Perkembangan Mobil Listrik di Dunia Pada Era Modern

Perkembangan mobil listrik di dunia mungkin sudah memasuki era baru. Para produsen otomotif saat ini mulai saling memamerkan konsep kendaraan masa depan. Bahkan, beberapa perusahaan sudah siap meluncurkan kendaraan masa depan dalam jumlah besar. Sebut saja Tesla yang dalam beberapa tahun terakhir sangat gencar promosinya.

Mobil listrik ini memang mulai diminati oleh banyak orang. Ada banyak faktor yang membuat mengapa kendaraan jenis ini menjadi pilihan utama. Alasan pertama tentu karena minyak bumi sebagai bahan bakar utama yang mulai menurun. Ditambah dengan meningkatnya kebutuhan transportasi pribadi, terutama di daerah perkotaan.

Namun, sebenarnya seperti apa perkembangan kendaraan ini di era modern? Apakah masih sama menggunakan teknologi mobil konvensional atau malah mengadopsi teknologi generasi terbaru? Lalu, seperti apa prospek masa depan kendaraan masa depan tersebut? Berikut beberapa pandangan yang mungkin perlu kamu ketahui.

Perkembangan Mobil Listrik di Dunia Pada Era Modern

  • Adanya Suatu Dukungan Ekosistem Terintegrasi

Perkembangan mobil listrik di dunia sebenarnya telah didukung dengan adanya ekosistem terintegrasi. Maksudnya adalah sudah banyak pihak yang telah menyediakan tempat pengisian daya di tempat umum. Hal ini jelas membuat pemilik kendaraan tersebut jauh lebih mudah ketika ingin menambah daya bahan bakar untuk perjalanan.

Sebagai contoh, di Indonesia saja sudah ada teknologi bernama EVLink. Teknologi ini merupakan tempat pengisian daya tenaga dengan fitur yang mampu mengontrol serta memberikan pengawasan terhadap penggunaan listrik. Hal ini membuat mobil bisa terisi lebih maksimal dan penggunaannya juga akan dimaksimalkan dengan baik.

  • Prospek Masa Depan dari Kendaraan Generasi Terbaru

Melihat perkembangan mobil listrik yang semain hari semakin meningkat, banyak lembaga sudah memberikan catatan statistiknya. Hal ini untuk menunjukkan bagaimana prospek masa depan dari kendaraan generasi terbaru ini. Semua data menunjukkan ada peningkatan, baik produksi maupun konsumsi di masyarakat global dalam beberapa tahun mendatang.

Viral :   Rivian Kembali Menunda Pengiriman Pickup Rivian R1T Electric Hingga September

JP Morgan telah memberikan catatan bahwa di tahun 2025 mendatang kemungkinan besar mobil listrik akan menyentuh 30% dari konsumsi global. Data lain dari Internasional Energi Agency (IEA) juga menyebutkan ada peningkatan cukup pesat. Mobil listrik diprediksi akan mencapai 125 juta unit di seluruh dunia.

Indonesia juga tidak kalah dalam menyajikan data mobil listrik. Pemerintah telah memberikan target 30% dari produksi nasional sehingga mampu mengurangi polusi udara. Bahkan, diprediksi efek gas rumah kaca bisa berkurang hingga 29%. Hal ini sejalan dengan bagaimana prospek masa depan perkembangan mobil listrik di dunia.

  • Banyak Investasi yang Berjumlah Besar-Besaran

Melihat bagaimana prospek masa depan dari mobil listrik, banyak perusahaan otomotif yang sudah melakukan investasi besar-besaran. Sebut saja Tesla yang beberapa saat lalu kabarnya ingin investasi baterai mobil listrik di Indonesia. Meskipun kabar terbaru menyebutkan Tesla lebih memilih India daripada Indonesia karena beberapa alasan.

Namun, melihat bagaimana perusahaan besar ini melakukan investasi besar, sudah pasti hal tersebut akan diikuti oleh perusahaan lain. Memang sudah ada banyak perusahaan yang sudah melakukan investasi. Bahkan, sebelum adanya kabar Tesla mau melakukan investasi, sebenarnya sudah ada beberapa perusahaan yang terlebih dahulu melakukannya.

Viral :   Mobil Listrik TOGG Turki Pamer Kecanggihan di CES 2022

CATL dari China serta LG Chem Korea Selatan pada kenyataannya sudah terlebih dahulu memulai investasi baterai listrik. Dari investasi ini, diharapkan di masa depan akan ada lebih banyak mobil listrik yang sudah beroperasi. Hal ini juga bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak.

  • Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat Dunia

Perkembangan mobil listrik di dunia juga tidak terlepas dari partisipasi masyarakat global. Kesadaran bahwa kendaraan dengan bahan bakar minyak sudah terlalu banyak. Hal tersebut membuat kota besar menjadi dipenuhi asap kendaraan yang mengakibatkan polusi dimana-mana.

Untuk itu, masyarakat dunia saat menyambut baik kabar industri mobil listrik yang mulai diproduksi secara massal. Meskipun mungkin harganya masih akan relatif lebih tinggi dari mobil biasa. Namun, ketika sudah ada banyak produsen otomotif yang memproduksinya, harga mobil listrik bisa turun lebih rendah.

Partisipasi masyarakat dunia dalam perkembangan mobil listrik ini juga terus meningkat. Bahkan di beberapa negara seperti Eropa dan Amerika sudah banyak penggunanya. Tinggal menunggu waktu saja bagaimana industri ini akan berkembang dan mendominasi pasar kendaraan global.

Sebagai salah satu kendaraan modern, mobil listrik tentu menjadi sebuah terobosan penting bagi manusia. Tidak lagi akan terpengaruh oleh isu kenaikan harga minyak dunia, namun hanya perlu memanfaatkan energi listrik saja. Perkembangan mobil listrik di dunia diharapkan bisa terwujud demi mencegah polusi semakin parah.