Tag: Rem motor

  • Mengenal Master Rem Brembo Sebelum Memasangnya Pada Motor

    Mengenal Master Rem Brembo Sebelum Memasangnya Pada Motor

    Mengikuti perkembangan dari kendaraan bermotor, maka akan mengikuti juga perubahan dari master rem brembo yang memiliki banyak penggemar di bidang otomotif. Saat ini dalam dunia otomotif sudah banyak peminat yang selalu melakukan update mengenai berbagai macam dari jenis rem Brembo telah disediakan.

    Menggunakan sistem pengereman dengan brembo membantu banyak orang dapat menggunakan mesin otomotif tersebut secara maksimal. Selain itu, lebih mudah juga agar bisa mendapatkan tampilan lebih segar untuk motor kamu ketika telah memilih menggunakan jenis sparepart ini untuk digunakan.

    Sebagai penambah performa di saat sedang menggunakan kendaraan bermotor, tidak heran jika banyak yang perlu untuk menstabilkan fungsi dari sparepart ini. Nah ketika telah melakukan stabilisasi dengan baik, maka tidak perlu lagi merasa kesulitan untuk menggunakan master rem brembo tersebut secara nyaman.

    Rem dari merek Italia yang sudah memiliki uji kualitas terbukti baik ini menjadi salah satu pilihan bagi pelanggan. Dalam melakukan modifikasi motor, mengganti sparepart biasa, hingga untuk digunakan dalam pertandingan balap juga banyak yang menggunakan jenis ini untuk kendaraan bermotor lebih nyaman.

    Kini pengaplikasiannya juga telah mulai merambah lebih luas ke motor dengan bodi besar atau yang biasa juga disebut dengan nama moge. Dengan kapasitas mesin kisaran 250 cc ke bawah dapat menggunakan rem jenis brembo agar kualitas serta performa mesin menjadi lebih maksimal saat sedang digunakan.

    Berbagai Macam Master Rem Brembo yang Dapat Menjadi Pilihan

    Dalam membeli produk dari rem motor brembo tersebut tersedia berbagai macam series yang bisa dipilih oleh pembeli. Dengan mencocokkan sesuai dengan motor yang digunakan serta kecocokan harga maupun harga oleh pelanggan, maka kamu bisa memilih untuk menggunakan beberapa series berikut ini.

    Harga yang ditawarkan untuk mendapatkan master rem brembo berada pada kisaran 4.000.000 rupiah hingga 5.750.000 rupiah perunitnya. Harga ini merupakan paling standar serta dapat ditemukan pada berbagai macam bengkel otomotif maupun toko yang menyediakan peralatan otomotif lengkap.

    Untuk jenis master brembo brake RCS14 sudah mulai bisa didapatkan oleh pelanggan dengan menyediakan biaya sebanyak kurang lebih 4.000.000 rupiah saja. Selanjutnya untuk series master brembo brake RCS15 hingga RCS19 juga masih memiliki kisaran harga sama yaitu sekitar 4.000.000 rupiah.

    Pelanggan sudah bisa mendapatkan jenis sparepart ini, jika ingin menggunakan harga paling murah. Namun tersedia juga rem yang paling mahal dengan harga kisaran 5.750.000 untuk bisa didapatkan oleh para penggunanya. Jika memilih harga ini, maka akan mendapatkan sparepart brembo master RCS19 corsa corta.

    Kualitas dari sparepart ini tentu saja berbeda dengan master rem brembo dengan harga kisaran 4.000.000 lebih sedikit. Dengan menggunakan merek paling mahal, maka performa yang dihasilkan juga akan menjadi lebih maksimal. Pengguna paling banyak dari merek paling mahal tersebut untuk motor balapan.

    Performa mesin yang optimal akan semakin mendukung di saat motor digunakan untuk balapan. Maka dari itu, tidak heran jika banyak yang lebih mengutamakan untuk menggunakan sparepart dengan kualitas terbaik saat sedang mengikuti sebuah perlombaan berupa balap motor agar lebih maksimal.

    Pemasangan Rem Pada Kendaraan Bermotor Paling Efektif

    Dalam melakukan pemasangan rem tersebut, juga membutuhkan tabung atau mintak rem. Nah untuk perlengkapan tersebut akan dijual secara terpisah dari sparepart telah dijual tersebut. Kamu akan mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan penganti dari minyak serta tabung untuk rem tersebut.

    Akan lebih baik ketika langsung menggunakan minyak serta tabung yang baru untuk melakukan pemasangan rem. Namun jika masing memiliki produk tersebut serta masih bisa dipakai maka disarankan agar menggunakannya terlebih dahulu, atau bisa juga membeli lagi dengan kisaran harga 2 hingga 12 juta rupiah perunit.

    Dalam pemasangan caliper rem sudah menggunakan sistem plug dan play sehingga piringan cakram tidak perlu dalam diganti saat memasang yang baru. Namun ini juga dapat disesuaikan dengan jenis motor yang diganti remnya ada beberapa uang langsung dapat pasang caliper tanpa perlu menambahkan bracket.

    Ketika akan memasangan kampas rem di model brembo kemungkinan akan terjadi kebingungan. Nah, jika hal tersebut terjadi maka tidak perlu agar menggunakan kampas asli yang telah disediakan oleh master rem brembo dan hanya perlu menggantinya dengan menggunakan kampas gafler saja sebagai penganti terbaik lainnya.

  • Lampu Rem Motor Matic Menyala Terus, Kenali Penyebabnya

    Lampu Rem Motor Matic Menyala Terus, Kenali Penyebabnya

    Motor matic adalah salah satu jenis motor yang paling banyak dikendarai masyarakat Indonesia. Namun, tahukah Anda bahwa terdapat beberapa macam masalah yang sering terjadi? Salah satunya adalah keadaan lampu rem motor matic yang menyala terus.

    Memang tidak terlalu kelihatan jika lampu tidak diamati secara baik-baik. Peran lampu motor sendiri sangat penting terlebih lampu rem. Lampu rem ini berfungsi untuk memberitahukan kendaraan lain bahwa Anda akan belok ke arah tertentu.

    Jika keadaan lampu rem yang menyala ini terus terjadi maka pengendara dibelakang atau didepannya akan merasa kebingungan. Adanya kesalahpahaman tersebut dapat memicu kecelakaan.

    Penyebab Lampu Rem Motor Matic Terus Menyala

    Untuk mengetahui kondisi lampu baik lampu depan, belakang ataupun lampu rem adalah dengan mengecek di saat memanaskan motor di pagi hari sebelum digunakan. Oleh karena itu, saat sedang dipanaskan, motor jangan tidak ditinggal begitu saja. Perhatikan beberapa hal pada motor sehingga Anda mengetahui masalahnya.

    Adapun penyebab lampu rem pada motor matic yang menyala terus adalah sebagai berikut:

    1. Switch Rem Longgar

    Masalah lampu rem sering terjadi terutama pada motor matic. Bagian switch rem yang terlalu longgar juga dapat menimbulkan masalah. Sehingga ketika tuas rem ditekan justru kinerjanya tidak bisa optimal.

    1. Switch Rem Kotor

    Kondisi lain yang menyebabkan lampu rem motor selalu menyala adalah bagian switch remnya yang kotor. Kadang kala hal tersebut tidak diperhatikan kecuali ketika mengalami masalah semacam ini. Sebagian orang yang tidak menguasai dunia otomotif pun akan kebingungan dengan masalah yang terjadi.

    Bisa saja, lampu rem yang terus menyala disebabkan oleh switch rem yang kotor. Switch rem yang kotor tersebut diakibatkan oleh debu yang menumpuk dalam kurun waktu yang lama. Untuk mengatasi masalah tersebut, satu-satunya jalan adalah dengan membongkar dan membersihkannya.

    1. Switch Rem depan Aus

    Apabila bagian depan yang bermasalah maka kemungkinan yang terjadi adalah switch rem bagian depan yang mulai aus atau macet. Untuk mengatasinya maka Anda harus memperbaikinya.

    1. Switch Rem Belakang Tersangkut

    Masalah yang juga terjadi adalah bagian lampu belakang. Switch rem belakang yang macet atau setelannya tidak pas juga akan menyebabkan lampu rem terus menyala. Masalah yang terjadi pada lampu rem biasanya tidak jauh-jauh dari switch rem pada bagian rem tersebut.

    Akibat Lampu Rem Motor Nyala Terus

    Untuk mengatasi masalah lampu rem yang terus menyala, Anda bisa memperbaikinya sendiri. Namun, apabila Anda masih awam mengenai berbagai mesin pada motor maka Anda harus membawanya ke bengkel.

    Risiko akibat lampu rem yang terus menyala terutama pada motor matic adalah bisa menyebabkan bagian listrik motor korselet sehingga lampu akan rusak. Sedangkan lampu pada motor matic sekarang adalah lampu LED. Apabila lampu LED ini rusak maka Anda justru mengeluarkan cukup biaya karena harga lampu LED cukup mahal.

    Sebelum Anda harus mengeluarkan biaya yang cukup banyak karena indikasi kerusakan tertentu pada motor matic, sebaiknya Anda selalu merawat dan memperhatikan kondisi motor matic secara saksama.

    Dengan merawat dan atau servis rutin motor matic Anda maka keadaan motor tersebut akan lebih baik dan nyaman ketika dikendarai. Namun, apabila mengalami beberapa kasus tertentu padahal sudah diservis maka Anda harus mengenali beberapa macam masalah dan penyebabnya.

    Solusi untuk mencegah terjadinya lampu rem motor matic yang terus menyala adalah bagian switch rem belakang bisa Anda berikan pelumas oli dengan cara membuka tutup switch bagian atas yang berbahan karet.

  • Mengenal Komponen Komponen Rem Hidrolik Beserta Fungsinya

    Mengenal Komponen Komponen Rem Hidrolik Beserta Fungsinya

    Komponen Rem Hidrolik – Rem hidrolik merupakan rem yang menggunakan tekanan oli untuk melakukan proses pengereman kendaraan bermotor. Saat ini pada kendaraan bermotor sudah menerapkan prinsip hidrolik untuk menggerakannya.

    Maka, ada baiknya jika anda mengetahui apa sih kelebihan dari sistem hidrolik sehingga dijadikan penggerak rem ? dan komponen komponen apa saja yang terdapat pada rem hidrolik ? Berikut wartaoto sedikit memberikan ulasan tentang komponen komponen rem hidrolik beserta fungsinya :

    1. Pedal rem atau Tuas rem

    Komponen rem hidrolik yang pertama adalah pedal rem. Pedal rem sendiri memiliki peranan sebagai input untuk mengetahui kapan rem aktif dan kapan rem akan non aktif. Sederhananya saat kita menekan pedal rem maka rem akan aktif, sedangkan pedal sendiri bertugas untuk memasukan daya tekan yang akan diberikan oleh kita agar sistem hidrolik rem bisa bekerja.

    Baca juga : Tips Memilih Produk Asuransi Motor Syariah Terbaik 2021

    2. Master silinder

    Master silinder merupakan salah satu komponen rem hidrolik yang berfungsi mengubah gerakan mekanis menjadi tekanan hidrolik. Prinsip kerja sistem hydrolik yakni dengan menggunakan tekanan fluida sehingga pengubahan ini perlu dilakukan agar energi gerak yang sebelumnya ada pada pedal akan di rubah ke tekanan hidrolik oleh komponen master silinder.

    Master silinder bisa mengubah energi karena memiliki tabung dan piston, piston inilah yang terhubung dengan pedal rem dan piston bergerak bolak balik didalam tabung. Gerakan piston inilah yang mempengaruhi ruang didalam tabungm sehingga saat tabung diisi dengan fluida makan tekanan fuida akan berubah ubah tergantung gerakan piston.

    3. Reservoir Tank

    Dikarenakan reservoir tank berhubungan dengan fluida menjadikan komponen ini salah satu komponen rem hidrolik. Fungsi dari komponen ini yakni untuk menyimpan cadanganminyak rem atau fluida yang akan dijadikan penyalur tenaga. Hal ini akan menghindari resiko udara masuk kedalam sistem hidrolik.

    4. Pipa hidrolik

    Pipa hidrolik sendiri berfungsi sebagai saluran tempat mengalirnya fluida atau minyak rem yang sudah memiliki tekanan. Karena cukup tingginya tekanan fluida hidrolik, maka pipa hidrolik sengaja dibuat dari bahan khusus. Biasanya dalam satu sistem rem memiliki pipa logam dan pipa elastis, sehingga bisa membuat tekanan fluida didalam selang bisa cukup tinggi ketika rem beroperasi.

    5. Caliper atau Actuator rem

    Komponen rem hidrolik selanjutnya yakni Caliper atau actuator rem yang berfungsi mengubah kembali energi pada tekanan fluida ke bentuk gerakan mekanis. Sehingga energinya bisa untuk menggerakan kampas rem agar menekan ke piringan rem.

    Namun perlu anda ketahui caliper hanya ada pasa sistem rem cakram, sementara untuk rem tromol hidrolik biasanya bernama wheel cilinder. Intinya kedua komponen tersebut merupakan aktuator rem hidrolik.

    Lalu bagaimana sih cara aktuator mengubah energi ?

    Pastinya anda sudah memahami jika tekanan hidrolik bisa diarahkan kemana saja dengan mudah. Dalam hal ini ujung saluran hidrolik akan dimasukan kedalam sebuah ruang, pada ruang ini juga terdapat piston yang mampu bergerak mondar mandir sehingga gerakan piston akan mempengaruhi volume ruang.

    Baca juga : Cara Menghitung Premi Asuransi Mobil Baru

    Nah, disaat rem motor mulai ditekan maka fluida dari reservoir akan tertekan masuk kedalam ruang aktuator. Sehingga bisa memaksa piston untu bergerak, gerakan dari pston inilah yang dipakaui untuk menggerakan kampas rem sehingga pengereman bisa berlangusng.

    6. Saluran bypass

    Keberadaan komponen satu ini cukup penting, hal ini dikarenakan fungsinya yangmembagi saluran hidrolik yang keuar dari master silinder menjadi empat saluran sehingga bisa membuat keempat rem bekerja melalui input satu pedal.

    7. Fluida / Minyak rem

    Komponen rem hidrolik yang terakhir yakni fluida atau minyak rem. Secara umum minyak rem memiliki fungsi untuk menyalurkan sebuah tenaga dari master silinder ke aktuator tanpa mengalami kerugian tenaga sedikitpun. Istilah kata kerugian dalam hal ini yakni bisa terjadinya kebocoran saluran atau karena ada udara yang masuk kedalam sistem ini.

    Cara Perawatan Rem Hidrolik Yang Benar

    Saat ini banyak sepeda motor keluaran terbaru telah mengadopsi sistem pengereman disk brake atau biasa disebut piringan cakram. Alasan perusahaan mengeluarkan sistem pengereman disk brake ini adalah mempunyai. Daya pengereman yang lebih baik daripada rem tromol, dimana perawtannya juga relatif. Lebih mudah dan mampu melepas panas yang baik sebab letaknya terbuka.

    Sistem pengereman di sepeda motor adalah salah satu aspek yang penting dalam berkendara. Karenanya fungsi utama dari sistem rem yang berguna untuk memperlambat laju kendaraan. Tanpa ada rem tentu kendaraan akan menjadi sulit di kendalikan ketika melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga justru akan membahayakan keselamatan anda dan penumpang.

    Sistem pengeremana jenis cakram dapat mengalami kerusakan maupun ganguan. Banyak alasan yang membuat rem hidrolik motor bermasalah, misalnya seperti komponen yang sudah aus sehingga membuat kekuatan pengereman menjadi melemah, piringan cakram yang bergelombang sebab pasir yang tergerus pada lintasan jalan atau sebagainya.

    Perawtan pasa sistem pengereman hidrolik wajib anda laukan secara berkala supaya fungsinya tetap prima dan maksimal. Perawtan rem dapat berupa pemeriksaan serta pergantian komponen jika ada yang bermasalah taupun rusak. Lantas apa saja cara perawatannya? Mari simak selengkapnya di bawah ini!

    • Jaga kebersihan rem hidrolik

    Perawatan yang perlu di lakukan ialah bersihkan rem dari kotoran. Sistem pengereman jenis ini bersifat terbuka sehingga kebersihannya harus selalu anda jaga. Pasalnya tidak semua lintasan jalan sudah menggunakan aspal, sehingga bisa saja anda justru melewati jalanan yang berlumpur atau bahkan becek. Kotoran beserta pasir yang menempel pada kampas rem serta piston bisa menyebabkan kinerja rem cakram menjadi tidak maksimala lagi. Maka jika kebersihannya di abaikan maka bisa memicu kerusakan di seistem rem hidrolik dan biaya yang harus anda keluarkan tentu akan lebih besar lagi.

    • Bersihkan tampungan minyak rem

    Tampungan minyak rem juga perlu anda perhatikan kebersihannya. Akan tetapi sebagian orang sering kali mengabaikan bagian ini karena harus membuka tutup tampungan minyak rem dahulu yang dibaut kuat. Kotoran pada tangki minyak rem akan mengedap serta berpotensi menyumbat saluran minyak rem. Tak hanya itu, kotoran yang bercampur dengan minyak rem dapat bersiko merusak karet rem dan akhirnya berujung pada kebocoran. Untuk itu, jika tampungan minyak rem telah kotor maka sebaiknya segera dibersihkan. Jika anda kesulitan dalam hal ini, anda bisa meminta baantuan kepada mekanik untuk membersihkannya.

    • Ganti minyak rem secara rutin

    Minyak rem mempunyai peranan yang cukup penting dalam sistem pengereman. Dimana minyak rem sendiri berfungsi untuk menggerakkan piston yang ada di master rem. Sementara master rem berfungsi untuk menggerakkan kaliper yang akan menjepit piringan cakram. Apabila minyak rem sudah kotor dan encer sebab terkontaminasi oleh bakteri, maka kinerja piston menjadi terganggu. Maka dari itu sangat dianjurkan untuk selalu mengecek serta mengganti minyak rem.

    • Gunakan spare part yang berkualitas

    Jika anda meneukan adanya keruskan pada sistem rem sepeda motor anda,  maka segera perbaiki san ganti dengan kompnen yang baru dan berkualitas. Sangat disarankan untuk menggunakan spare part yang berstandar pabrik. Hal ini bertujuan supaya rem cakram mampu berfungsi dengan optimal dan memiliki daya cakram yang baik. Apabila kondisi pengeremannya baik, maka anda akan menrasa jauh lebih aman pada saat berkendara.

    • Pastika kondisi kaliper masih bagus

    Seperti yang kita kethaui bahawa kaliper pada rem hidrolik memnag jarang sekali mengalami kerusakan. Meskipun demikian, kesalahan dalam pemasangan serta perawtan yang kurang tepat dapat membuatnya menjadi mudah rusak. Jika anda mulai menemui kehanggalan seperti kaliper yang goyah. Kondisi kaliper yang goyah bisa menimbulkan getaran yng akan mengikis kaliper lebih cepat dan juga mempengaruhi piringan cakram. Adapun cara pengecekan kondisi kaliper adalah dengan cara memutar ban depan kendaraan. Kemudian perhatikan gerakan piston, jika geraknya masih seirama denga piringan cakram maka berarti tidak ada gesekan dan emnandakan kaliper masih dalam keadaan normal.

    • Pemakaian rem harus disesuaikan

    Sebagia pengendara sepeda motor, anda wajib mengaetahui beberapa aturan dalam berkendara, misanya seperti pemakaian rem yang harus di sesuaikan dengan kebutuhan berkendara. Pasalnya, pemakaian rem yang. Tdak benar akan mempercepat kerusakan pada rem cakram. Maka hindari menekan rem yang terlalu lama karena hal ini yang akan membuat rem menjadi cepat panas sehingg daya pengeremannya pun menjadu lemah. Kondisi ini tentu perlu anda waspadai ketika melakukan perjalanan yang jauh dengan kondisi jalan yang menanjak amaupun kondisi jalan yang menurun seperti misalnya di daerah pegunungan.

     

  • Tips Merawat Rem Motor Agar Tetap Awet

    Tips Merawat Rem Motor Agar Tetap Awet

    Rem motor merupakan komponen penting agar laju kendaraan dapat terkontrol. Bayangkan apabila sebuah kendaraan tidak memiliki rem, tentu akan berbahaya bagi penggunanya serta orang sekitar. Pentingnya komponen satu ini mengharuskan perawatan yang dibutuhkan lebih ekstra. Tujuannya agar motor tetap awet dan menjamin keselamatan berkendara.

    Biasanya, rem akan mengalami penurunan fungsi setelah sekian lama digunakan. Jika tidak diatasi sedini mungkin, potensi blong tidak akan terelakan. Kondisi seperti itu tentu tidak diharapkan siapa pun. Maka dari itu, pastikan perawatan rem motor dilakukan secara rutin. Berikut ini tips merawat rem motor agar tetap awet.

    Tips Merawat Rem Motor

    Agar cakram rem tetap awet dan tidak berdampak buruk pada kendaraan, perawatan secara teratur sangat diperlukan. Anda bisa melakukan sejumlah hal berikut ini dalam merawat rem agar hasilnya tetap optimal.

    • Kuras Minyak Rem Secara Rutin

    Seperti halnya oli mesin, rem juga memerlukan pelumas, tetapi pelumasnya berbentuk minyak rem. Minyak rem berguna agar bagian motor tersebut tetap bekerja optimal tanpa khawatir seret. Kadang kala, minyak rem harus dikuras secara rutin.

    Biasanya, rem yang sudah mulai luntur keakuratannya bisa disebabkan karena minyak rem harus dikuras. Ketika melakukan servis, Anda bisa meminta teknisi untuk melakukan pengurasan minyak rem. Pilih merk minyak yang berkualitas agar rem lebih awet.

    • Cek Piringan Cakram

    Piringan cakram pada motor berguna sebagai bagian dari bekerjanya rem. Jika piringannya saja berkarat, maka peforma rem akan kendur. Cek bagaimana kondisi piringan cakram motor Anda. Namun, apabila piringan cakramnya original, biasanya tidak akan berkarat.

    Meskipun demikian, perawatan secara optimal tetap diperlukan. Anda bisa melumasinya dengan oli, membersihkannya dari debu, dan perawatan ringan lain agar komponen satu ini tetap bekerja secara optimal tanpa khawatir karat.

    • Periksa Selang Rem

    Sering-seringlah mengecek selang rem. Selang rem merupakan komponen yang menghubungkan tuas dengan piringan cakram. Jika mengalami kerusakan, tentu saja akan berbahaya bagi kendaraan.

    Kerusakan komponen ini bisa terjadi karena berbagai macam faktor, misalnya saja bocor, tertekuk, serta perawatan yang salah. Apabila rem dirasa kurang bekerja secara optimal, sebaiknya periksa komponen satu ini. Ketika mendapati hal yang tidak biasa, segera bawa kendaraan ke tempat servis.

    • Ganti Kanvas dan Seal Master Rem

    Kadangkala handle rem sudah mulai keras dan sulit ditekan. Jika kondisinya demikian, sebaiknya ganti seal master rem menggunakan yang baru. Penggantian komponen secara tepat akan membuat peforma kendaraan menjadi lebih optimal.

    Mengganti kanvas rem memang tidak bisa dilakukan sendiri. Terlebih jika Anda adalah orang yang awam di bidang otomotif. Biasanya rem yang sudah tidak tajam lagi mengindikasikan kanvas yang harus diganti secepat mungkin Sebaiknya segera bawa kendaraan ke bengkel agar penggantian kanvas lebih aman dan motor bisa digunakan secara normal lagi.

    • Lakukan Servis Berkala Secara Rutin

    Jangan sampai Anda melewatkan hal satu ini. Anda harus rutin melakukan servi, baik secara ringan maupun berat. Komponen-komponen dalam motor memang kadang kala cepat aus sehingga memerlukan perhatian ekstra. Selain itu, rajin mengganti oli mesin juga harus dilakukan.

    Jika Anda rutin melakukan servis, kondisi rem juga akan tetap terjaga. Anda bisa dengan mudah mengidentifikasi kerusakan secara lebih awal. Pastikan pula servis motor dilakukan di bengkel tepercaya.

    Nah, itu dia beberapa tips merawat rem motor agar tidak mudah rusak dan selalu awet. Rawatlah kendaraan semaksimal mungkin agar berumur panjang dan tidak mudah mogok. Semoga bermanfaat.

  • Cara Deteksi Kampas Rem Motor Sebelum Bunyi

    Cara Deteksi Kampas Rem Motor Sebelum Bunyi

    Mengendarai motor memang tidak sekadar mengendarainya begitu saja, melainkan juga merawat serta memperhatikan kondisi dari motor itu sendiri. Bagi seorang yang berada di lapangan, masalah pada motor akan sering dirasakan seperti kampas rem motor yang akan habis.

    Tidak semua orang langsung untuk membenahinya sebelum masalah tersebut benar-benar parah. Padahal, ketika masalah pada motor seperti kampas rem diatasi dengan segera, pengendara lebih nyaman saat mengendarainya.

    Cara Deteksi Kampas Rem Motor Akan Habis

    Kampas rem yang akan habis awalnya tidak terlalu terlihat. Bagi Anda yang masih awam mengenai motor mungkin saja tidak paham jika ternyata kampas rem tersebut akan habis.

    Pernahkah Anda mencium bau tidak sedap pada mobil atau bus? Kampas rem pada mobil semacam ini sangat mudah diketahui. Lalu, bagaimana dengan motor, terlebih sebelum kampas rem tersebut berbunyi? Berikut ulasannya!

    1. Tuas Rem Harus Ditarik Lebih Dalam

    Umumnya ini terjadi pada tuas rem pada sistem rem teromol. Kampas rem yang akan habis tersebut semakin menipis yang menyebabkan jarak antara dinding muka kampas dengan dinding pada cakram menjadi lebih besar.

    Dengan demikian, ketika Anda mengerem dengan menarik tuas rem terlalu dalam tetap saja motor tidak langsung berhenti.

    1. Indikasi pada Aus

    Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengetahui kampas rem motor akan habis adalah dengan indikator keausan ini. Jika terdapat lubang yang membentuk garis pada dinding kampas, hal tersebut mengindikasikan kampas rem akan habis.

    1. Minyak pada Rem Berkurang

    Pada rem juga terdapat minyak agar motor dapat berhenti secara optimal. Jika minyak pada kampas rem ini semakin berkurang, sistem pengereman pada motor pun tidak bisa bekerja dengan baik.

    1. Mengecek Kampas Rem Belakang

    Hal ini akan cukup sulit ketika kampas rem tersebut ada pada motor matic. Untuk mengecek kampas rem belakang pada motor matic Anda harus membongkar bagian teromol sebab bagian tersebut tidak diberi tanda. Jika kampas tersebut menipis, hal itu menandakan bahwa kampas harus diganti.

    2 Jenis Kampas Rem Motor

    Bagi Anda yang masih awam mengenai otomotif pasti cukup kesulitan mengenali bagian-bagian pada motor. Sedangkan untuk kampas rem sendiri, ada dua jenis yang harus Anda kenali.

    Hal ini penting bagi Anda agar dapat mengantisipasi hal-hal seperti yang terjadi di atas, yakni kampas rem yang akan habis. Tidak semua orang mengetahui letak dan apa saja jenis kampas rem tersebut.

    Ada dua jenis kampas pada rem, yakni sistem kampas rem teromol dan kampas rem cakram. Sistem kampas teromol biasanya bekerja dengan memanfaatkan tekanan kampas rem pada dinding drum brake. Sedangkan kampas rem cakram bekerja dengan menjepit kampas rem pada cakram.

    Nah, sekarang Anda sudah paham masalah kampas rem motor, bukan? Dengan demikian, Anda tidak perlu khawatir ketika rem Anda mulai bermasalah.