Menilik Fungsi Sensor TPS Pada Mobil dan Cara Kerjanya

Throttle Position Sensor atau TPS merupakan salah satu komponen yang ada pada mobil yang terhubung ke bagian katup gas (throttle valve). Fungsi utama dari sensor TPS ini ialah untuk mendeteksi terjadinya perubahan pada bagian throttle gas. Sensor TPS bertugas untuk memastikan posisi dan sudut buka’an throttle gas tetap sesuai. Dikarenakan jika terjadi pergeseran, nantinya sinyal elektrik akan langsung dikirimkan melalui sensor yang ditujukan ke bagian ECU ( Electronic Care Unit ). Setelah proses tersebut selesai, kemudian mulai penyuplaian bahan bakar akan terjafdi ke dalam ruang bakar pada mesin mobil.

Selain fungsi diatas, masih ada beberapa fungsi sensor TPS pada mobil seperti :

– Mengoreksi ada tidaknya peningkatan pada tenaga mesin.

– Mengoreksi perbandingan takaran antara bahan bakar dan udara

– Mengontrol bahan bakar agar secara otomatis terhenti ketika mesin sedang melakukan deselerasi.

– Sebagai Engine mode pada saat throttle gas berada pada posisi menutup “umumnya pada saat dalam kondisi idle terbuka setengah dan terbuka secara penuh”.

– Mengecek dan Mengontrol emisi, saat throttle gas berada pada posisi yang terbuka secara penuh dan saat AC dalam kondisi mati.

Selain itu terdapat juga beberapa jenis sensor TPS yang sering dipakai yaitu variabel resistor, kontak poin dan kombinasi antara kontak poin dan variable resistor. Umumnya sensor TPS yang terdapat pada kendaraan, menggunakan 3 kabel dan ada beberapa mobil yang memakai 4 kabel. 3 kabel tersebut dihubungkan ke bagian potensiometer.

Sementara potensiometer sendiri mempunyai fungsi untuk melakukan pengukuran posisi dan sudut buka’an pada throttle gas. Cara kerja potensiometer sendiri akan bertindak seperti resistor yang selalu mengalami perubahan pada tekanannya ketika bekerja. Maka dari itulah pada sensor TPS membutuhkan 3 buah kabel untuk membantu kinerjanya.

Kabel yang pertama diperuntukan untuk tegangan referensi, lalu kabel kedua tegangan balik dan yang ketiga adalah sebagai tahanan. Sedangkan untuk cara kerjanya, ketika mesinmobil dihidupkan makan tegangan referensi 5V akan dikirimkan ke sensor analog VREF oleh ECU. Setelah itu tegangannya dikembalikan kebagian ECU dengan mengandalkan TP Signal.

Kemudian pada saat mesin mobil dalam kondisi idle atau non aktif, maka tegangan yang dikeluarkan oleh sensor berada di bawah 0,7V. Sebaliknya ketika bebannya penuh maka tegangannya yang dicapai bisa sampai 4,5V. Tegangan yang berasal dari sensor TPS ini terkadang dapat mengalami perubahan, hal ini dikarena potensiometer juga dapat berubah tekanannya. Dengan kata lain, potensiometer bisa bergeser ke paling tinggi dari tegangan yang paling rendah yakni titik P1 menuju ke titik P6. Hal ini sangat bergantung dengan peranan penekanan pedal gas, terutama pada mobil manual.

Melihat hal tersebut, bisa disimpulkan bahwa fungsi sensor TPS pada mobil terbilang cukup banyak. Bahkan posisinya terbilang sangat vital dikarenakan mesin dapat optimal dalam melakukan pembakaran.