Kategori: Mobil Listrik

Berita Mobil Listrik Terbaru | Info Harga Mobil Listrik Tesla, Mobil Listrik Murah Serta Updated Mobil Listrik Buatan Indonesia

  • Mobil Listrik BMW i3 Laris Manis di Pasar Global

    Mobil Listrik BMW i3 Laris Manis di Pasar Global

    Produsen asal Jerman telah masuk ke industri kendaraan ramah lingkungan dengan hadirnya mobil listrik BMW i3. Banyak produsen otomotif Eropa memang sedang gencar memproduksi mobil listrik. Hal ini untuk mendukung kebijakan negara-negara Eropa tentang komitmen kendaraan ramah lingkungan. Sedangkan mobil listrik menjadi salah satu prioritasnya.

    Seperti yang sudah diketahui, BMW i3 sebenarnya sudah lama diproduksi. Bahkan seri pertama sudah meluncur di pasar global sejak tahun 2013 lalu. Menariknya, hingga saat ini BMW i3 masih menjadi primadona pecinta otomotif. Ini terlihat dari pameran GIIAS pada tahun 2019 lalu.

    Dalam pameran tersebut, banyak orang masih memberikan ketertarikan terhadap mobil tersebut. Apalagi hingga sampai sekarang sudah ada beberapa varian untuk mendukung keinginan para konsumen. Tidak disangka bahwa penjualan mobil ini sangat laris di pasar global. Eropa menjadi pasar utama BMW i3 dari berbagai varian.

    Mobil Listrik BMW i3 Laris Manis di Pasar Global

    • Laris di Beberapa Pasar Global

    Mobil listrik BMW i3 sudah diproduksi sejak 2013 lalu dan hingga kini penjualan telah melebihi 200 ribu unit. Pasar Eropa menjadi pasar utama penjualan BMW i3 berbagai varian. BMW Group telah mengembangkan mobil ini di Leipzig. Terutama dijadikan sebagai pusat produksi kendaraan tersebut.

    Menariknya adalah bahwa di Indonesia permintaan dari kendaraan ini cukup banyak. Bahkan orang harus mengantre untuk bisa mendapatkan kendaraan bertipe sportcar tersebut. Tidak heran juga mengapa ketika pengenalan di pameran GIIAS pada 2019 menarik banyak perhatian. Semua orang ingin melihat dan memiliki kendaraan mewah tersebut.

    Bahkan, secara keseluruhan maka bisa dihitung bahwa BMW telah mampu menguasai 7% dari pasar global untuk sektor mobil listrik. Dengan hadirnya berbagai varian i3, tentu pengguna bisa memiliki beberapa alternatif. Hal ini juga yang membuat BMW i3 menjadi banyak incaran para pecinta otomotif.

    • Menjadi Lead Car Maybank Marathon 2019

    Kepopuleran mobil listrik BMW i3 kemudian membuatnya banyak dipandang oleh berbagai pihak. Salah satu varian yang dikembangkan, BMW i3s faktanya dipercaya menjadi Lead Car pada ajang Maybank Marathon tahun 2019. Hal ini membuat varian BMW i3 menjadi lebih populer di Indonesia sebagai kendaraan ramah lingkungan.

    Varian BMW i3s dipercaya untuk memimpin para pembalap dari lebih 50 negara yang berkompetisi. Penyelenggara menilai bahwa varian dari i3 ini dianggap memiliki tingkat keamanan dan kenyaman bagi pengguna. Selain karena tidak memberikan polusi udara, i3s juga dianggap mampu meningkatkan keamanan ketika acara.

    Menariknya, pada ajang lari tersebut penyelenggara memilih BMW sebagai aktor utama. Sebut saja BMW X1 serta BMS seri 7 yang dipilih sebagai VIP Shuttle Car selama acara berlangsung. Ini membuat penjualan di pasar Asia terus meningkat, apalagi dengan kepercayaan yang sudah diberikan oleh banyak pihak.

    • Daya Jelajah yang Sudah Tinggi

    Salah satu yang menarik dari kendaraan produksi asal Jerman ini adalah memiliki daya jelajah cukup jauh. meskipun hanya dibekali dengan baterai berkapasitas 33 kwh, namun mampu menempuh jarak hingga 246 km. Selain itu, kendaraan ini dipadukan dengan motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga 170 hp.

    Namun, produksi terbarunya telah ditingkatkan dari segi kapasitas baterai serta tenaganya. Kapasitas terbaru yang bisa dipakai adalah 42,2 km dengan berbekal tenaga mencapai 184 hp. Ini membuatnya sangat nyaman ketika dipakai untuk akselerasi. Ditambah dengan konsumsi baterai yang lebih hemat.

    • Spesifikasi dan Interior Kabin yang Perlu Diketahui

    Jika dilihat dari segi desain, maka mobil listrik BMW i3 cukup elegan dan futuristik. Spesifikasi yang dibawanya sudah cukup canggih. Apalagi dibagian dalam kabin dilengkapi dengan berbagai teknologi modern. Oleh sebab itu pengalaman berkendara yang dirasakan juga pastinya akan berbeda dengan mobil lain.

    Pada bagian desain interior kabin, kendaraan ini menggunakan head unit touch scree dengan ukuran 10,2 inchi. Bagian ini menjadi inti dan pusat kontrol terhadap semua aktifitas mobil. Jadi pengendara bisa melihat semua indikasi seperti sisa baterai hingga menu radio, multimedia serta navigasi kendaraan.

    Meskipun sudah diproduksi sejak 2013 lalu, namun i3 masih menjadi salah satu kendaraan paling dimintai. Munculnya berbagai varian baru membuat pecinta otomotif memiliki alternatif lain untuk merasakan sensasi berkendara di mobil mewah. Mobil listrik BMW i3 jelas bisa menjadi sebuah pesaing di pasar otomotif global.

  • Mobil Listrik Honda E, Jarak 200 Km Bukan Masalah

    Mobil Listrik Honda E, Jarak 200 Km Bukan Masalah

    Produsen asal Jepang juga tidak ketinggalan dengan mengeluarkan seri mobil listrik Honda E sebagai seri pertama Honda. Menariknya, Honda E mampu menjadi mobil terbaik di Jerman sebagai German Car of The Year 2021. Hal ini membuat Honda menjadi produsen pertama yang menyabet gelar tersebut.

    Honda memang terkenal dengan berbagai inovasi dalam dunia otomotif. Tidak heran jika saat ini produsen asal Jepang tersebut memiliki pasar di seluruh dunia. Meskipun sebagian besar masih pada industri mobil konvensional. Namun, bukan tidak mungkin jika suatu hari akan mampu mengalahkan Tesla sekalipun.

    Hadirnya Honda E sebagai produk pertama mobil listrik menandai inovasi terbaru produsen asal Jepang tersebut. Bahkan ada rencana melakukan ekspansi dalam jumlah besar untuk merebut pasar produsen Eropa dan Amerika. Tidak heran jika peluncuran mobil listrik pertama ini menjadi sangat penting.

    Mobil Listrik Honda E, Jarak 200 Km Bukan Masalah

    • Sudah Mendapatkan Banyak Jumlah Penghargaan

    Penghargaan yang diterima di Jerman sebenarnya bukan hanya satu-satunya. Dalam acara yang sama, mobil listrik Honda E mampu meraih penghargaan lain sebagai New Energi. Penghargaan di Jerman ini jelas menjadi kehormatan besar bagi Honda. Apalagi ini merupakan produksi pertama untuk kelas mobil listrik.

    Honda E juga bukan hanya menerima penghargaan di Jerman saja. Di ajang lain, produksi pertama ini mampu meraih penghargaan bergengsi lain. Sebut saja Autocar’s Britain’s Best Car serta City/Small Car of The Year. Penghargaan di dapat pada ajang News Internasional Motor Awards 2020.

    Dengan pandangan positif sejak awal kemunculannya, diprediksi akan ada seri lanjutan pada Honda E. Apalagi ada rencana untuk menjalankan komitmen 100 elektrifimasi model di Eropa pada 2022 mendatang. Dengan begitu produsen asal Jepang tersebut bisa mengusai pasar Eropa dan bahkan Amerika.

    • Memiliki Daya Jelajah Lebih Jauh

    Salah satu daya tarik mobil listrik Honda E adalah memiliki jarak tempuh cukup jauh hanya dengan sekali isi baterai. Dalam kondisinya tersebut, kendaraan mini ini mampu mencapai jarak tempuh 200 km hanya dengan sekali isi penuh baterai. Hal ini karena adanya dukungan 4 suspensi independen.

    Selain itu, untuk mengisi daya baterai hingga 80% hanya membutuhkan waktu 30 menit saja. Ditambah dengan komposisi pada distribusi berat yang setera sehingga mengurangi beban selama perjalanan. Menariknya lagi adalah kapasitas baterai yang digunakan tidak terlalu besar. Namun mampu memberikan daya jelajah cukup jauh.

    • Sistem Spion Kamera pada Kedua Sisi

    Hal menarik lain adalah mekanisme spion kamera pada kedua sisi. Spion ini kabarnya mampu mengurangi dampak dari gesekan aerodinamis hingga 90%. Hal ini membuatnya mampu melaju dengan tenang meski dalam keadaan akselerasi sekalipun. Sedangkan jika melakukan peniadaan spion maka efisiensi kendaraan bisa bertambah 3,8%.

    Menariknya, sistem spion kamera yang telah dipasang mampu menambah jarak pandang bagi pengendara. Kabarnya, blindspot dari pengendara bisa berkurang hingga 10% hanya dari sistem spion kamera. Ditambah dengan mekanisme anti air pada kedua spion yang membuatnya tetap memperlihatkan refleksi gambar jelas meski terkena air.

    Sistem spion kamera pada Honda E sebenarnya ada 2 mode. Pertama merupakan mode biasa dan kedua merupakan mode wide. Mode kedua ini yang bertugas untuk memperlebar jarak pandang pengendara dengan objek lain. Mode kedua ini juga yang membuat pengendara mengurangi titik buta hingga 10%.

    • Desain Interior Kabin yang Cukup Mungil

    Meskipun dari segi eksterior kendaraan ini cukup mungil, namun bagian dalam kabin tetap di desain senyaman mungkin. Dimulai dari bagian dashboard yang menggunakan teknologi double touch screen 12 inchi. Menariknya, dashboard ini dipadukan dengan beberapa potongan kayu yang membuatnya menjadi terlihat lebih futuristik.

    Kemudian, untuk tempat duduk dibuat dari campuran polyester supaya pengendara lebih nyaman. Kursi duduk empuk tentu membuat pengendara lebih nyaman ketika berkendara. Bahkan melalui kursi ini diprediksi akan menciptakan suasana homey bagi setiap pengendara yang memasuki kabin.

    Dari segi pengalaman berkendara, mobil listrik Honda E bisa disebut sangat berbeda. Hampir setiap fitur yang diberikan mudah dipahami dan digunakan. Fitur double touch screen yang terpasang memberikan berbagai informasi tentang mobil, termasuk tingkat daya baterai tersisa.

    Produsen asal Jepang ini telah menjual ke pasar Eropa sejak akhir 2019 lalu. Rencananya, dalam beberapa tahun kedepan akan ada seri terbaru yang lebih modern dan futuristik. Dengan begitu, mobil listrik Honda E akan mampu menguasai pasar otomotif dunia.

  • Mobil Listrik Polestar 2 Siap Bersaing dengan Tesla Model3

    Mobil Listrik Polestar 2 Siap Bersaing dengan Tesla Model3

    Keberhasilan Tesla mengeluarkan kendaraan ramah lingkungan membuat mobil listrik Polestar 2 dikembangkan dengan lebih baik. Merek baru hasil kolaborasi dari Volvo dan Geely ini berencana untuk menyaingi Tesla. Baik dari segi performa, tipe, hingga tema semuanya disesuaikan untuk menjadi pesaing kuat Tesla Model 3.

    Kendaraan ramah lingkungan memang menjadi perbincangan dunia dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah karena mobil listrik dibekali dengan teknologi canggih untuk mendukung setiap fungsinya. Tidak heran jika setiap keluaran terbaru dari berbagai produsen selalu menyajikan fitur terbaik. Hal ini demi mendukung tingkat kenyamanan pengendara.

    Polestar 2 sebagai hasil kolaborasi produsen asal China, Geely serta Volvo dari Swedia tentu memberikan sebuah alternatif baru. Konsep mobil sedan yang dibawa menjadi penanda bahwa Polestar 2 memang disiapkan untuk menyaingi Tesla Model 3. Hal ini membuat pasar persaingan otomotif dunia menjadi lebih ketat.

    Mobil Listrik Polestar 2 Siap Bersaing dengan Tesla Model3

    • Memiliki Harga yang Berjumlah Kompetitif

    Yang menarik dari mobil listrik Polestar 2 adalah memiliki harga kompetitif. Tidak terlalu murah namun juga tidak terlalu mahal. Pada awal peluncuranya, Polestar 2 dihargai sekitar $63.000. Harga ini tidak jauh berbeda dengan Tesla Model 3 yang sebelumnya dihargai lebih mahal di pasar Eropa.

    Saat peluncurannya, Tesla Model 3 dihargai dengan $70.000. Banyak orang merasa bahwa harga mobil tersebut masih terlalu mahal. Kondisi ini dimanfaatkan oleh Polestar 2 dengan menyediakan kendaraan lebih murah. Bahkan calon konsumen bisa mendapatkannya melalui cara DP terlebih dahulu dengan hanya $1.000 saja.

    Amerika dan Eropa tentu menjadi pasar utama Polestar 2. Hal ini karena negara-negara tersebut telah memiliki ekosistem pendukung untuk keberadaan mobil listrik. Bahkan, di Eropa banyak negara yang mulai berkomitmen menjadikan mobil listrik sebagai kendaraan utama. Alasan ini membuat harga Polestar 2 dianggap cukup sesuai.

    • Alami Sebanyak 2 Kali Penarikan

    Mobil listrik Polestar 2 sempat mengalami penarikan sebanyak 2 kali oleh Geely. Hal ini terjadi karena beberapa unit mengalami kerusakan pada inverter ketika sudah sampai di tangan konsumen. Tidak tanggung-tanggung, Geely yang merupakan kolaborator Volvo telah menarik lebih dari 4.600 unit di seluruh dunia.

    Menariknya, Geely menarik kembali sebagaian besar kendaraan Polestar 2 dengan sukarela. Meskipun begitu, Geely telah memberikan jaminan kepada para konsumen bahwa perbaikan hanya membutuhkan waktu singkat. Konsumen hanya membutuhkan sekali kunjungan bengkel untuk mengatasi masalah tersebut. Setelah itu, Polestar 2 bisa digunakan kembali dengan aman.

    • Bersiap Menyaingi Tesla di Berbagai Negara

    Volvo dan Geely berencana menyaingi pasar otomatis milik Tesla di berbagai negara. Hadirnya Polestar 2 menjadi awal yang baik untuk memberikan tekanan bagi Tesla di pasar Eropa dan China. Apalagi Tesla telah terlebih dahulu memperluas pasar hingga negara Eropa yang sebelumnya dikuasai produsen Eropa.

    Polestar 2 sendiri merupakan salah satu dari 5 seri mobil listrik yang sebelumnya sudah dijanjikan oleh Volvo. Rencananya, mobil listrik ini akan diproduksi dalam jumlah besar dalam beberapa tahun. Targetnya adalah mobil ini mampu terjual hingga 50 unit setelah peluncuran pertamanya pada tahun lalu.

    Selain itu, saat ini mobil ini telah dipasarkan di berbagai negara. Amerika, Kanada, China, dan beberapa negara Eropa menjadi pasar utama Polestar 2. Menawarkan harga lebih murah daripada Tesla membuat Volvo dan Geely percaya mobil ini banyak diminati. Terlebih lagi dengan adanya fitur teknologi canggih.

    • Pengiriman ke Eropa dan Mendistribusikan ke Berbagai Negara

    Meskipun mobil listrik Polestar 2 ini diproduksi di China, namun ternyata mobil ini adalah kombinasi dengan Volvo. Oleh sebab itu, pengiriman di Eropa menjadi peran Volvo untuk mendistribusikan ke berbagai negara. Setelah sampai di Eropa, tidak lama kemudian ada distribusi besar-besaran di seluruh Eropa.

    Di Belgia, Swedia, Norwegia, dan Jerman sudah menerima distribusi sejak Agustus 2020. Sementara di Inggris, Belanda, dan Swiss distribusi dilakukan hingga akhir 2020 lalu. Pengiriman ke Eropa menandai ekspansi Polestar 2 untuk menguasai pasar Eropa demi memenangkan industri mobil listrik dunia.

    Volvo memang menjadi produsen otomotif terdepan yang berencana menyaingi pasar Tesla. Pasar Eropa tidak ingin dilepaskan karena potensi besar penggunaan mobil listrik. Ditambah dengan komitmen berbagai negara untuk meningkatkan kendaraan listrik. Hadirnya mobil listrik Polestar 2 menjadi awal ekspansi Volvo di dunia kendaraan ramah lingkungan.

  • Beberapa Hal Menarik Mobil Listrik Porsche Taycan Turbo

    Beberapa Hal Menarik Mobil Listrik Porsche Taycan Turbo

    Kehadiran mobil listrik Porsche Taycan di Indonesia menandai bahwa negara ini sudah mulai memiliki ekosistem yang baik. Tidak heran jika produsen ternama dunia telah datang ke Indonesia untuk memamerkan beberapa produksinya. Hal ini membuat industri dalam negeri mungkin akan mulai menerima perubahan besar.

    Sebenarnya, sejak tahun lalu ketika seri dari Porsche diluncurkan, para penggemar mulai membicarakannya. Hal ini tidak lain karena desain eksterior yang mirip dengan seri Porsche Mission e-Concept. Namun, dalam perkembanganya desain dari Taycan lebih futuristik sehingga memanjakan mata para penggila otomotif.

    Bukan hanya dari segi desain eksterior, tenaga Taycan juga dianggap sangat tangguh. Ada dua motor listrik yang mendukung daya selama dipakai dan tentunya mudah diisi ulang. Namun, sebenarnya bukan hanya itu saja hal menarik yang dimiliki oleh Porsche Taycan. Lalu apa saja hal menarik lainnya yang dimiliki mobil listrik porsche Taycan Turbo?

    Beberapa Hal Menarik Mobil Listrik Porsche Taycan Turbo

    • Memiliki Suatu Performa Maksimal yang Tinggi

    Jika dilihat dari segi performa, mobil listrik Porsche Taycan bisa menghasilkan tenaga sampai 623 hp. Selain itu, torsi maksimal yang akan dikeluarkan bisa mencapai angka 940 Nm. Hal ini karena di dalam bodi mobil dibekali dengan 2 baterai berdaya 93,4 kwh.

    Ada fitur Launch Control yang bisa dipakai untuk meningkatkan torsi jika masih belum puas. Dengan fitur ini, pengendara bisa mencapai torsi maksimal 1.050 Nm. Disisi lain, kecepatan yang bisa ditempuh bisa mencapai 260 km/jam. Menariknya, untuk melesat dengan kecepatan 100 km/jam hanya membutuhkan 2,8 detik.

    • Memiliki Beberapa Fitur Tambahan Seperti Suspensi Adaptif

    Porsche Taycan juga tidak lupa memberikan beberapa fitur tambahan. Hal ini untuk memberikan keseimbangan antara kemampuan serta kenyamanan ketika berkendara. Setidaknya ada 2 fitur yang sangat berpengaruh untuk menjaga keseimbangan tersebut. Pertama adalah Adaptive Air Suspension dan yang kedua adalah Active Suspension Management.

    Namun, Porsche sebenarnya juga melengkapi dengan fitur lain bernama Stability Management. Fitur ini untuk mengatur dan mengontrol fungsi pengereman. Selain itu, masih banyak lagi fitur menarik yang diberikan untuk mendukung tingkat kenyamanan berkendara. Jadi keseimbangan akan terus terjaga selama fitur tidak mengalami kerusakan.

    • Layar Sentuh di Sepanjang Dashboard

    Salah satu fitur menarik Porsche Taycan adalah fitur touchsrceen di seluruh dashboard. Tema sporty yang dibawanya menjadikan bagian dalam kabin perlu di desain dengan tepat. Setidaknya ada 2 touchsreen ditengah dan samping yang diberikan untuk layanan koneksi ponsel, navigasi, hingga radio kepada Apple Car Play.

    Di bagian konsol tengah diisi dengan informasi tentang mobil seperi informasi baterai hingga pengaturan AC. Pengendara mungkin akan merasakan pengalaman berkendara sangat berbeda. Bahkan ketika pertama memasuki kabin, semua suasana akan terasa sangat sporty. Cukup baik untuk memanjakan setiap pengendaranya dalam keadaan akselerasi sekalipun.

    • Perangkat Kemananan yang Sudah Canggih

    Untuk mencegah hal buruk terjadi, perangkat keamanan dipasang hampir disetiap sudut kabin. Fitur bernama Anti-Thief System menjadi perangkat yang akan menjaga dari upaya pencurian. Sistem akan mengirimkan informasi bahwa kendaraan tersebut dicuri. Bahkan mesin akan otomatis mati jika memang dibutuhkan oleh pengendara.

    Selain itu, sebenarnya masih ada banyak perangkat keamanan yang disematkan Porsche kepada Taycan. Beberapa standar fitur seperti Cruise Control serta Lane Keeping Assist akan membantu pengendara tetap pada jalu. Fitur Anti-Brake System juga diberikan untuk menjaga pengendara dari kecelakaan yang diakibatkan oleh kelalaian.

    • Kemampuan Daya Tempuh yang Terhitung Jauh

    Mobil listrik Porsche Taycan dibekali dengan kapasitas baterai mencapai 93,4 kwh. Artinya daya jelajah mobil cukup jauh dan bahkan mencapai jarak 416 km sekali jalan. Menariknya, pada dashboard akan ada informasi estimasi penggunaan daya baterai dengan jarak tempuh. Jadi pengendara bisa menghindari kehabisan daya listrik.

    Untuk pengisian daya listrik juga ada dua pilihan yang bisa dilakukan. Pertama menggunakan arus AC 11 kw yang untuk mengisi penuh daya perlu waktu selama 9 jam. Namun jika menggunakan arus AC 270 kw maka tidak akan lebih dari 45 menit sampai baterai terisi penuh.

    Sebagai produsen otomotif terkemuka di Eropa, Porsche telah mampu memberikan mobil listrik futuristik. Tema sporty yang dibawa membuat banyak orang tertarik untuk memilikinya. Apalagi dengan berbagai fitur menarik didalamnya. Mobil listrik Porsche Taycan diprediksi akan menjadi salah satu mobil listrik utama dunia.

  • Mobil Listrik Volvo XC40 Recharge

    Mobil Listrik Volvo XC40 Recharge

    Mobil listrik Volvo XC40 Recharge menjadi seri perdana mobil listrik yang dikeluarkan oleh Volvo. Kepopuleran kendaraan listrik dalam beberapa tahun terakhir telah membuat banyak produsen otomotif mulai melakukan inovasi. Salah satunya adalah dengan mengeluarkan seri perdana terhadap mobil listrik dengan teknologi modern.

    Volvo yang juga merupakan produsen otomotif dunia tidak ketinggalan setelah beberapa kompetitornya meluncurkan mobil listrik. Sebut saja Tesla yang dianggap sebagai produsen otomotif terdepan dalam urusan mobil listrik. Hal ini kemudian diikuti oleh beberapa produsen lain supaya tidak ketinggalan tren dan tetap memenangkan pasar.

    Hadirnya seri XC40 Recharge menjadi awal bagi Volvo memperluas pasar industri otomotif. Bahkan Volvo tidak ragu menyematkan berbagai teknologi modern demi memberikan kesan menakjubkan pada keluaran perdana tersebut. Dengan cara seperti ini, Volvo akan tetap mampu mengejar ketertinggalan dari kompetitor lain dalam pasar mobil listrik.

    Mobil Listrik Volvo XC40 Recharge

    • Terinspirasi dari Munculnya Tesla Model3

    Mobil listrik Volvo XC40 Recharge ternyata terinspirasi dari meluncurnya Tesla Model3. Sebelumnya, seri terbaru dari Tesla sudah mulai menarik perhatian banyak prang di seluruh dunia. melihat hal ini, Volvo kemudian mulai mencoba yang terbaik menyediakan kendaraan listrik. Dengan begitu persaingan akan tetap berlangsung ketat.

    Menariknya, salah satu pimpinan Volvo mengatakan bahwa model dari XC40 Recharge sempat mengalami perubahan. Hal ini karena Tesla Model3 telah meluncur terlebih dahulu ditengah proses produksi XC40 Recharge. Salah satunya adalah penambahan pada kapasitas baterai yang sebelumnya hanya 60 kwh menjadi sekitar 78 kwh.

    • Desain Eksterior XC40 Recharge yang Menggunakan Bahan Bakar Konvensional

    Jika dilihat dari segi eksterior, sebenarnya XC40 Recharge tidak jauh berbeda dengan XC40 yang menggunakan bahan bakar konvensional. Namun, karena ini merupakan seri perdana pada mobil listrik, tentu ada beberapa perubahan di beberapa bagian. Salah satunya adalah pada bagian grille yang lebih tertutup.

    Untuk urusan warna, XC40 Recharge mengambil konsep warna monokrom putih dan hitam. Dominasi warna putih terlihat dari bodi bawah hingga bagian atas mobil. Sedangkan untuk warna hitam lebih dominan di bagian bawah mobil. Tampilan eksterior XC40 Recharge dinilai cukup mengesankan untuk ukuran mobil listrik.

    • Spesifikasi Volvo XC40 Recharge yang Lebih Hemat Bahan Bakar

    Mobil listrik Volvo XC40 Recharge kabarnya mampu menempuh jarak hingga 400 km hanya dengan sekali isi baterai. Ini artinya dari segi konsumsi bahan bakar, maka XC40 Recharge lebih hemat biaya. Apalagi mekanisme isi ulang juga sudah memiliki kontrol lebih baik karena tidak sampai 1 jam.

    Salah satu hal menarik dari XC40 Recharge adalah memakai Road All Wheel Drive (AWD) Electric Powertain. Artinya XC40 Recharge mampu memberikan tenaga dengan kekuatan 40 tk sekali jalan. Cukup tangguh dan hemat bahan bakar. Tidak heran jika banyak penggemar dari seri pertama ini.

    • Seri Pertama dari 5 Seri

    Volvo telah merencanakan untuk memproduksi mobil listrik dalam skala besar. Hal ini ditunjukan dengan adanya rencana bahwa dalam 5 tahun kedepan akan memproduksi 5 jenis mobil listrik. XC40 Recharge menjadi seri perdana dan diharapkan mampu menunjukkan hasil memuaskan sebagai pembuka pasar industri di dunia.

    Tidak heran jika produsen asal Swedia ini berani mengklaim bahwa 2025 mendatang XC40 Recharge mampu mendominasi pasar. Meskipun harus bersaing dengan produsen otomotif lain seperti Tesla dan Ford, namun Volvo yakin dengan produksinya. Ini akan dibuktikan dengan dikeluarkan seri lanjutan di mobil listrik Volvo.

    • Akan ada Penambahan Jumlah Produksi

    Melihat antusiasme yang tinggi terhadap seri pertama tersebut, rencananya akan ada penambahan jumlah produksi. Bahkan produksi akan dinaikkan hingga 3x lipat karena permintaan dari pasar masih sangat tinggi. Mobil listrik Volvo XC40 Recharge menjadi gaya hidup baru ditengah persaingan pasar industri otomotif.

    Sambutan hangat terhadap mobil dengan Battera Electric Vehicle (BEV) telah membuat Volvo harus menaikkan jumlah produksi meskipun sudah melewati batas. Tidak heran jika pabriknya yang berada di Belgia terus melakukan pekerjaan demi memenuhi permintaan pasar. Ini juga baik untuk masa depan industri otomotif Volvo.

    Permintaan pasar terhadap kendaraan listrik memang semakin banyak. Persaingan industri otomotif juga semakin meningkat dengan hadirnya banyak seri mobil listrik. Produsen telah menawarkan berbagai tipe dan seri untuk memenuhi permintaan tersebut. Salah satunya adalah mobil listrik Volvo XC40 Recharge yang mendapatkan sambutan luar biasa.

  • Fakta Menarik Mobil Listrik VW ID.3 yang Pernah Populer

    Fakta Menarik Mobil Listrik VW ID.3 yang Pernah Populer

    Mobil listrik VW ID.3 telah membuat gebrakan baru pada tahun 2020 lalu. Volkswagen memang terkenal dengan beberapa teknologi baru yang disematkan dalam kendaraan produksinya. Hal ini juga terjadi ketika pameran otomotif di Jerman pada 2019 lalu. Pameran tersebut memperkenalkan VW ID3 Hatchback.

    Sebenarnya, dari segi tampilan VW ID3 tidak jauh berbeda dengan seri sebelumnya, yaitu VW Golf. Namun ada beberapa pengembangan di bagian bagasi serta kabin sehingga lebih luas. Bahkan interiornya telah dipasang dengan head unit touchscreen berukuran 10 inchi. Ini yang membuatnya dianggap lebih baik.

    Volkswagen ID3 telah diberikan teknologi terbaru supaya pengendara merakanan tingkat kenyamanan lebih tinggi. Apalagi baterai yang digunakan memiliki tenaga 45kwh yang bisa menempuh jarak hingga 330 km. Selain itu, ada sederet fakta menarik yang mengikuti mobil listrik ini hingga akhirnya menjadi populer di dunia.

    Fakta Menarik Mobil Listrik VW ID.3 yang Pernah Populer

    • Sambutan Hangat dari Penggemar Otomotif

    Frankfurt Motor Show yang digelar pada 2019 lalu ternyata menjadi tempat bagi banyak penggemar otomotif memesan mobil listrik VW ID.3. Dari pameran tersebut, semua spesifikasi baik dari segi desain visual hingga tenaga diperlihatkan kepada publik. Ini menandai bagaimana Volkswagen mampu menarik banyak perhatian.

    Bahkan, sebelum mobil ini resmi diluncurkan ke publik sudah ada lebih dari 30 ribu orang yang memesan. Padahal pada saat itu Volkswagen berencana akan meluncurkan ke publik pada pertengahan 2020. Namun tidak menyangka bahwa sebelum diluncurkan sudah ada banyak orang ingin antre memesan.

    • Spesifikasi yang Terlihat Lebih Modern

    Ada beberapa pilihan mobil listrik VW ID.3 yang akan diproduksi. Beberapa pilihan daya baterai telah disediakan kepada para konsumen. Kapasitas daya paling rendah adalah 45 kwh yang diprediksi mampu menempuh jarak 330 km. Ada juga kapasitas 77 kwh yang mampu menempuh jarak hingga 550 km.

    Beberapa teknologi modern juga disematkan untuk melengkapi kendaraan mewah ini. Misalnya seperti pemasangan LED Matrix Headlight hingga mekanisme Head up Display. Bahkan disini pengendara juga bisa mengaktifkan mekanisme semi-automous. Jadi pengendara akan bisa lebih mudah mengendarai di berbagai medan serta kondisi jalan.

    Menariknya, Volkswagen ID3 sudah menggunakan mekanisme voice command untuk mengatur kabin. Pengendara nantinya cukup hanya mengucapkan voice command “Hello ID”. Setelah itu, sensor akan langsung mendeteksi perintah tersebut dan menyesuaikan keinginan. Jadi VW ID3 ini sangat cocok untuk pengendara yang tidak ingin kerepotan.

    • Mobil Terlaris pada Oktober 2020

    Oktober 2020 menjadi puncak kejayaan dari VW ID3 dimana penjualan di seluruh Eropa mengalami peningkatan tajam. Bahkan, Volkswagen mampu mengungguli penjualan milik Tesla dan renault. Sepanjang Oktober 2020, Volkswagen telah mengirimkan sekitar 10.47t unit ke semua konsumen di seluruh Eropa.

    Di bulan yang sama, Tesla hanya mampu menjual 834 unit saja dan Renault bahkan hanya mampu menjual 700 unit. Pencapaian Volkswagen memang sangat mengejutkan, apalagi mengingat VW ID3 merupakan seri mobil listrik pertama milik Volkswagen. Prestasi ini membuat Volkswagen siap meluncurkan seri VW ID selanjutnya.

    Ada beberapa faktor mengapa VW ID3 laris di dataran biru Eropa. Salah satunya adalah karena harganya lebih terjangkau dari beberapa mobil listrik produksi produsen lain. Perbandingan harga antara VW ID3 paling rendah dengan Tesla Model 3 rendah saja sudah hampir berbeda 2x.

    • Suatu Tonggak Sejarah Bagi Volkswagen

    Mobil listrik VW ID.3 dianggap sebagai sejarah baru bagi perusahaan otomotif dari Negeri Bavaria tersebut. Hal ini karena VW ID3 dianggap sebagai bagian ketiga perjalanan Volkswagen dalam menyediakan kendaraan ramah lingkungan. Bagian pertama adalah pada seri Bettle dan diikuti oleh Golf di seri kedua.

    Hadirnya VW ID3 juga menjadikan Eropa semakin banyak alternatif pilihan mobil listrik. Hal ini karena Benua Biru tersebut sudah sepakat ingin mengakhiri masa pemakaian mobil bertenaga diesel. Kemudian menggantinya dengan tenaga baterai yang lebih ramah lingkungan.

    Kehadiran VW ID3 juga mendapatkan sambutan hangat di Eropa karena sejak 24 jam mengumumkan membuka pemesanan, sudah ada 10 ribu orang yang memesan. Hal ini membuat persaingan mobil listrik di Eropa menjadi lebih kompetitif lagi.

    Eropa memang sudah mulai giat mempromosikan penggunaan mobil listrik. Janji setiap negara mengurangi produksi mobil konvensional faktanya diikuti dengan berbagai produsen otomotif. Hal ini juga dilakukan oleh Volkswagen dengan mobil listrik VW ID.3 yang sudah diperkenalkan sebelumnya.

  • Sejarah Mobil Listrik Dunia, Berikut Beberapa Fakta Menariknya

    Sejarah Mobil Listrik Dunia, Berikut Beberapa Fakta Menariknya

    Mobil listrik dunia telah menjadi perbincangan hangat dalam beberapa tahun terakhir. Kesadaran akan sebuah transportasi ramah lingkungan membuat banyak pihak mulai serius mengembangkan mobil tersebut. Bahkan investasi besar-besaran telah dikeluarkan demi mewujudkan impian tersebut. Bahkan juga ada rencana pengurangan produksi mobil berbahan bahan bensin.

    Dari segi efektifitas, sebenarnya kendaraan ramah lingkungan bisa lebih baik dari kendaraan konvensional. Tidak terlalu menimbulkan suara dan bahkan menghilangkan gas karbon monoksida hasil pembakaran. Fakta ini memberikan dorongan besar untuk produksi massal kendaraan listrik. Ditambah dengan sudah terlalu banyaknya asap kendaraan yang menjadi polusi.

    Namun, sebenarnya bagaimana perkembangan mobil listrik ini? Bagaimana awal mula konsep ini muncul? Memang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa konsep ini dulunya sempat dipertanyakan. Apalagi karena tenaga listrik belum terlalu banyak pada masa lalu. Namun saat ini telah menjadi sebuah tujuan baru dalam dunia otomotif.

    Sejarah Mobil Listrik Dunia, Berikut Beberapa Fakta Menariknya

    • Konsep Awal Mula Sejak Abad 19

    Mobil listrik dunia pada awalnya sudah ada konsepnya sejak abad 19. Pada saat itu, pemikiran untuk memberikan kemudahan bagi manusia melalui sebuah kendaraan telah muncul. Salah satunya adalah dengan memperkenalkan konsep mobil ramah lingkungan. Namun, sayangnya konsep tersebut masih sulit dicapai karena keterbatasan teknologi.

    Selain itu, abad 19 dan 20 merupakan tahun dimana minyak bumi mulai mendominasi pasar global. Hal ini membuat industri otomotif lebih memilih bahan bakar minyak daripada konsep yang masih abstrak tersebut. Hasilnya, hingga beberapa tahun konsep ini masih menjadi rencana dan masih belum bisa tercapai.

    • Penemuan Pertama Kali yang Muncul pada Tahun 1830

    Jika dilihat dari perkembanganya, mobil listrik pertama kali muncul pada tahun 1830 ketika Robert Anderson mampu mengembangkan prototipe untuk pertama kalinya. Prototipe tersebut memperlihatkan sebuah kendaraan dengan tenaga baterai yang tidak bisa diisi ulang. Beberapa tahun kemudian, Thomas Daveport juga menciptakan prototipe lanjutan.

    Perkembangan besar pada mobil listrik dunia terjadi pada tahun 1859. Saat itu, Gaston Plante mampu membuat prototipe baterai yang bisa diisi ulang. Penemuan Plante menjadi pondasi kuat terciptanya kendaraan ramah lingkungan. Bahkan menjelang akhir abad 20 sudah ada beberapa kendaraan listrik.

    Setidaknya ada 3 penemuan lanjutan setelah adanya baterai yang bisa diisi ulang. Pertama adalah kendaraan bernama La Tilbury yang merupakan penemuan dari Perancis. Selanjutnya ada Gustave Trouve yang juga menciptakan hal sama. Terakhir ada penemuan kendaraan 3 roda di Inggris.

    • Mengalami Masa Kemunduran dengan Beberapa Faktor

    Awal abad 20 menjadi masa kemunduran mobil listrik. Ada banyak faktor mengapa perkembangan kendaraan tersebut bisa mengalami kemunduran. Beberapa pihak juga mulai merencanakan konsep tersebut. Bahkan ada sebagian pihak yang menilai konsep ini tidak bisa dilanjutkan. Hal tersebut dengan berkembangnya era minyak bumi.

    Faktor utama mengapa kendaraan ini mengalami penurunan adalah karena pengisian bahan bakar yang lama. Untuk 1 kendaraan saja dibutuhkan beberapa jam supaya daya kembali terisi hingga penuh. Hal ini membuat mobilitas masyarakat menjadi terganggu. Ditambah dengan sudah maraknya kegiatan ekonomi pada saat itu.

    Faktor lain yang cukup berpengaruh adalah industrialisasi massal kendaraan konvensional oleh Henry Ford. Mobil dengan bahan bakar konvensional kemudian diproduksi secara massal sehingga harganya lebih murah. Bahan bakar bisa ditemukan dimana saja sehingga cukup mudah mengisinya. Hal ini membuat banyak orang lebih memilih kendaraan konvensional.

    • Memasuki Era Baru dan Mendapat Perhatian Setelah Harga Minyak Dunia Mengalami Naik Turun

    Mobil listrik dunia kembali mendapatkan perhatian setelah harga minyak dunia mengalami naik turun. Pada tahun 1970an, beberapa perusahaan otomotif mulai membangun kembali konsep tersebut. Beberapa prototipe mulai dikembangkan dengan tujuan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak.

    Sebut saja General Motors yang mengeluarkan tipe EV1 pada 1996. Kemudian ada juga Next dari Renault pada 1995. Toyota juga tidak ketinggalan mengeluarkan prototipe terbarunya dengan nama Prius pada 1997. Ford kemudian juga melakukan hal sama dengan mengeluarkan kendaraan listrik dengan nama Ranger pickup Electric.

    Menjelang perempat abad 21 ini, Tesla hadir sebagai produsen otomotif terdepan yang menghadirkan konsep kendaraan ramah lingkungan. Bahkan untuk mendukung rencananya tersebut, banyak investasi dikeluarkan. Kabar terbaru bahkan Tesla sempat mendekati Indonesia untuk investasi tersebut.

    Kehadiran kendaraan ramah lingkungan memang memberikan angin segar bagi para pengguna jalan. Nilai efektifitas atau kegunaan tidak jauh berbeda, bahkan lebih baik. Ditambah bahwa mobil listrik dunia saat ini sudah dilengkapi dengan teknologi modern paling baru.

  • Perkembangan Mobil Listrik di Dunia Pada Era Modern

    Perkembangan Mobil Listrik di Dunia Pada Era Modern

    Perkembangan mobil listrik di dunia mungkin sudah memasuki era baru. Para produsen otomotif saat ini mulai saling memamerkan konsep kendaraan masa depan. Bahkan, beberapa perusahaan sudah siap meluncurkan kendaraan masa depan dalam jumlah besar. Sebut saja Tesla yang dalam beberapa tahun terakhir sangat gencar promosinya.

    Mobil listrik ini memang mulai diminati oleh banyak orang. Ada banyak faktor yang membuat mengapa kendaraan jenis ini menjadi pilihan utama. Alasan pertama tentu karena minyak bumi sebagai bahan bakar utama yang mulai menurun. Ditambah dengan meningkatnya kebutuhan transportasi pribadi, terutama di daerah perkotaan.

    Namun, sebenarnya seperti apa perkembangan kendaraan ini di era modern? Apakah masih sama menggunakan teknologi mobil konvensional atau malah mengadopsi teknologi generasi terbaru? Lalu, seperti apa prospek masa depan kendaraan masa depan tersebut? Berikut beberapa pandangan yang mungkin perlu kamu ketahui.

    Perkembangan Mobil Listrik di Dunia Pada Era Modern

    • Adanya Suatu Dukungan Ekosistem Terintegrasi

    Perkembangan mobil listrik di dunia sebenarnya telah didukung dengan adanya ekosistem terintegrasi. Maksudnya adalah sudah banyak pihak yang telah menyediakan tempat pengisian daya di tempat umum. Hal ini jelas membuat pemilik kendaraan tersebut jauh lebih mudah ketika ingin menambah daya bahan bakar untuk perjalanan.

    Sebagai contoh, di Indonesia saja sudah ada teknologi bernama EVLink. Teknologi ini merupakan tempat pengisian daya tenaga dengan fitur yang mampu mengontrol serta memberikan pengawasan terhadap penggunaan listrik. Hal ini membuat mobil bisa terisi lebih maksimal dan penggunaannya juga akan dimaksimalkan dengan baik.

    • Prospek Masa Depan dari Kendaraan Generasi Terbaru

    Melihat perkembangan mobil listrik yang semain hari semakin meningkat, banyak lembaga sudah memberikan catatan statistiknya. Hal ini untuk menunjukkan bagaimana prospek masa depan dari kendaraan generasi terbaru ini. Semua data menunjukkan ada peningkatan, baik produksi maupun konsumsi di masyarakat global dalam beberapa tahun mendatang.

    JP Morgan telah memberikan catatan bahwa di tahun 2025 mendatang kemungkinan besar mobil listrik akan menyentuh 30% dari konsumsi global. Data lain dari Internasional Energi Agency (IEA) juga menyebutkan ada peningkatan cukup pesat. Mobil listrik diprediksi akan mencapai 125 juta unit di seluruh dunia.

    Indonesia juga tidak kalah dalam menyajikan data mobil listrik. Pemerintah telah memberikan target 30% dari produksi nasional sehingga mampu mengurangi polusi udara. Bahkan, diprediksi efek gas rumah kaca bisa berkurang hingga 29%. Hal ini sejalan dengan bagaimana prospek masa depan perkembangan mobil listrik di dunia.

    • Banyak Investasi yang Berjumlah Besar-Besaran

    Melihat bagaimana prospek masa depan dari mobil listrik, banyak perusahaan otomotif yang sudah melakukan investasi besar-besaran. Sebut saja Tesla yang beberapa saat lalu kabarnya ingin investasi baterai mobil listrik di Indonesia. Meskipun kabar terbaru menyebutkan Tesla lebih memilih India daripada Indonesia karena beberapa alasan.

    Namun, melihat bagaimana perusahaan besar ini melakukan investasi besar, sudah pasti hal tersebut akan diikuti oleh perusahaan lain. Memang sudah ada banyak perusahaan yang sudah melakukan investasi. Bahkan, sebelum adanya kabar Tesla mau melakukan investasi, sebenarnya sudah ada beberapa perusahaan yang terlebih dahulu melakukannya.

    CATL dari China serta LG Chem Korea Selatan pada kenyataannya sudah terlebih dahulu memulai investasi baterai listrik. Dari investasi ini, diharapkan di masa depan akan ada lebih banyak mobil listrik yang sudah beroperasi. Hal ini juga bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak.

    • Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat Dunia

    Perkembangan mobil listrik di dunia juga tidak terlepas dari partisipasi masyarakat global. Kesadaran bahwa kendaraan dengan bahan bakar minyak sudah terlalu banyak. Hal tersebut membuat kota besar menjadi dipenuhi asap kendaraan yang mengakibatkan polusi dimana-mana.

    Untuk itu, masyarakat dunia saat menyambut baik kabar industri mobil listrik yang mulai diproduksi secara massal. Meskipun mungkin harganya masih akan relatif lebih tinggi dari mobil biasa. Namun, ketika sudah ada banyak produsen otomotif yang memproduksinya, harga mobil listrik bisa turun lebih rendah.

    Partisipasi masyarakat dunia dalam perkembangan mobil listrik ini juga terus meningkat. Bahkan di beberapa negara seperti Eropa dan Amerika sudah banyak penggunanya. Tinggal menunggu waktu saja bagaimana industri ini akan berkembang dan mendominasi pasar kendaraan global.

    Sebagai salah satu kendaraan modern, mobil listrik tentu menjadi sebuah terobosan penting bagi manusia. Tidak lagi akan terpengaruh oleh isu kenaikan harga minyak dunia, namun hanya perlu memanfaatkan energi listrik saja. Perkembangan mobil listrik di dunia diharapkan bisa terwujud demi mencegah polusi semakin parah.

  • Bahan Baku Baterai Mobil Listrik dan Proses Charging

    Bahan Baku Baterai Mobil Listrik dan Proses Charging

    Bahan baku baterai mobil listrik adalah nikel sulfat dan kobalt sulfat. Mobil listrik merupakan kendaraan ramah lingkungan dengan nol emisi. Kendaraan ini dijalankan dengan penyimpanan daya berada pada baterai. Untuk menggunakan kendaraan ini kamu harus melakukan isi ulang terlebih dahulu dengan cara mengecasnya.

    Transportasi ramah lingkungan ini sudah diproduksi sejak abad ke-18, namun dalam perkembangannya mengalami hambatan, karena munculnya kendaraan berbahan baku bensin yang memiliki harga jual lebih rendah dari mobil listrik. Namun kendaraan nol emisi ini kemudian muncul kembali dan mengalami perbaruan dalam perkembangannya.

    Di Indonesia, mobil listrik juga sudah mulai beredar dan mendapatkan respon baik dikalangan pecinta otomotif. Transportasi roda empat ini menjadi salah satu kendaraan dengan nilai jual yang tinggi. Bahan baku baterai mobil listrik di Indonesia saat ini masih belum banyak diproduksi.

    Selain itu mobil listrik memiliki baterai berkualitas yang membuatnya ramah lingkungan. Sulitnya mendapatkan bahan baku baterai membuat mobil ini terbatas dalam produksinya, sehingga tidak semua orang bisa mendapatkannya dengan mudah. Saat ini stasiun pengisian kendaraan listrik umum.

    Bahan Baku Baterai Mobil Listrik

    Bahan baku baterai untuk mobil listrik yang utama adalah nikel sulfat, kobalt sulfat, serta lithium. Di Indonesia bahan baku nikel bisa didapatkan karena memang terdapat sumber daya alam nikel, namun untuk lithium Indonesia masih harus mengeskplor lebih banyak lagi.

    Nikel sulfat digunakan sebagai bahan precursor katoda baterai lithium. Nikel Sulfat diperoleh dengan cara proses pengendapan larutan nikel—mangan—kobalt sulfat dengan menambahkan etanol dan asam oksalat. Pengendapan dalam keadaan etanol menghasilkan Kristal nikel sulfat berbentuk jarum.

    Sedangkan pengendapan dalam keadaan keadaan asam oksalat menghasilkan Kristal nikel sulfat berbentuk serbuk. Pembuatan nikel sulfat sebagai bahan baku baterai mobil listrik lithium dilakukan dengan cara ekstraksi dalam keadaan asam sulfat 25% nickel matte. Pemilihan bahan ini didasari oleh komposisi bahan tersebut.

    Nickel matte mengandung bahan nikel dan kobalt, serta besi dan tembaga yang tidak terlalu besar. Sehingga dalam proses pemurniannya akan berjalan relative mudah dibandingkan dengan jenis lainnya. sedangkan bahan katoda baterai lithium dibuat dari lithium—nickel mangan cobalt.

    Untuk mendukung perkembangan mobil ramah lingkungan di Indonesia, pemerintah resmi membangun pabrik bahan baku pembuatan baterai kendaraan ramah lingkungan di kawasan Indonesia Morowali Industria Park (IMIP), Sulawesi Tengah. Proyek ini merupakan kerja sama antara perusahaan Tiongkok, Indonesia, dan Jepang.

    Pabrik ini akan dikembangkan dengan lahan seluas 120 hektar. Pabrik bahan baku baterai mobil listrik yang memproduksi material energy baru dari nikel laterit ini dapat memenuhi kebutuhan bahan baku baterai lithium generasi kedua. Indonesia termasuk kedalam negara penghasil nikel terbesar di dunia.

    Maka dari itu memungkin untuk Indonesia dapat memproduksi sendiri bahan baku yang dibutuhkan oleh kendaraan bertenaga listrik. Mobil dengan baterai berbahan dasar nikel dan lithium menjadi salah satu mobil listrik yang dipilih, karena memiliki kualitas yang baik didalam sistem mesinnya.

    Macam-macam Charger dan Proses Charging Mobil Listrik

    Kendaraan ramah lingkungan yang tidak menggunakan bensin ini menggunakan baterai sebagai penampung daya tenaga penggeraknya. Penggunaan baterai ini mengharuskan pemilik mobil ini untuk mengisi ulang dayanya dengan cara di charge. Pengecasan mobil listrik tidak seperti barang elektronik lainnya.

    Energy dayanya dapat diisi ulang melalui dua macam jenis pengecasan, yaitu wall charge dan fast charge. Wall charge bisa membantu kamu untuk melakukan isi ulang kendaraan nol emisi ini di rumah, namun pastikan terlebih dahulu bahwa listrik di rumah kamu mencukupi.

    Jika di cas di rumah, sebaiknya dilakukan ketika tidak ada aktivitas yang mengharuskan untuk menggunakan listrik. Pengecasan dapat dilakukan pada malam hari ketika tidak banyak arus listrik yang dikeluarkan. Mobil di charge selama kurang lebih 8 jam sampai daya terisi penuh.

    Jenis charge yang kedua adalah fast charger, tipe charge ini paling sering digunakan oleh pengguna kendaraan ramah lingkungan. Saat ini juga sudah tersedia stasiun pengisian kendaraan listrik umum yang bisa kamu jumpai di beberapa wilayah. Fast charger memerlukan waktu selama kurang lebih 30—40 menit.

    Kendaraan nol emisi membutuhkan penyimpan daya serta pengolah energi dengan komposisi terbaik. Maka dari itu bahan baku yang digunakan harus terbuat dari bahan pilihan. Pemerintah Indonesia mulai membangun pabrik bahan baku baterai mobil listrik, karena pada dasarnya Indonesia sudah memiliki bahan utamanya.

  • Jenis Baterai Lithium Mobil Listrik (Li-On)

    Jenis Baterai Lithium Mobil Listrik (Li-On)

    Jenis baterai lithium mobil listrik menjadi salah satu bahan bakar wajib ada dalam kendaraan nol emisi. Kendaraan roda empat jenis ini tidak memiliki emisi atau pembuangan gas penyebab polusi sama sekali, karena menggunakan bahan bakar listrik yang disimpan dalam baterai.

    Perkembangan mobil listrik di dunia sudah dimulai sejak abad 18. Meskipun tidak mendapatkan respon baik pada waktu itu namun para ilmuan tetap menciptakan dan mengembangkan penemuan ini. Kemudian pada tahun seseorang warga Inggris bernama Robert Anderson telah mengembangkan kendaraan roda tiga bertenaga listrik.

    Penemuan Robert Anderson ini kemudian dianggap sebagai mobil tenaga listrik pertama di dunia. Pada akhir abad ke-18 Wiliam Morrison berhasil membuat mobil bertenaga listrik yang mampu menampung hingga enam orang penumpang dengan laju kecepatan 22 km/jam.

    Begitu juga dengan salah satu penemu terkenal Thomas Alva Edison melihat kelak mobil bertenaga listrik ini akan menjadi sebuah kendaraan dimasa depan. Untuk itu Thomas kemudian menciptakan baterai yang dapat bertahan lama untuk digunakan di mobil komersial yang hingga kini menjadi baterai lithium dari mobil listrik.

    Jenis Baterai Lithium Mobil Listrik dan Karakteristiknya

    Sejak awal kemunculannya, kendaraan ini mengalami pasang surut. Begitu juga di Indonesia, perkembangan kendaraan roda empat tenaga ramah lingkungan ini sudah dimulai sejak tahun 2012. Bermula dari menteri BUMN Dahlan Iskan pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono yang meminta Ricky Elson mengembangan jenis kendaraan ini.

    Namun pengembangan kendaraan nol emisi ini mengalami kendala, kemudian pada masa pemerintahan Jokowi dikembangkan kembali. Pada mobil listrik, baterai merupakan komponen utama dan berkonstribusi 35-40% dari harga mobil itu sendiri. Komponen biaya terbesar pembuatan penampung daya adalah biaya materialnya mencapai ± 60% dari total pembuatan.

    Baterai lithium mobil listrik menggunakan Li-On degan lithium nikel, koblat, mangan, dan alumunium sebagai bahan baku material katoda, sedangkan material anodanya menggunakan grafit. Sebagian besar material pembuatan penyimpan energi ini dimiliki oleh Indonesia, keculai Li-On yang saat ini masih terus dieksplor.

    Dalam penggunaannya ada beberapa jenis dan tipe yang bisa digunakan pada kendaraan tergantung pada sistem pengoperasian kendaraan. Saat ini jenis atau tipe yang populer digunakan adalah lithium-ion, namun masih ada jenis lainnya. Salah satunya NiMH yang sesuai untuk jenis hybrid.

    Baterai lithium mobil listrik paling sering digunakan. Lithium Ion atau Li-On sudah sering dijumpai di berbagai jenis peralatan elektronik portable seperti laptop, handphone, dan lainnya. Namun bahan Li-On yang digunakan pada alat elektronik dengan kendaraan listrik tentunya berbeda. Perbedaan utamanya terletak pada skala atau kapasitasnya.

    Kapasitas daya Li-On pada kendaraan listrik memiliki kapasitas dan ukuran fisik yang jauh lebih besar dari peralatan elektronik, penyimpan daya ini sering disebut sebagai traction battery pack. Li-on memiliki rasio daya terhadap berat sangat tinggi dan memiliki efisiensi energy yang tinggi.

    Baterai dari lithium mobil listrik dapat bekerja pada suhu tinggi serta memiliki rasio energi yang lebih besar tiap beratnya. Tipe ini memiliki tingkat “self-discharger” yang renda, sehingga termasuk penyimpan daya paling baik dibanding dengan lainnya dalam mempertahankan kemampuan menahan muatan penuhnya.

    Kelebihan serta Harga Baterai Lithium Mobil Listrik

    Baterai dari lithium mobil listrik memiliki beberapa kelebihan seperti kepadatan energy massanya adalah 100—180 Wh/kg, kepadatan energi volume 200-300 Wh/L, kepadatan daya 1000—5000 W/kg, serta efisiensi 95—99%. Jika dibandingkan dengan jenis lainnya, jenis ini memiliki kepadatan energy yang lebih besar.

    Namun, Li-On ini memiliki peran besar dalam penentuan harga kendaraan, karena bahan baku ini mempengaruhi hingga 40% dari harga kendaraan itu sendiri. Bahan bakunya yang terbuat dari bahan-bahan terbaik membuat harga jual mobil dengan jenis penyimpan daya ini tinggi. Berikut beberapa jenis sumber tenaga Li-On.

    1. Lithium Iron Phosphate (LiFePO4) — LFP
    2. Lithium Nickel Cobalt Alumunium Oxide (LiNiCoAIO2) — NCA
    3. Lithium Nickel Manganese Cobalt Oxide (LiNiMnCoO2) — NMC
    4. Lithium Titanate (Li2TiO3) — LTO
    5. Lithium Manganese Oxide (LiMn204) — LMO
    6. Lithium Cobalt Oxide (LiCoO2) — LCO

    Penggunaan mobil listrik yang semakin diminati pecinta otomotif membuat jenis kendaraan ini semakin dikembangkan dengan menghadirkan spesifikasi terabik, khususnya pada baterai atau daya yang digunakan. Baterai lithium mobil listrik memiliki kelebihan dibandingkan dengan jenis lainnya.