Sejarah Mobil Listrik Dunia, Berikut Beberapa Fakta Menariknya

Mobil listrik dunia telah menjadi perbincangan hangat dalam beberapa tahun terakhir. Kesadaran akan sebuah transportasi ramah lingkungan membuat banyak pihak mulai serius mengembangkan mobil tersebut. Bahkan investasi besar-besaran telah dikeluarkan demi mewujudkan impian tersebut. Bahkan juga ada rencana pengurangan produksi mobil berbahan bahan bensin.

Dari segi efektifitas, sebenarnya kendaraan ramah lingkungan bisa lebih baik dari kendaraan konvensional. Tidak terlalu menimbulkan suara dan bahkan menghilangkan gas karbon monoksida hasil pembakaran. Fakta ini memberikan dorongan besar untuk produksi massal kendaraan listrik. Ditambah dengan sudah terlalu banyaknya asap kendaraan yang menjadi polusi.

Namun, sebenarnya bagaimana perkembangan mobil listrik ini? Bagaimana awal mula konsep ini muncul? Memang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa konsep ini dulunya sempat dipertanyakan. Apalagi karena tenaga listrik belum terlalu banyak pada masa lalu. Namun saat ini telah menjadi sebuah tujuan baru dalam dunia otomotif.

Konsep Awal Mula Sejak Abad 19

Mobil listrik dunia pada awalnya sudah ada konsepnya sejak abad 19. Pada saat itu, pemikiran untuk memberikan kemudahan bagi manusia melalui sebuah kendaraan telah muncul. Salah satunya adalah dengan memperkenalkan konsep mobil ramah lingkungan. Namun, sayangnya konsep tersebut masih sulit dicapai karena keterbatasan teknologi.

Selain itu, abad 19 dan 20 merupakan tahun dimana minyak bumi mulai mendominasi pasar global. Hal ini membuat industri otomotif lebih memilih bahan bakar minyak daripada konsep yang masih abstrak tersebut. Hasilnya, hingga beberapa tahun konsep ini masih menjadi rencana dan masih belum bisa tercapai.

Viral :   Mobil Listrik Buatan Indonesia VS Impor dari Luar

Penemuan Pertama Kali yang Muncul pada Tahun 1830

Jika dilihat dari perkembanganya, mobil listrik pertama kali muncul pada tahun 1830 ketika Robert Anderson mampu mengembangkan prototipe untuk pertama kalinya. Prototipe tersebut memperlihatkan sebuah kendaraan dengan tenaga baterai yang tidak bisa diisi ulang. Beberapa tahun kemudian, Thomas Daveport juga menciptakan prototipe lanjutan.

Perkembangan besar pada mobil listrik dunia terjadi pada tahun 1859. Saat itu, Gaston Plante mampu membuat prototipe baterai yang bisa diisi ulang. Penemuan Plante menjadi pondasi kuat terciptanya kendaraan ramah lingkungan. Bahkan menjelang akhir abad 20 sudah ada beberapa kendaraan listrik.

Setidaknya ada 3 penemuan lanjutan setelah adanya baterai yang bisa diisi ulang. Pertama adalah kendaraan bernama La Tilbury yang merupakan penemuan dari Perancis. Selanjutnya ada Gustave Trouve yang juga menciptakan hal sama. Terakhir ada penemuan kendaraan 3 roda di Inggris.

Mengalami Masa Kemunduran dengan Beberapa Faktor

Awal abad 20 menjadi masa kemunduran mobil listrik. Ada banyak faktor mengapa perkembangan kendaraan tersebut bisa mengalami kemunduran. Beberapa pihak juga mulai merencanakan konsep tersebut. Bahkan ada sebagian pihak yang menilai konsep ini tidak bisa dilanjutkan. Hal tersebut dengan berkembangnya era minyak bumi.

Faktor utama mengapa kendaraan ini mengalami penurunan adalah karena pengisian bahan bakar yang lama. Untuk 1 kendaraan saja dibutuhkan beberapa jam supaya daya kembali terisi hingga penuh. Hal ini membuat mobilitas masyarakat menjadi terganggu. Ditambah dengan sudah maraknya kegiatan ekonomi pada saat itu.

Viral :   Spesifikasi dan Harga Tesla Model 3 di Indonesia

Faktor lain yang cukup berpengaruh adalah industrialisasi massal kendaraan konvensional oleh Henry Ford. Mobil dengan bahan bakar konvensional kemudian diproduksi secara massal sehingga harganya lebih murah. Bahan bakar bisa ditemukan dimana saja sehingga cukup mudah mengisinya. Hal ini membuat banyak orang lebih memilih kendaraan konvensional.

Memasuki Era Baru dan Mendapat Perhatian Setelah Harga Minyak Dunia Mengalami Naik Turun

Mobil listrik dunia kembali mendapatkan perhatian setelah harga minyak dunia mengalami naik turun. Pada tahun 1970an, beberapa perusahaan otomotif mulai membangun kembali konsep tersebut. Beberapa prototipe mulai dikembangkan dengan tujuan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak.

Sebut saja General Motors yang mengeluarkan tipe EV1 pada 1996. Kemudian ada juga Next dari Renault pada 1995. Toyota juga tidak ketinggalan mengeluarkan prototipe terbarunya dengan nama Prius pada 1997. Ford kemudian juga melakukan hal sama dengan mengeluarkan kendaraan listrik dengan nama Ranger pickup Electric.

Menjelang perempat abad 21 ini, Tesla hadir sebagai produsen otomotif terdepan yang menghadirkan konsep kendaraan ramah lingkungan. Bahkan untuk mendukung rencananya tersebut, banyak investasi dikeluarkan. Kabar terbaru bahkan Tesla sempat mendekati Indonesia untuk investasi tersebut.

Kehadiran kendaraan ramah lingkungan memang memberikan angin segar bagi para pengguna jalan. Nilai efektifitas atau kegunaan tidak jauh berbeda, bahkan lebih baik. Ditambah bahwa mobil listrik dunia saat ini sudah dilengkapi dengan teknologi modern paling baru.