Penulis: administrator

  • 5 Tips Penting Merawat Tanki Motor Agar tidak Berkarat

    5 Tips Penting Merawat Tanki Motor Agar tidak Berkarat

    Merawat tanki motor – Salah satu masalah yang dihadapi pemilik sepeda motor adalah tanki motor yang berkarat. Akibat tanki motor yang berkarat bisa membuat kinerja mesin akan terganggu dikarenakan penumpukan pada filter bensin atau masuk ke sistem injeksi atau karburator.

    Ada beberapa faktor penyebab yang membuat tanki motor berkarat, salah satunya yakni motor terlalu lama disimpan atau tidak dikendarai terutama saat motor disimpan diarea yang terbuka. Hal ini dikarenakan udara dan kelembapan menjadi kondisi yang penting bagi tanki motor, jika bensin yang ada di tanki terlalu lama, uap air ditangki bisa menjadi penyebab timbulnya karat. Hal ini bisa dihindari jika anda merawat tanki motor dengan cara mengkosongkan isi dari tanki motor jika motor anda tidak digunakan dalam jangka lama.

    Disadari atau tidak terkadang masalah mesin muncul dikarenakan kita jarang merawat motor dengan baik. Salah satunya ialah tanki motor yang berkarat bisa menyebabkan motor tiba tiba mogok karna sistem pembakarannya tidak sempurna dikarenakan terhambat kotoran atau karat. Oleh karena itu, ada baiknya kita selalu memperhatikan dan merawat tanki motor kita agar terhindar dari karat agar meminimalisir hal hal yang mungkin akan terjadi jika kondisi tanki motor kita berkarat.

    Sebelum kita mengetahui 5 Tips Penting Merawat Tanki Motor, ada baiknya kita juga harus mengetahui penyebab tanki motor bisa berkarat :

    Penyebab Tanki Motor Bisa Berkarat

    • Tidak Pernah isi Tangki Motor Full

    Tanki motor yang tidak pernah terisi penuh bisa mengakibatkan timbulnya karat. Hal ini terjadi lantaran bensi yang ada didalam tanki memiliki sifat menguap. Uap inilah yang menyebabkan karat bisa timbul diruang kosong dalam tanki motor.

    Jadi, usahakan agar tanki motor kita selalu di isi penuh. setidaknya dalam 3-4 kali pengisian ada satu pengisian yang mesti di isi penuh atau full tank

    • Tangki Motor Kemasukan Air

    Permasalahan ini lebih sering menimpa tanki motor yang terpasang diluar jok motor. Hal ini bisa terjadi karena air bisa masuk ke dalam tanki motor melewati celah dari tutup tanki yang tidak tertutup rapat. Maka dari itu slalu cek dan pastikan tutup tanki motor kita tertutup rapat.

    Ada istilah mencegah lebih baik dari mengobati. Sebelum tangki motor kita berkarat, ada baiknya kita lakukan pencegahan dengan rutin merawat tangki motor. Berikut tips merawat tanki motor agar terhindar dari karat :

    5 Tips Penting Merawat Tanki Motor Agar tidak Berkarat

    1. Selalu Isi Penuh Tangki Bahan Bakar

    Tips pertama merawat tanki motor dengan sllalu mengisi penuh bensin ke dalam tanki motor anda. Hal ini bisa meminimalisiri terjadi karat dikarenakan udara merupakan salah satu komponen penyebab karat, terlebih jika bercampur dengan air. Pasalnya air bisa masuk ke dalam tanki motor saat anda mencuci motor atau saat terkena hujan.

    2. Hindari meyemprotkan air terlalu kencang ke arah tutup tangki ketika menyuci motor.

    Meski anda sudah mengunci rapat tutup tanki motor. Hal ini bisa menjadi sebab kecil dikarenakan walau hanya embun atau resapan kecil, air dapat masuk kedalam tanki motor anda saat mencuci motor.

    3. Kuras secara rutin tangki motor

    Tips merawat tanki motor selanjutnya dengan cara menguras tanki motor secara rutin. Denganm rutin menguras tanki motor bisa mencegah menumpuknya kotoran yang bisa membuat karat dan mesin tersendat.

    4. Hindari membeli bensin di pedagang eceran

    Tips merawat tanki motor yang ke empat yakni hindari membeli bensin di pedagang eceran. Tentu hal ini bukan tanpa alasan, sebab penjual eceran biasanya membeli bensin menggunakan kendaraan bertangki besardan jerigen. Hal inilah yang mungkin anda tidak tau, bisa saja karena kondisi tangki dari penjual tesebut tercampur air saat pemindahan bensin.

    5. Isi Bensin dengan Kualitas Baik

    Tips merawat tanki motor yang terakhir yakni sebisa mungkin anda selalu memakai dan membeli bensin yang berkualitas baik dengan mengisinya di SPBU yang pastinya terjamin.

  • Peralatan Wajib saat Touring dengan Sepeda  Motor

    Peralatan Wajib saat Touring dengan Sepeda Motor

    Menjelajahi kota demi kota menggunakan sepeda motor menjadi hobi yang mengasyikkan bagi sebagian orang. Meskipun tantangan dan risikonya cukup besar, hal itu tidak menghalangi mereka untuk melakukan hobi yang satu ini. Apakah Anda ingin mencobanya juga? Jika iya, perhatikan perlengkapan wajib yang harus dibawa saat melakukan touring dengan motor berikut ini.

    Perlengkapan Touring dengan Sepeda  Motor

    Anda boleh-boleh saja memiliki hobi apa pun, tetapi perlu diingat bahwa Anda juga harus memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan. Touring menggunakan sepeda motor sudah tentu memiliki risiko yang tidak boleh disepelekan. Namun, jangan khawatir, dengan persiapan yang matang, touring bisa berjalan lancar. Nah, berikut ini perlengkapan yang harus Anda siapkan sebelum berangkat.

    • Helm dan Masker

    Setiap kali Anda mengendarai sepeda motor, helm sudah pasti tidak boleh dilupakan. Namun, karena jenis helm saat ini begitu banyak, Anda harus memilih helm yang tepat untuk touring. Pilihlah helm dengan model full face karena helm model ini sangat aman dan bisa melindungi wajah dan kepala Anda secara maksimal apabila terjadi benturan.

    Namun, jika terpaksa sekali menggunakan helm yang half face, Anda bisa melengkapinya dengan menggunakan masker. Cara ini penting dilakukan karena sepanjang jalan, pastinya Anda akan berhadapan dengan angin dan debu. Dengan memakai masker, wajah akan terlindungi.

    • Jaket Antiair

    Cuaca di Indonesia saat ini tidak menentu dan sering kali tidak bisa diprediksi. Anda wajib membawa jaket saat melakukan touring, apalagi jika jaraknya cukup jauh. Jaket akan melindungi Anda dari angin selama perjalanan. Agar lebih praktis, bawalah jaket antiair untuk mengantisipasi turunnya hujan di tengah jalan. Daripada menggunakan jas hujan yang merepotkan, jaket berbahan waterproof jauh lebih praktis dan nyaman.

    • Alas Kaki dan Pakaian Ganti

    Jika waktu tempuh perjalanan cukup lama, misalnya lebih dari satu hari, mengenakan alas kaki dan membawa pakaian ganti juga penting demi kenyamanan anda. Alas kaki bisa Anda sesuaikan dengan tema dan rute perjalanan. Pakaian ganti akan Anda butuhkan ketika tubuh berkeringat sehingga pakaian yang Anda kenakan juga tidak nyaman lagi untuk dikenakan.

    • Obat-obatan Pribadi

    Siapkan obat-obatan sederhana yang dibutuhkan untuk memberikan pertolongan pertama jika diperlukan, seperti obat merah, plester, perban, obat sakit kepala, dan obat-obatan pribadi bagi Anda yang membutuhkannya. Jangan sampai perjalanan menjadi terkendala karena Anda tidak siap dengan obat yang dibutuhkan.

    • Uang Tunai

    Bagi sebagian orang, membawa uang tunai mungkin terlihat beresiko. Padahal, hal ini sebenarnya diperlukan saat Anda melewati rute touring motor yang daerahnya tak memiliki ATM atau bank sekalipun. Hanya saja, selalu pisahkan uang Anda di beberapa tempat tertentu di luar dompet Anda, sekedar untuk berjaga-jaga dari kemungkinan Anda mengalami pemerasan atau dompet Anda hilang saat berkendara.

    • Tool Kit

    Untuk mempermudah Anda selama perjalanan touring motor, motor Anda wajib disediakan dengan tool kit. Setidaknya untuk kerusakan minor seperti baut-baut motor yang terasa longgar, atau mengganti beberapa part minor di motor, Anda masih bisa melakukannya sendiri tanpa bantuan mekanik di bengkel motor.

    • Flat Tire Repair Kit

    Perangkat ini mungkin bagi sebagian pengguna motor saat berpergian touring tak begitu penting. Tapi, jika motor Anda mengalami kebocoran ban saat touring, maka perangkat ini sangat berguna. Dilengkapi dengan pompa/tabung gas, obeng, serta lem dan karet untuk tambal ban, kini menambal ban motor Anda bisa dilakukan dengan cepat dan seorang diri.

    • Pisau Lipat

    Melengkapi tool kit, pisau lipat multifungsi pun menjadi salah satu peralatan yang wajib Anda bawa saat touring. Kegunaan pisau lipat ini bukan hanya untuk kebutuhan motor saja, tapi juga bisa berguna untuk Anda. Setidaknya, pastikan pisau lipat yang Anda gunakan memiliki banyak pilihan pisau, sekaligus dalam kondisi masih tajam.

    • Senter dan Pemantik Api

    Penggunaan senter dan pemantik api cukup berguna di kala perjalanan touring motor Anda sudah memasuki waktu malam hari. Jika senter berfungsi sumber cahaya di kala malam hari, penggunaan pemantik api juga mampu menjadi penyelamat di kala Anda harus menyalakan api untuk memasak atau sekedar api unggun.

    • GPS / Peta fisik

    Kemajuan teknologi membuat teknologi navigasi Global Positioning System (GPS) menjadi mudah digunakan, bahkan di kala Anda sedang melakukan touring motor sekalipun. Hanya saja, penggunaan GPS seringkali terhalang oleh sinyal di Indonesia yang tak terlalu baik, sehingga peta fisik masih menjadi andalan utama saat berkendara touring motor. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika GPS dan atau peta fisik ini selalu tersedia saat Anda ingin melakukan touring motor.

    Power Bank

    Untuk Anda yang memiliki smartphone dengan konsumsi daya boros, tersedianya power bank sangatlah berguna di kala touring motor. Dengan kapasitas daya yang besar, power bank siap menjamin smartphone Anda selalu memiliki daya yang cukup untuk Anda gunakan di kala perjalanan. Pastinya, Anda tidak akan mengalami kesulitan untuk berkomunikasi saat mengikuti touring motor.

  • Jangan Abaikan Perawatan Rantai Sepeda Motor

    Jangan Abaikan Perawatan Rantai Sepeda Motor

    Ketika memilih untuk membeli sepeda motor sebagai sarana transportasi, tentu Anda juga harus siap untuk melakukan perawatan. Salah satu perawatan yang sangat penting dilakukan adalah perawatan rantai motor. Karena menyangkut keselamatan berkendara, sebaiknya Anda tidak mengabaikan perawatan rantai motor ini. Apalagi, caranya pun tidak sulit. Berikut beberapa tips yang bisa Anda ikuti.

    Tips Merawat Rantai Motor, Mudah Tetapi Penting

    Siapa pun pasti tidak ingin mengalami kecelakaan atau hal-hal lain yang membahayakan keselamatan dirinya ketika berkendara di jalan raya. Apalagi bagi para pengguna sepeda motor karena kendaraan ini cukup rawan mengalami kecelakaan. Selain berhati-hati ketika mengendarainya, merawat sepeda motor juga menjadi faktor yang sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

    Salah satu perawatan sepeda motor yang penting untuk dilakukan adalah perawatan terhadap rantai motor. Komponen ini harus benar-benar diperhatikan agar perjalanan Anda senantiasa aman. Tulisan di bawah ini akan membahas beberapa tips penting yang mudah dilakukan dalam merawat rantai sepeda motor.

    1. Menggunakan Chain Lube Khusus

    Pelumas rantai motor berfungsi untuk melumasi rantai hingga ke celah mata rantai, sekaligus untuk membantu membersihkan rantai dari kotoran dan debu yang menempel sehingga rantai lebih awet. Jadi, agar Anda tidak perlu terlalu sering menggantinya, rutinlah menggunakan pelumas pada rantai motor Anda.

    Yang juga perlu diperhatikan adalah jangan menggunakan sembarang pelumas untuk melumasi rantai, apalagi menggunakan oli bekas. Meskipun lebih praktis dan lebih murah, cara ini sangat tidak disarankan. Bukannya bersih dan awet, oli bekas justru akan membuat rantai bertambah kotor dan mudah rusak. Lebih baik Anda mengeluarkan biaya lebih tetapi lebih aman dengan membeli chain lube khusus.

    1. Rutin Membersihkan Rantai

    Rantai motor merupakan bagian yang sangat rentan terkena debu, kotoran, tanah, lumpur, dan sebagainya. Apalagi jika kendaraan ini sangat sering Anda gunakan untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, membersihkan rantai secara rutin adalah hal wajib yang tidak bisa ditawar-tawar.

    Lakukan pembersihan rantai secara rutin dan cermat hingga ke celah-celah mata rantai. Agar pembersihan bisa lebih optimal, gunakan berbagai macam produk pembersih rantai. Rantai yang bersih akan membuat kendaraan roda dua Anda bekerja dengan baik dan meluncur di jalanan dengan mulus tanpa hambatan.

    1. Menggunakan Rantai dan Gear Original

    Dalam hal apa pun, memilih komponen yang asli dari pabrikan tentu jauh lebih baik daripada membeli produk KW atau palsu.  Anda memang bisa menghemat biaya karena barang KW pastinya dijual dengan harga yang lebih murah. Namun, jangan salah, bisa-bisa Anda justru harus mengeluarkan banyak uang gara-gara motor mengalami kerusakan yang lebih parah.

    Hal ini juga berlaku untuk rantai sepeda motor. Pastikan Anda selalu menggunakan rantai dan gear yang asli dari pabriknya. Rantai dan gear asli sudah pasti terjamin kualitasnya sehingga Anda akan merasa lebih tenang dan aman dalam menggunakan sepeda motor.

    1. Memeriksa Tegangan Rantai

    Mengecek tegangan rantai secara rutin juga sangat penting untuk mengetahui apakah rantai motor Anda terlalu kencang atau justru sebaliknya, terlalu kendur. Rantai yang kendur akan membuat pemakaian bahan bakar menjadi lebih boros. Namun, untuk melakukan perawatan yang satu ini, Anda hendaknya meminta bantuan mekanik karena jika harus dilakukan penyetelan, sebaiknya hal itu dilakukan oleh ahlinya.

    Selain melakukan perawatan dengan cara-cara di atas, Anda juga perlu tahu bahwa rantai motor juga memiliki batas usia pemakaian, yaitu sekitar 15.000 km. Jadi, kalau batas ini sudah tercapai, gantilah rantai dengan yang baru.

     

  • Cara Memeriksa Radiator Sepeda Motor dan Tips Merawatnya

    Cara Memeriksa Radiator Sepeda Motor dan Tips Merawatnya

    Saat ini, makin banyak sepeda motor yang dilengkapi sistem pendinginan mesin radiator. Komponen ini berfungsi untuk mencegah terjadinya overheat pada mesin motor. Jika perawatannya diabaikan, sepeda motor Anda bisa-bisa harus sering turun mesin. Anda tentu tidak ingin hal itu terjadi, bukan? Untuk itu, Anda perlu melakukan pengecekan rutin dan merawat radiator dengan cara berikut ini.

    Cara Mengecek Air Radiator

    Untuk mengecek air radiator tidaklah sulit, bahkan bisa Anda lakukan sendiri di rumah tanpa perlu membawa sepeda motor ke bengkel. Anda bahkan tidak perlu menggunakan kunci-kunci khusus.

    Biasanya, seperti oli mesin dan minyak rem, Anda bisa memeriksa air radiator dengan cara mengintip melalui lubang intip yang ada pada reservoir cairan radiator. Pada lubang tersebut, Anda akan melihat dua garis indikator, yaitu garis bertuliskan “lower” yang merupakan batas bawah dan “upper” sebagai batas atas.

    Nah, untuk dapat melakukan pengecekan, tentu saja Anda harus mengetahui lebih dahulu letak radiator motor Anda. Sebagai contoh, letak radiator pada motor jenis NMax atau PCX adalah pada bagian belakang dek. Untuk mengeceknya, Anda cukup membuka pelapis dek. Sementara itu, untuk motor naked seperti Vixion, radiator ada di bagian depan mesin.

    Pada jenis motor tertentu, Anda bahkan tidak perlu repot-repot untuk mengintip tabung radiator. Anda bisa mengecek kondisi air radiator hanya dari speedometer. Jika lampu indikator untuk radiator pada panel speedometer tidak menyala atau berkedip-kedip, Anda boleh tenang karena itu artinya, radiator dalam kondisi baik. Sebaliknya, Anda perlu memeriksakan motor ke bengkel jika lampu indikator tersebut menyala.

    Langkah Perawatan Radiator

    Pengecekan radiator pada dasarnya penting untuk dilakukan karena merupakan salah satu cara untuk merawat radiator. Dengan mengecek radiator, Anda bisa mengetahui apakah cairan di dalam reservoir masih dalam batas normal atau tidak.

    Ketinggian cairan radiator harus berada di antara garis lower dan upper pada kondisi mesin motor dingin dan sepeda motor berada di posisi standar tengah. Jika air radiator berada dibawah garis “lower”, tampak kurang, Anda perlu segera menambahkannya sampai ke level “upper”.

    Akan tetapi, menambahkan radiator coolant bukanlah satu-satunya cara merawat radiator sepeda motor. Ada beberapa hal lain yang perlu Anda lakukan dalam melakukan perawatan komponen penting yang satu ini.

    1. Menguras Radiator secara Berkala

    Lakukan pengurasan cairan radiator secara berkala sesuai dengan petunjuk yang ada pada buku servis sepeda motor. Bawalah motor Anda ke bengkel sesuai jadwal maintenance yang ada di buku servis, termasuk untuk menguras radiator.

    1. Menggunakan Coolant yang Tepat

    Agar tidak cepat rusak, gunakan cairan radiator coolant yang direkomendasikan oleh pabrikan, yang tentunya berbeda-beda untuk setiap jenis sepeda motor. Tidak sulit untuk mendapatkannya karena produk ini banyak tersedia di pasaran. Jangan sekali-kali menggantinya dengan air keran maupun air mineral.

    Sebagai panduan umum, pilihlah cairan yang tidak membeku pada suhu nol derajat Celsius dan tidak mendidih pada suhu 100 derajat Celsius. Dengan demikian, cairan coolant akan memberikan efek pendinginan yang maksimal. Pilih juga cairan yang mengandung formula antikarat serta tidak menyebabkan timbulnya buih dan sisa kotoran pada radiator.

    1. Membersihkan Sirip Pendingin Radiator

    Sirip atau kisi-kisi pendingin radiator cukup rentan terkena kotoran dan kemudian menempel, seperti lumpur atau debu. Lakukan pembersihan dengan hati-hati agar bagian penting tersebut tidak rusak.

    1. Hindari Menggunakan Cover Variasi

    Demi mempercantik penampilan sepeda motor, tak jarang orang menggunakan cover radiator variasi, meskipun sebetulnya hal itu tidak diperbolehkan. Hal ini akan mengganggu proses pendinginan, terlebih lagi jika cover tersebut menutupi seluruh bagian tabung radiator. Terhambatnya proses pendinginan akan membuat performas mesin motor cepat menurun, bahkan bisa timbul kerusakan yang lebih parah.

    Demikianlah tips mengecek radiator motor dan cara merawatnya. Dengan melakukan tips-tips tersebut secara rutin dan benar, niscaya sepeda motor Anda akan lebih awet dan aktivitas Anda pun tidak terganggu.

     

  • Terganggu Suara Motor yang Berisik? Ini Tips Mengatasinya

    Terganggu Suara Motor yang Berisik? Ini Tips Mengatasinya

    Sepeda motor merupakan alat transportasi yang menjadi pilihan banyak orang. Alasannya, kendaraan roda dua ini harganya lebih terjangkau dan lebih lincah untuk menghadapi kemacetan jalanan yang menghadang. Namun, motor juga terkadang mengalami masalah, salah satunya suara yang berisik. Suara berisik ini bisa disebabkan banyak hal dan inilah solusi untuk mengatasinya.

    Penyebab Berisik pada Motor dan Solusinya

    Karena merupakan kendaraan andalan, sepeda motor tentunya sangat sering digunakan, misalnya dipakai setiap hari untuk pulang pergi ke kantor. Pemakaian yang sangat sering membuat motor kerap mengalami gangguan, seperti suara berisik. Jika tidak segera diatasi, kerusakan bisa merembet ke bagian lain. Supaya hal itu tidak terjadi, ada baiknya Anda mengetahui penyebab suara berisik dan cara mengatasinya.

    • Oli Mesin Kurang

    Pada sepeda motor, oli mesin berfungsi untuk melapisi komponen yang bergesekan. Jika oli berkurang, permukaan komponen-komponen tersebut akan bergesekan secara langsung dan timbullah bunyi berupa bunyi logam yang bergesekan benda ataupun seperti ketukan.

    Bunyi berisik yang disebabkan kurangnya oli biasanya terjadi pada kepala silinder karena letak komponen ini paling jauh dari bak oli mesin. Selain menimbulkan suara, kurangnya pelumas juga bisa menyebabkan komponen motor menjadi lebih cepat aus sehingga performa mesin menurun. Karena penyebabnya adalah kurangnya oli, maka solusinya adalah dengan menambahkan oli mesin sampai ke level normal.

    • Poros Nok Aus

    Seperti sudah disinggung sebelumnya, kekurangan oli yang tidak segera diatasi bisa menyebabkan komponen menjadi aus dan ini bisa terjadi pada poros nok. Komponen yang terletak di dalam kepala silinder ini memang cukup jauh dari pusat pelumasan sehingga lebih berisiko mengalami aus ketika oli tidak mencukupi.

    Poros nok yang mengalami aus bisa dikenali dari timbulnya suara kasar dari area mesin bagian atas. Anda harus segera mengganti komponen tersebut. Meskipun memang harganya tidak murah, mau tidak mau, hal ini harus dilakukan daripada terjadi kerusakan yang lebih parah pada mesin motor nantinya.

    • Timming Chain Longgar

    Timming chain adalah rantai besi yang menghubungkan poros engkol dengan poros nok dan biasanya terletak di samping kiri mesin. Karena terletak di dalam mesin yang merupakan sumber panas, komponen ini bisa mengalami gangguan, yaitu menjadi. Rantai yang longgar akan menimbulkan suara yang mengganggu.

    Untuk mengatasinya, ganti tensioner dengan tipe manual agar timming chain bisa diregangkan lebih maksimal. Namun, berhati-hatilah jangan sampai rantai justru putus karena terlalu tegang. Cara yang lebih baik adalah mengganti tensioner dan timming chain sekaligus. Cara ini lebih baik dan lebih aman, tetapi tentunya Anda harus mengeluarkan biaya yang lebih besar.

    • Baut Longgar

    Komponen-komponen motor yang disatukan menggunakan baut atau mur, seperti cover dan braket, juga bisa menjadi sumber timbulnya suara berisik. Ini terjadi jika bautnya longgar sehingga ketika mesin dinyalakan, komponen tersebut akan bergetar. Anda bisa mengenalinya dengan mudah karena suara berisik akan muncul dari area luar mesin. Jika ini terjadi, segera kencangkan kembali baut pengikat tersebut.

    • Celah Katup Terlalu Besar

    Yang dimaksud celah katup dalam hal ini adalah celah di antara ujung batang katup dengan ujung rocker arm ketika katup tertutup (free). Biasanya lebar celah katup yang normal adalah sekitar 0,2 mm–0,3 mm. Adanya celah katup ini penting supaya ada ruang bagi katup ketika mengalami pemuaian.

    Jika celah terlalu kecil, katup akan tertekan rocker arm sehingga tidak tertutup rapat dan terjadi kebocoran kompresi. Sebaliknya, jika celah katup terlalu besar, katup akan terbuka dengan lambat dan menimbulkan suara yang lebih keras, berupa suara ketukan pada permukaan logam. Solusi untuk masalah ini adalah dengan menyetel ulang katup mesin sebesar 0,2 mm pada intake valve dan 0,3 mm pada exhaust valve.

    Untuk memperbaiki gangguan suara berisik memang membutuhkan biaya. Namun, hal ini jauh lebih baik daripada nantinya Anda harus mengeluarkan uang lebih banyak lagi akibat kerusakan yang sudah semakin parah.

  • Ini Dia Cara Mengatasi Mesin Motor yang Berasap

    Ini Dia Cara Mengatasi Mesin Motor yang Berasap

    Mesin motor yang berasap akan membuat pengguna jalan di belakangnya menjadi terganggu sebab asap yang keluar dari knalpot akan lebih banyak dan bahkan begitu terlihat. Keluarnya hasil pembakaran mesin merupakan hal yang biasanya. Namun, jika intensitasnya terlalu sering menjadi indikasi bahwa ada bagian motor mengalami masalah.

    Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari salah penggunaan oli, tidak rutin melakukan servis, knalpot kotor, dan masih banyak lagi. Jika mesin motor kerap mengeluarkan asap secara berlebihan, sebaiknya segera lakukan pengecekan dan perbaikan agar kerusakan tidak semakin parah. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi mesin motor yang berasap.

    Cara Mengatasi Mesin Motor yang Berasap

    Langkah paling tepat untuk mengatasi kondisi mesin motor yang berasap memang langsung membawanya ke bengkel. Namun, jika ingin melakukan pertolongan pertama terlebih dahulu, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut ini.

    • Cek Ring Piston

    Ring piston bisa saja aus karena pemakaian kendaraan secara jarak jauh terus-menerus. Kondisi ring piston yang tidak kokoh lagi akan membuat oli masuk ke ruang bakar secara lebih banyak. Oli yang berada di bak yang masuk ke ruang bakar secara masif akan membuat kendaraan lebih banyak mengeluarkan asap.

    Apabila kerusakan memang terjadi di bagian piston, maka cara memperbaikinya adalah dengan mengganti komponen tersebut. Lakukan penggantian di bengkel servis terpercaya agar perbaikan menjadi lebih lancar.

    • Bersihkan Knalpot

    Knalpot yang bersih tidak akan menimbulkan asap yang begitu banyak, begitu pula sebaliknya. Knalpot yang berkerak akan membuat asap kendaraan menjadi tidak tersaring. Apabila penyebabnya karena knalpot yang kotor, Anda dapat membersihkan area tersebut.

    Caranya dengan memberikan oli maupun cairan khusus pembersih knalpot. Anda bisa memperoleh pembersih knalpot di toko perlengkapan motor maupun bengkel servis. Lakukan pengecekan secara lebih teliti dan servis rutin agar kondisi demikian tidak sering dialami.

    • Perhatikan Oli yang Sering Digunakan

    Perhatikan bagaimana oli yang Anda gunakan. Apakah oli mesinnya terlalu encer atau sebaliknya. Apabila oli mesin terlalu encer, maka cairan tersebut akan mudah masuk ke area sela-sela mesin. Overheating atau kondisi mesin yang terlalu panas juga bisa menyebabkan timbulnya asap berlebih.

    Penggunaan oli yang tidak sesuai dengan kendaraan akan menyebabkan panas berlebih. Jangan gunakan oli yang terlalu encer maupun kental. Meskipun harganya lebih mahal, tetapi jika berefek baik pada kendaraan maka harga tersebut terbilang sebanding. Jangan lupa untuk mengganti oli secara teratur agar tidak berefek pada kendaraan Anda.

    • Periksa Sel Katup

    Sel katup pada mesin motor berguna untuk mencegah kebocoran di bagian manifold. Selain ring piston yang aus, sel katup juga bisa mengalami hal serupa apabila motor sering digunakan perjalanan jarak jauh terus-menerus.

    Sel katup yang aur akan membuat laju mesin menjadi lebih berat sehingga memungkinkan asap keluar lebih banyak. Anda dapat mengganti sel katup di bengkel terpercaya agar perawatan motor lebih maksimal dan tanpa kendala apapun.

    • Cek Liner Silinder

    Liner silinder memiliki cara kerja yang berhubungan dengan ring piston. Apabila ring piston mengalami aus, bisa dipastikan liner silinder juga harus diperiksa. Sebab ring piston bergesekkan dengan komponen berbentuk tabung ini.

    Liner silinder yang aus akan menyebabkan oli mudah masuk ke bagian ruang bakar. Kendaraan pun akan dengan mudah mengeluarkan asap. Anda bisa membubut ulang liner silinder untuk memperbaiki kerusakan komponen satu ini.

    Agar kondisi mesin motor yang berasap tidak sering terjadi, sebaiknya lakukan perawatan secara teratur. Pastikan pula Anda memilih bengkel servis yang tepat dengan teknisi yang sudah teruji. Semoga bermanfaat.

  • Simak 5 Tips Mencegah Agar Motor Tidak Turun Mesin

    Simak 5 Tips Mencegah Agar Motor Tidak Turun Mesin

    Turun mesin atau overhaul begitu erat kaitannya dengan perawatan kendaraan bermotor. Turun mesin bisa terjadi pada kendaraan roda dua maupun empat. Motor yang mengalami turun mesin mengharuskan bagian mesin dikeluarkan dari sasisnya. Untuk purna jual, kendaraan yang sudah mengalami tahap demikian akan turun nilai jualnya.

    Biaya turun mesin juga cukup tinggi. Selain itu, peforma kendaraan akan menurun serta mengharuskan perawatan yang lebih ekstra. Kondisi turun mesin ini bisa terjadi karena beberapa sebab, mulai dari servis yang tidak rutin, ganti oli yang telat, dan masih banyak lagi. Agar motor tidak sampai mengalami kondisi demikian, simak ulasan tips pencegahannya berikut ini.

    5 Tips Mencegah Agar Motor Tidak Turun Mesin

    Bagi kendaraan bermotor, masalah turun mesin merupakan momok yang harus dihindari. Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Begitu pula pada motor kesayangan Anda. Mencegah agar tidak sampai turun mesin lebih baik daripada harus mengeluarkan biaya ekstra. Ini dia beberapa tips pencegahannya.

    • Tepat Waktu Ganti Oli

    Anda harus tahu kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli, yaitu mulai dari 2.500 km sampai 3.500 dan kelipatannya. Apabila terlambat dalam mengganti oli maupun melebihi batas kilometer pemakaian, maka dampaknya akan tidak baik bagi kinerja mesin. Lakukan penggantian oli maksimal dua bulan sekali.

    Untuk motor baru, jika sudah mencapai kilometer 500 dan 1.000, maka penggantian oli harus dilakukan. Penggantian oli secara tepat dan teratur pada motor baru berguna untuk mengecek keadaan motor serta penyesuaian gesekan dengan komponen lainnya.

    • Lakukan Servis Ringan Secara Rutin

    Jangan menyepelekan servis mesin kendaraan. Lakukan servis ringan secara rutin. Tujuannya agar Anda tahu mana saja komponen motor yang rusak maupun aus ringan. Kinerja mesin motor yang buruk juga bisa dikarenakan jarangnya melakukan servis.

    Anda bisa meminta bengkel untuk melakukan tune up sekaligus setelah melakukan penggantian oli. Tune up yang dimaksud berupa pemeriksaan, pengukuran, perawatan, sampai penggantian komponen di mesin-mesin agar peforma kendaraan semakin maksimal.

    • Gunakan Motor secara Wajar

    Agar motor tidak sampai turun mesin, sebaiknya gunakanlah secara wajar. Jangan terlalu menggeber kendaraan kesayangan Anda, misalnya membawa beban sewajarnya dan jangan membawa penumpang lebih dari satu orang. Selain berbahaya di jalanan, hal ini juga akan menyebabkan kendaraan menjadi lebih terforsir.

    Tarik gas motor pelan-pelan. Sebaiknya jangan terlalu menggeber mesin agar mencapai kecepatan maksimal. Selain membuat mesin cepat aus, kebiasaan ini juga akan membahayakan Anda di jalanan serta pengguna jalan lain.

    • Perhatikan Bagaimana Kondisi Knalpot

    Turun mesin juga bisa disebabkan karena kondisi knalpot. Knalpot yang kotor serta berkerak akan membuat asap kendaraan menjadi lebih banyak. Anda dapat menuangkan sedikit oli ke bagian knalpot agar rangka bagian tersebut tidak mudah keropos.

    Apabila asap kendaraan yang keluar dari knalpot dinilai berlebih atau tidak biasanya, maka bisa saja terjadi kerusakan pada beberapa komponen. Segera bawa kendaraan Anda ke bengkel untuk mendapatkan perawatan secara tepat.

    • Bersihkan Motor Secara Rajin

    Membersihkan motor juga begitu berdampak pada keawetan kendaraan. Mencuci motor secara rutin berguna untuk membersihkan semua kotoran yang menempel di seluruh komponen kendaraan bermotor Anda.

    Apabila kotoran menempel terus menerus dan jarang dibersihkan, maka karat akan terbentuk. Hal ini akan semakin parah jika musim hujan tiba. Lakukan pencucian motor secara teratur untuk mendapatkan peforma motor yang semakin maksimal.

    Nah, sebelum terlambat, segera lakukan servis rutin dan periksa kondisi motor secara berkala. Tujuannya agar kendaraan menjadi lebih awet dan turun mesin tidak akan Anda alami. Semoga bermanfaat.

  • Menilik Fungsi Sensor TPS Pada Mobil dan Cara Kerjanya

    Menilik Fungsi Sensor TPS Pada Mobil dan Cara Kerjanya

    Throttle Position Sensor atau TPS merupakan salah satu komponen yang ada pada mobil yang terhubung ke bagian katup gas (throttle valve). Fungsi utama dari sensor TPS ini ialah untuk mendeteksi terjadinya perubahan pada bagian throttle gas. Sensor TPS bertugas untuk memastikan posisi dan sudut buka’an throttle gas tetap sesuai. Dikarenakan jika terjadi pergeseran, nantinya sinyal elektrik akan langsung dikirimkan melalui sensor yang ditujukan ke bagian ECU ( Electronic Care Unit ). Setelah proses tersebut selesai, kemudian mulai penyuplaian bahan bakar akan terjafdi ke dalam ruang bakar pada mesin mobil.

    Selain fungsi diatas, masih ada beberapa fungsi sensor TPS pada mobil seperti :

    – Mengoreksi ada tidaknya peningkatan pada tenaga mesin.

    – Mengoreksi perbandingan takaran antara bahan bakar dan udara

    – Mengontrol bahan bakar agar secara otomatis terhenti ketika mesin sedang melakukan deselerasi.

    – Sebagai Engine mode pada saat throttle gas berada pada posisi menutup “umumnya pada saat dalam kondisi idle terbuka setengah dan terbuka secara penuh”.

    – Mengecek dan Mengontrol emisi, saat throttle gas berada pada posisi yang terbuka secara penuh dan saat AC dalam kondisi mati.

    Selain itu terdapat juga beberapa jenis sensor TPS yang sering dipakai yaitu variabel resistor, kontak poin dan kombinasi antara kontak poin dan variable resistor. Umumnya sensor TPS yang terdapat pada kendaraan, menggunakan 3 kabel dan ada beberapa mobil yang memakai 4 kabel. 3 kabel tersebut dihubungkan ke bagian potensiometer.

    Sementara potensiometer sendiri mempunyai fungsi untuk melakukan pengukuran posisi dan sudut buka’an pada throttle gas. Cara kerja potensiometer sendiri akan bertindak seperti resistor yang selalu mengalami perubahan pada tekanannya ketika bekerja. Maka dari itulah pada sensor TPS membutuhkan 3 buah kabel untuk membantu kinerjanya.

    Kabel yang pertama diperuntukan untuk tegangan referensi, lalu kabel kedua tegangan balik dan yang ketiga adalah sebagai tahanan. Sedangkan untuk cara kerjanya, ketika mesinmobil dihidupkan makan tegangan referensi 5V akan dikirimkan ke sensor analog VREF oleh ECU. Setelah itu tegangannya dikembalikan kebagian ECU dengan mengandalkan TP Signal.

    Kemudian pada saat mesin mobil dalam kondisi idle atau non aktif, maka tegangan yang dikeluarkan oleh sensor berada di bawah 0,7V. Sebaliknya ketika bebannya penuh maka tegangannya yang dicapai bisa sampai 4,5V. Tegangan yang berasal dari sensor TPS ini terkadang dapat mengalami perubahan, hal ini dikarena potensiometer juga dapat berubah tekanannya. Dengan kata lain, potensiometer bisa bergeser ke paling tinggi dari tegangan yang paling rendah yakni titik P1 menuju ke titik P6. Hal ini sangat bergantung dengan peranan penekanan pedal gas, terutama pada mobil manual.

    Melihat hal tersebut, bisa disimpulkan bahwa fungsi sensor TPS pada mobil terbilang cukup banyak. Bahkan posisinya terbilang sangat vital dikarenakan mesin dapat optimal dalam melakukan pembakaran.

  • Tips Ganti Oli Motor Agar Awet Selalu

    Tips Ganti Oli Motor Agar Awet Selalu

    Oli mesin merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah kendaraan. Baik roda dua, tiga, maupun empat sangat memerlukan adanya oli sebagai pelumas. Pelumas tersebut berguna agar gesekan antar komponen lebih baik dan kinerja motor semakin maksimal. Penggantian oli harus dilakukan secara teratur agar tidak memengaruhi kinerja kendaraan bermotor Anda.

    Namun, penggantian oli harus dilakukan secara teratur. Anda juga tidak boleh sembarangan dalam memilih jenisnya sebab jika salah pilih, cairan pelumas juga akan berdampak pada keawetan mesin. Kasus yang sering terjadi adalah motor harus turun mesin karena Anda terlambat mengganti pelumas mesin. Berikut ini beberapa tips mengganti oli motor agar kendaraan tetap awet.

    Berbagai Tips Mengganti Oli Motor

    Pada dasarnya, mengganti oli harus dilakukan secara periodik. Terlambat mengganti akan menyebabkan mesin mengalami stres karena peforma tiap komponen menjadi lebih cepat aus. Fungsi oli yang sebagai penopang sirkulasi mesin juga begitu vital sehingga perlu perhatian ekstra. Ini dia tips mengganti oli motor selengkapnya.

    • Jangan Mencampur Oli

    Tiap merek oli memiliki kekentalan dan komposisi yang berbeda. Sebaiknya jangan bergonta-ganti merek oli serta mencampur-campurkannya untuk mendapatkan manfaat yang optimal. Bukannya akan mendapatkan manfaat yang baik, justru kendaraan berdampak buruk karena pencampuran oli.

    Apabila sudah menggunakan satu merk, sebaiknya gunakan terus menerus. Selain itu, pastikan kekentalannya tepat. Jangan pilih pelumas yang terlalu kental maupun encer. Selain itu, tidak mudah terpengaruh karena harga murah juga menjadi cara bijak dalam merawat kendaraan Anda.

    • Pilih Sesuai Jenis Kendaraan

    Motor matic dan manual merupakan dua jenis kendaraan yang berbeda. Otomatis keduanya memerlukan pelumas yang berlainan pula. Langkah paling tepat adalah memilih oli sesuai jenis motor yang dimiliki. Jangan segan untuk bertanya kepada penjual mengenai jenis pelumas yang sesuai dengan motor.

    Oli yang cocok untuk motor balap dan kendaraan harian juga berbeda sebab tiap tarikan motor jenisnya berbeda-beda satu dengan lainnya. Jika oli mesin tepat, maka umur kendaraan akan semakin panjang serta jarang mengalami kerusakan berat.

    • Ganti Oli Ketika Mesin Dingin

    Lakukan proses penggantian oli jangan ketika mesin sedang panas. Lakukanlah ketika mesin dalam kondisi dingin. Lakukan proses pendinginan terlebih dahulu, baru kemudian mengganti oli. Kondisi mesin yang dingin akan membuat penggantian lebih optimal.

    Mesin motor yang mati cukup lama membuat semua pelumas turun sehingga sisa yang ada di dalam mesin jumlahnya lebih sedikit. Hal ini akan memudahkan proses penggantian sehingga peforma kendaraan lebih optimal.

    • Jangan Gunakan Sisa Oli untuk Rantai

    Biasanya, oli sisa digunakan untuk melumasi rantai. Sebaiknya kebiasaan seperti ini jangan dilakukan lagi sebab oli bekas akan memperpendek umur rantai karena jenis oli ini akan membuat rantai menjadi cepat aus.

    Tetap gunakan oli baru sehingga kebersihan tetap terjaga. Rantai juga akan bebas dari debu. Selain itu, oli yang baru juga tidak akan membuat komponen vital ini menjadi cepat kering.

    • Ganti Oli Secara Rutin

    Gantilah oli secara rutin. Apabila motor Anda gunakan sebagai kendaraan harian, gantilah oli tiap bulan sekali atau jika sudah menempuh jarak 2.000 hingga 3.500 kilometer. Namun, jika motor jarang digunakan, Anda cukup mengganti oli tiap 2-3 bulan sekali atau pada saat sudah mencapai jarak 4.000 km.

    Meskipun terlihat sepele, ternyata oli motor memiliki peranan yang sangat penting dalam menopang peforma kendaraan. Itulah beberapa tips mengganti oli motor yang bisa Anda coba. Semoga kendaraan Anda selalu berada dalam peforma maksimal dan prima.

  • Gunakan 6 Aplikasi Ini ! Agar Terbebas Dari Kemacetan

    Gunakan 6 Aplikasi Ini ! Agar Terbebas Dari Kemacetan

    Aplikasi pemantau kemacetan – Salah satu hal yang paling membuat jengkel dan sebal pengendara adalah saat menghadapi situasi kemacetan. Hal ini dikarenakan tersendatnya kendaraan akibat sudah banyaknya jumlah kendaraan bermotor yang semakin hari semakin membuat jalanan terasa begitu padat.

    Terkadang macet juga bisa membuat seseorang pengendara menjadi mudah emosi saat dijalan. Kejadian ini bisa membuat waktu seseorang menjadi sia sia. Ditambah lagi jika sudah menghadapi libur akhir pekan, tentunya akan membuat sangat tidak nyaman jika sudah terjebak didalam kemacetan libur akhir pekan. Kendati demikian, anda tak perlu kawatir karena sebenernya kondisi jalan yang macet bisa anda antisipasi sebelumnya. Caranya dengan memanfaatkan beberapa aplikasi pemantau kemacetan yang canggih yang sudah tersedia di perangkat smartphone anda untuk melihat kondisi jalanan yang akan anda lalui. Selain itu di aplikasi, anda juga bisa memilih jalan alternatif yang mana bisa menghindarkan anda dari kemacetan yang panjang.

    Berikut ini beberapa aplikasi pemantau kemacetan yang bisa anda install di smartphone, tentunya bisa diandalkan untuk membantu anda terhindar dari kemacetan :

    6 Aplikasi Pemantau Kemacetan

    1. Google Maps

    Berbicara google maps, tentunya anda sudah tak asing lagi dengan nama ini. Salah satu aplikasi pemantau kemacetan yang sudah sering digunakan oleh banyak orang saat berkendara ini memiliki fungsi utama sebagai penunjuk jalan dan kemacetan. Hebatnya lagi saat ini google maps hadir dengan fitur tambahan yakni laporan jalan macet karena kecelakaan.

    2. Waze

    Aplikasi pemantau kemacetan yang satu ini tentunya sudah sangat familiar dikalangan pengendara. Aplikasi dengan tampilan peta digital ini bisa memberikan anda informasi mengenai situasi jalan seperti kemacetan, keberadaan pos polisi, adanya kecelakaan lalu lintas dan alternatif jalan lainnya.

    Keunggulan dari aplikasi waze ialah Informasi tersebut ditampilkan dalam bentuk grafik pada peta digital yang juga bisa digunakan sebagai navigasi petunjuk arah anda dalam perjalanan.

    3. Smart Traffic Controller

    Aplikasi pemantau kemacetan selanjutnya yaitu aplikasi Smart Traffic Controller yang mana aplikasi ini berguna untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di Indonesia. Fungsi utama dari aplikasi ini untuk mencegah penumpukan kendaraan yang berlebih dijalur yang sama. Menariknya lagi, anda dapat berbagi informasi terkait situasi yang terjadi dijalan.

    Setiap laporan atau informasi yang diberikan tersebut akan dievaluasi langsung secara otomatis oleh sistem dan dijadikan bahan untuk proses learning sistem. Selain itu, sistem ini juga akan mempelajari pola-pola kemacetan yang ada dengan memantau pergerakan penggunanya secara real time. Fitur statistik kemacetan yang ada pada sistem aplikasi ini bisa membuat anda mengamati kemacetan yang terjadi disekitar anda.

    4. JasaMargaLive

    Aplikasi yang dibuat oleh jasa marga ini sangat cocok buat anda yang memang sering melewati jalan tol. Pengendara bisa langsung mengetahui kondisi jalan tol secara real time. Informasi yang disajikan oleh aplikasi ini dalam bentuk teks dan juga tampilan video CCTV. Dengan begitu anda bisa langsung mengetahui titik mana saja yang terjadi kemacetan dijalan tol, sehingga anda bisa mencari dan memilih jalur alternatif lainnya.

    5. TMC Polda Metro

    Aplikasi pemantau kemacetan yang disediakan oleh Ditlantas Polda Metro Jaya ini bernama TMC Polda Metro. Aplikasi ini dapat memberikan anda informasi seputar kondisi jalan secara real time. Aplikasi ini juga bisa membuat anda seakan memantau jalan melalui kamera CCTV Korlantas Polri dan Jasa Marga. Informasi yang diberikan oleh aplikasi TMC Polda Metro ini terbilang cukup lengkap, anda bisa mengetahui kondisi lalu lintas, demontrasi, kebarakan , kecelakaan dan lainnya.

    6. GIS Hubdat

    GIS Hubdat merupakan aplikasi pemantau kemacetan yang dibuat oleh Direktorat Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. GIS Hubdat bisa membantu anda untuk mengetahui posisi kemacetan dijalan dalam bentuk video CCTV. Selain itu, aplikasi ini juga bisa memberikan informasi lokasi penting yang banyak atau sering dibutuhkan pengguna jalan, seperti masjid, pom bensin , kantor polisi dan atm