ekstrem, Anda mungkin memerlukan minyak rem dengan daya tahan panas yang tinggi dan formulasi anti-fade. Sebaliknya, untuk penggunaan harian yang lebih ringan, minyak rem dengan performa standar mungkin sudah cukup.

    3. Kualitas Bahan:

    Perhatikan bahan dasar yang digunakan dalam minyak rem. Minyak rem berkualitas tinggi cenderung terbuat dari bahan-bahan yang memenuhi standar industri tertentu. Sebagai contoh, minyak rem DOT 4 umumnya mengandung bahan yang dapat menahan suhu tinggi dan memberikan stabilitas kinerja yang baik.

    4. Tahan Lama dan Anti-Oksidasi:

    Minyak rem yang tahan lama dan memiliki sifat anti-oksidasi dapat meningkatkan umur pakai minyak dan memastikan kinerjanya tetap stabil dalam jangka waktu yang lama. Ini dapat membantu mengurangi frekuensi penggantian minyak rem dan meningkatkan efisiensi biaya perawatan kendaraan.

    5. Kondisi Iklim:

    Jika Anda berada di daerah dengan iklim ekstrem, seperti suhu yang sangat tinggi atau sangat rendah, pilihlah minyak rem yang dirancang untuk tahan terhadap kondisi tersebut. Beberapa minyak rem memiliki formulasi khusus untuk berbagai kondisi iklim.

    6. Ulasan Pengguna:

    Baca ulasan dari pengguna lain yang telah mencoba minyak rem yang Anda pertimbangkan. Pengalaman mereka dapat memberikan wawasan yang berharga tentang kinerja sehari-hari, daya tahan, dan kualitas minyak rem tersebut.

    7. Petunjuk Penggunaan Produsen:

    Selalu ikuti petunjuk penggunaan yang diberikan oleh produsen minyak rem dan kendaraan Anda. Petunjuk ini memberikan panduan tentang penggantian minyak rem dan jenis minyak rem yang disarankan.

    Menghitung Biaya Pemeliharaan dalam Jangka Panjang: Meskipun minyak rem berkualitas tinggi mungkin memiliki harga yang lebih tinggi secara langsung, tetapi memilih produk yang baik dapat membantu Anda mengurangi biaya pemeliharaan dalam jangka panjang. Minyak rem yang bagus dapat melindungi komponen pengereman Anda, mencegah keausan berlebihan, dan meningkatkan umur pakai sistem pengereman secara keseluruhan.

    Menghitung Budget dengan Bijak: Penting untuk menentukan budget Anda dan mencari minyak rem yang sesuai. Ada berbagai merek dan tipe minyak rem dengan harga yang bervariasi, dan seringkali ada pilihan yang baik di setiap kisaran harga. Yang terpenting adalah memastikan bahwa minyak rem yang Anda pilih memenuhi persyaratan kendaraan Anda dan memberikan performa yang diinginkan.

    Kesimpulan

    Kawan Oto, pemilihan minyak rem motor adalah langkah yang tidak boleh dianggap enteng dalam perawatan kendaraan Anda. Keamanan berkendara Anda sangat tergantung pada performa pengereman yang optimal. Dengan memilih minyak rem yang sesuai dengan kebutuhan dan merawat sistem pengereman secara rutin, Anda dapat memastikan bahwa kendaraan Anda selalu siap dan aman untuk perjalanan. Semoga informasi ini membantu Anda membuat keputusan yang bijak dalam merawat kendaraan Anda. Selamat berkendara dengan aman!

  • Mengenal Roller Motor Pada Kendaraan

    Mengenal Roller Motor Pada Kendaraan

    Kawan Oto, selamat datang dalam penjelajahan dunia roller motor, sebuah komponen yang mungkin terlihat sederhana, namun memegang peran penting dalam sistem transmisi sepeda motor modern. Dalam artikel ini, kita akan membahas Mengenal Roller Motor yakni teknologi di balik roller motor, keunggulan penggunaannya, dan beberapa tips perawatan agar roller motor tetap berfungsi dengan optimal.

    Apa Itu Roller Motor?

    Sebelum kita masuk lebih dalam tentang mengenal roller motor, mari kita pahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan roller motor. Roller motor adalah bagian dari sistem transmisi sepeda motor yang terletak di dalam CVT (Continuous Variable Transmission). Fungsinya adalah mengatur perpindahan kecepatan dengan cara mengubah rasio antara pulley variabel di dalam CVT. Dengan merubah rasio ini, roller motor memungkinkan mesin bekerja pada putaran optimal dalam berbagai kecepatan kendaraan.

    Komponen Utama Roller Motor

    1. Roller: Roller adalah komponen berbentuk silinder yang berputar di dalam pulley. Saat roller bergulir, ia menyentuh dinding dalam pulley dan secara efektif mengubah rasio kecepatan.
    2. Pulley Variabel: Roller motor bekerja di dalam dua pulley variabel yang bisa berubah ukurannya. Pulley ini berfungsi seperti roda gigi yang dapat disesuaikan, memungkinkan perubahan rasio secara terus-menerus sesuai kebutuhan.
    3. Spring dan Bushing: Roller motor ditempatkan di antara spring dan bushing untuk memberikan ketegangan yang diperlukan. Spring memberikan tekanan agar roller tetap berada dalam posisi yang benar.

    Keunggulan Roller Motor

    1. Efisiensi Bahan Bakar: Salah satu keunggulan utama roller motor adalah meningkatkan efisiensi bahan bakar. Dengan kemampuannya mengubah rasio kecepatan secara otomatis, roller motor membantu mesin beroperasi pada putaran optimal, mengoptimalkan penggunaan bahan bakar.
    2. Kenyamanan Berkendara: Sistem CVT dengan roller motor memberikan pengalaman berkendara yang lebih halus tanpa terasa nyata ketika transmisi berpindah antara kecepatan. Ini memberikan kenyamanan ekstra untuk pengendara, terutama dalam kondisi lalu lintas yang berhenti-start.
    3. Akselerasi Lebih Cepat: Roller motor memungkinkan akselerasi yang lebih cepat dan responsif karena tidak ada jeda antara perpindahan gigi. Kendaraan dengan roller motor seringkali memberikan kinerja yang lebih baik dalam hal akselerasi.
    4. Pemeliharaan yang Rendah: Roller motor biasanya memerlukan pemeliharaan yang lebih sedikit dibandingkan dengan transmisi manual konvensional. Ini membuatnya menjadi pilihan yang praktis dan ekonomis bagi banyak pengendara.

    Tips Perawatan Roller Motor

    1. Ganti Roller secara Berkala: Roller motor mengalami keausan seiring waktu. Disarankan untuk mengganti roller secara berkala sesuai dengan rekomendasi pabrikan untuk memastikan kinerja yang optimal.
    2. Perhatikan Tanda-tanda Kegagalan: Jika Anda mulai mendengar bunyi aneh atau mengalami penurunan kinerja mesin, ini bisa menjadi tanda-tanda bahwa roller motor perlu diperiksa atau diganti.
    3. Pemeriksaan Tegangan Spring: Pastikan spring pada roller motor memiliki tegangan yang sesuai. Jika spring terlalu lemah atau terlalu tegang, ini dapat mempengaruhi kinerja roller motor.
    4. Gunakan Oli yang Tepat: Beberapa sistem CVT memerlukan oli khusus. Pastikan Anda menggunakan oli yang direkomendasikan oleh pabrikan untuk mencegah gesekan berlebih dan memastikan pelumasan yang optimal.
    5. Hindari Overload Berat Kendaraan: Jika Anda menggunakan sepeda motor untuk mengangkut beban berat, hindari menggunakannya melebihi kapasitas yang direkomendasikan. Overload dapat memberikan tekanan berlebih pada roller motor.

    Cara Roller Motor Berinteraksi dengan Sistem CVT

    Roller motor beroperasi dalam kerangka sistem CVT yang kompleks. Saat roller bergulir, diameter efektif pulley berubah, mengubah rasio gear secara terus-menerus. Ini memungkinkan mesin untuk beroperasi dalam rentang putaran optimal, memberikan efisiensi dan respons yang baik dalam berbagai situasi berkendara.

    Roller motor memiliki peran krusial dalam menentukan rasio transmisi yang sesuai dengan kebutuhan saat berkendara. Semakin besar roller, semakin lambat perubahan rasio transmisi, dan sebaliknya. Oleh karena itu, pemilihan roller yang tepat dapat mempengaruhi performa dan karakteristik berkendara sepeda motor.

    Memilih Roller yang Tepat

    1. Ukuran Roller: Ukuran roller dapat mempengaruhi kinerja sepeda motor. Roller yang lebih berat cenderung memberikan akselerasi yang lebih baik pada kecepatan rendah, sementara roller yang lebih ringan dapat meningkatkan kecepatan puncak.
    2. Bahan Konstruksi: Roller motor umumnya terbuat dari bahan paduan logam atau plastik. Roller logam mungkin lebih tahan lama, tetapi dapat menimbulkan beban yang lebih besar pada sistem CVT. Sementara itu, roller plastik biasanya lebih ringan dan bisa memberikan efisiensi yang lebih baik.
    3. Profil Permukaan: Bentuk permukaan roller juga mempengaruhi kinerja. Roller dengan profil yang lebih kasar dapat meningkatkan daya cengkeram pada pulley, yang bermanfaat untuk meningkatkan traksi dan akselerasi.
    4. Perhatikan Spesifikasi Kendaraan: Pabrikan sepeda motor biasanya merekomendasikan spesifikasi roller yang tepat untuk kendaraan mereka. Jangan ragu untuk mengacu pada panduan pengguna atau mengonsultasikan teknisi terkait pemilihan roller yang sesuai.

    Pentingnya Perawatan Roller Motor

    Setelah kita mengatahui dan mengenal roller motor lebih jauh, kini saatnya kita beralih pada pentingnya perawatan roller motor yang merupakan kunci untuk memastikan sistem transmisi berfungsi dengan baik dan kendaraan Anda tetap dalam kondisi optimal. Berikut beberapa poin penting dalam perawatan roller motor:

    1. Gantilah Roller Secara Berkala: Roller motor mengalami keausan seiring waktu. Gantilah roller sesuai dengan jadwal pemeliharaan yang direkomendasikan oleh pabrikan untuk memastikan kinerja yang optimal.
    2. Periksa Spring dan Bushing: Pastikan untuk memeriksa kondisi spring dan bushing di sekitar roller motor. Spring yang kendur atau bushing yang aus dapat mempengaruhi kinerja roller.
    3. Gunakan Oli yang Tepat: Pastikan penggunaan oli yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan untuk transmisi CVT. Penggunaan oli yang tidak tepat dapat menyebabkan gesekan berlebih dan mengurangi efisiensi.
    4. Pemeriksaan Rutin Saat Servis Kendaraan: Saat melakukan servis berkala kendaraan, pastikan untuk memeriksa komponen roller motor dan sistem CVT secara menyeluruh. Temuan masalah yang dini dapat mencegah kerusakan lebih lanjut.
    5. Jangan Abaikan Tanda-tanda Kegagalan: Jika Anda mendengar bunyi aneh atau merasakan penurunan kinerja kendaraan, segera periksakan kendaraan Anda ke bengkel. Roller motor yang rusak dapat menyebabkan masalah yang lebih serius jika diabaikan.

    Mengatasi Masalah dengan Roller Motor

    Jika Anda mengalami masalah dengan roller motor, seperti penurunan kinerja atau bunyi yang tidak biasa, ada beberapa langkah yang dapat diambil:

    1. Pemeriksaan Visual: Periksa visual roller motor untuk melihat apakah ada tanda-tanda aus, goresan, atau kerusakan lainnya.
    2. Pemeriksaan Pulley: Periksa pulley variabel untuk memastikan tidak ada kerusakan atau keausan yang signifikan.
    3. Periksa Tegangan Spring: Pastikan spring pada roller motor memiliki tegangan yang sesuai. Spring yang lemah dapat mengurangi kinerja roller.
    4. Bersihkan dan Pelumas Roller Secara Berkala: Bersihkan dan beri pelumas pada roller sesuai dengan panduan pabrikan untuk memastikan pergerakan yang lancar.
    5. Konsultasikan dengan Teknisi: Jika Anda tidak yakin atau mengalami masalah yang kompleks, segera konsultasikan dengan teknisi atau mekanik yang berpengalaman.