Tag: puasa Ramadhan

  • Apa Dalil Puasa Ramadhan dan Keutamaannya?

    Apa Dalil Puasa Ramadhan dan Keutamaannya?

    Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang dinantikan oleh seluruh umat muslim di dunia. Pada bulan tersebut, banyak orang berbondong-bondong melakukan amalan saleh seoptimal mungkin untuk meraih pahala dari Allah. Lalu, apakah dalil puasa Ramadhan?

    Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa sangat antusias menyambut bulan Ramadhan. Bahkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mempersiapkan bulan Ramadhan sejak bulan Sya’ban. ‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata:

    “Saya sama sekali belum pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa dalam satu bulan sebanyak puasa yang beliau lakukan di bulan Sya’ban, di dalamnya beliau berpuasa penuh.” (HR Muslim no. 1156)

    Hukum dan Dalil Puasa Ramadhan

    Mengingat pentingnya dan banyaknya keutamaan selama bulan Ramadhan, banyak umat muslim yang menyambut dengan antusias bulan suci tersebut. Nah, untuk menyambut bulan Ramadhan, ada baiknya hal tersebut dilakukan dengan tidak keluar dari syariat Islam.

    Lakukan seperti halnya yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lakukan, yaitu memperbanyak puasa di bulan Sya’ban guna mempersiapkan diri sebelum masuknya bulan Ramadhan.

    Puasa Ramadhan dilakukan oleh semua kalangan, kecuali yang berhalangan atau ada uzur, misalkan sakit, belum ada kewajiban bagi anak-anak yang belum baligh, orang gila, dan lain sebagainya. Untuk mereka yang berhalangan maka diwajibkan untuk membayar fidyah atau meng-qadha’ puasa di lain waktu.

    Hukum puasa Ramadhan adalah wajib bagi mereka yang sudah baligh, berakal, memiliki keadaan yang sehat, dan tidak dalam keadaan perjalanan jauh. Hukum dan dalil puasa Ramadhan jelas difirmankan oleh Allah subhanahu wa ta’ala,

    “Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah ayat 183)

    Dalam hadistnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, “(Puasa yang wajib bagimu adalah) puasa Ramadhan. Jika engkau menggendaki untuk melakukan puasa sunah (maka lakukanlah).” (HR Bukhari)

    • Bagi yang Sengaja Membatalkan Puasa Ramadhan

    Seperti yang sudah dijelaskan dalam dalil puasa Ramadhan di atas, hukum puasa di bulan Ramadhan adalah wajib. Apa pun yang hukumnya wajib jika seseorang sengaja meninggalkannya tanpa ada udzur syar’I, maka ia telah berdosa.

    Ancaman siksa neraka telah menunggu mereka yang sengaja membatalkan puasa tanpa ada udzur syar’i. Seperti yang dikisahkan oleh Abu Umamah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

    “Ketika aku tidur, aku didatangi oleh kedua laki-laki, lalu keduanya menarik lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal. Keduanya berkata, ‘Naiklah!’. Lalu kukatakan, ‘Sesungguhnya aku tidak mampu.’

    Kemudian, keduanya berkata, ‘Kami akan memudahkanmu.’ Maka aku pun menaikinya sehingga ketika aku sampai di kegelapan gunung, tiba-tiba ada suara yang sangat keras. Lalu aku bertanya, ‘Suara apa itu?’ Mereka menjawab, ‘Itu adalah suara jeritan para penghuni neraka.’

    Kemudian, dibawalah aku berjalan-jalan dan aku sudah bersama orang-orang yang bergantungan pada urat besar di atas tumit mereka, mulut mereka robek, dan dari robekan itu mengalir lah darah.

    Kemudian, aku (Abu Umamah) bertanya, ‘Siapakah mereka itu?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang berbuka (membatalkan puasa) sebelum waktunya’.” (HR An-Nasa’i dalam Al Kubra, sanadnya shahih)

    Keutamaan Puasa Ramadhan

    Banyak keutamaan melaksanakan puasa di bulan Ramadhan. Bahkan, tidak hanya puasa saja, melainkan juga amalan-amalan saleh yang dikerjakan selama bulan Ramadhan. Apa saja keutamaan beribadah di bulan Ramadhan?

    1. Meraih Takwa dan Dosa Terampuni

    Allah Ta’ala berfirman:

    “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan bagi kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan pada orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah ayat 183)

    Dalam firman Allah yang menjadi dalil puasa Ramadhan di atas, disebutkan bahwa disyariatkannya puasa agar menjadi orang yang bertakwa. Berpuasa dan beramal saleh di bulan puasa merupakan bagian dari menjalankan perintah Allah Subhanahu wa ta’ala.

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

    “Orang yang mendirikan shalat malam pada bulan Ramadhan dengan dasar iman dan mengharap ridha Allah maka akan diampuni dosa yang telah dilakukannya.” (Muttafaqun ‘alaih, HR Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760)

    1. Mendapatkan Syafa’at Bagi yang Menjalankannya

    Setiap umat muslim pastilah mengharapkan syafa’at kelak di akhirat, terutama bagi umat akhir zaman yang pasti tidak terlepas dair dosa. Syafa’at ini sangat dinantikan oleh setiap umat muslim.

    Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    “Puasa dan Al Qur’an itu akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak. Puasa akan berkata, ‘Wahai Rabb-ku, aku telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat. Karenanya, perkenankan aku untuk memberikan syafa’at kepadanya.’ Dan Al-Qur’an pula berkata, ‘Aku telah melarangnya dari tidur malam hari. Karenanya perkenankan aku untuk memberi syafa’at kepadanya.’ Beliau bersabda, ‘Maka syafa’at keduanya diperkenankan’.” (HR Ahmad 3:396. Syaikh Syu’aib al-Arnauth mengatakan bahwa hadis tersebut shahih dilihat dari banyak jalan)

    Dari penjelasan di atas, sudah jelas bahwa puasa dan Al Qur’an kelak akan memberikan syafa’at. Terlebih di bulan puasa yang di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar yang disebut sebagai “malam seribu bulan”.

    Dengan memperhatikan dan mempelajari dalil puasa Ramadhan serta keutamaannya, semoga semangat beribadah selama bulan Ramadhan yang sebentar lagi tiba juga makin bertambah.

  • Haruskan Niat Puasa Ramadhan Dilafazkan?

    Haruskan Niat Puasa Ramadhan Dilafazkan?

    Sebentar lagi, kita akan memasuki bulan yang suci, yakni bulan Ramadhan. Berbagai amalan-amalan ibadah akan menghiasi bulan yang suci ini. Masih banyak yang bingung mengenai niat puasa Ramadhan, haruskah dilafazkan?

    Sebelum membahas mengenai niat puasa Ramadhan, ada baiknya untuk mengetahui maksud dari niat itu sendiri. Niat berdasarkan artian bahasa ialah al-qashad (tujuan). Sedangkan, niat berdasarkan syariat memiliki arti ingin melakukan sesuatu yang diiringi dengan perbuatan.

    Sementara itu, Imam Nawawi mengatakan bahwa ahli bahasa berkata: niat adalah maksud dan keinginan hati yang kuat.

    Kesalahan Mengenai Niat Puasa Ramadhan

    Di Indonesia, masih banyak yang menyebutkan bahwa membaca niat adalah dengan disuarakan. Ada pula yang menyebutkan bahwa niat hanya cukup di dalam hati saja. Tentu saja masyarakat yang awam mengenai ilmu fikih ibadah merasa kebingungan, manakah yang benar?

    1. Awal Munculnya Niat Dilafazkan

    Niat yang dilafazkan ini berawal dari pernyataan Imam Syafi’i yakni, “…shalat itu tidak sah dengan an-nuthq.” (Al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 3:277)

    Sayangnya, banyak yang salah paham tentang kata “an-nuthq” yang artinya “berbicara”. Imam Nawawi menjelaskan bahwa maksud dari an-nuthq adalah mengeraskan bacaan takbiratul ihram.

    Hal tersebut juga ditegaskan oleh Abul Hasan Al Mawardi As Syafi’i yang mengatakan, “Az-Zubairi telah salah dalam menakwil ucapan Imam Syafi’i dengan wajibnya mengucapkan niat ketika shalat. Ini adalah takwil yang salah, yang dimaksudkan adalah wajib mengatakan saat takbiratul ihram.” (Al-Hawi al-Kabir, 2:204)

    1. Niat Tidak Perlu Dilafazkan

    Hal ini sejalan dengan pernyataan yang disampaikan oleh Muhammad al-Hishni, yaitu “Puasa tidaklah sah kecuali dengan niat karena ada hadits yang mengharuskan hal ini. Letak niat adalah di dalam hati dan tidak diisyaratkan dilafazkan.” (Kifayah al-Akhyar, hlm. 248)

    Imam Nawawi juga mengatakan, “Niat dalam semua ibadah yang dinilai adalah hati dan tidak cukup dengan ucapan lisan, sementara hatinya tidak sadar. Dan tidak diisyaratkan dilafazkan ….” (Raudhah at-Thalibin, 1:84)

    Apakah boleh jika melafazkan niat? Dari penjelasan di atas, niat hanya cukup di dalam hati saja. Namun, disunahkan apabila mengucapkan lafaz niat yang dibarengi dengan niat puasa.

    Seperti yang kita ketahui bahwa apa pun bergantung pada niatnya, termasuk dengan ibadah-ibadah lainnya. Seperti halnya dalam hadits dari Abu Hafsh Umar Bin Abu Khaththab radi’allahu ‘anhu yang berkata:

    “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya amalan itu hanyalah tergantung niatnya dan setiap orang hanya mendapatkan apa yang diniatkannya” ( Muttafaq ‘alaih; HR Bukhari No. 1 dan Muslim No. 1907)

    Kesimpulannya adalah, niat sesungguhnya ada di dalam hati sehingga cukup hanya dengan berniat di dalam hati tanpa harus mengucapkannya. Namun, diperbolehkan (sunah) untuk melafazkan niat dengan lisan dibarengi dengan berniat di dalam hati.

    Cara Niat Puasa Ramadhan yang Benar

    Tidak semua orang memahami pentingnya berniat dalam puasa Ramadhan yang notabene sebuah tradisi beribadah kepada Allah yang diwajibkan. Padahal, telah dijelaskan di atas bahwa melakukan sesuatu harus sesuai dengan niatnya.

    Niat untuk berpuasa di bulan Ramadhan tidak boleh dilakukan secara serampangan. Terdapat tuntunan cara yang perlu diperhatikan atau puasa yang Anda kerjakan justru tidak sah. Anda tentu tidak ingin melakukan ibadah yang sia-sia karena belum berniat untuk berpuasa, bukan?

    Berikut tata cara niat puasa Ramadhan yang benar:

    1. Diniatkan Malam Hari Sebelum Subuh

    Puasa di bulan Ramadhan hukumnya adalah wajib sehingga berniat puasa dilakukan saat malam hari sebelum Subuh. Apabila dilakukan setelah Subuh, puasa tersebut tidak sah. Hal ini berdasarkan dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

    “Siapa yang belum berniat di malam hari sebelum subuh maka tidak ada puasa untuknya.” (HR an-Nasa’i, no. 2333, Ibnu Majah no. 1700 dan Abu Daud, no. 2454 yang dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

    1. Menegaskan Niat Puasa

    Jika melakukan puasa Ramadhan, pada malam harinya, seorang muslim harus menegaskan niat yang akan dilakukan. Caranya dengan menegaskan bahwa puasa keesokan harinya adalah puasa wajib, bukan sunah.

    Puasa wajib memang diniatkan ketika malam hari dan sebelum Subuh, sedangkan niat puasa sunah dapat dilakukan pada malam hari ataupun selepas subuh. Hal ini seperti hadis dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, yang berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    “’Apakah kalian memiliki makanan?’ Jika kami menjawab tidak, beliau berkata, ‘Kalau begitu, aku puasa’.” (HR Muslim no. 1154 dan Abu Daud no. 2455)

    1. Harus Berulang Setiap Malamnya

    Untuk melakukan puasa di bulan Ramadhan, kita tidak boleh berniat di awal Ramadhan untuk keseluruhan puasa di bulan ini. Niat puasa Ramadhan harus diulang-ulang setiap malamnya hingga Ramadhan usai.

    Dari penjelasan di atas, apakah niat puasa di bulan Ramadhan selama ini telah dilakukan dengan benar? Alangkah baiknya selalu menggali ilmu guna memperbaiki ibadah kita kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Dengan ilmu.maka tuntunan ibadah yang dijalankan adalah benar dan sesuai syariat.

    Mari kita persiapkan amalan-amalan untuk bulan Ramadhan dengan optimal, termasuk memahami ilmu tentang niat puasa Ramadhan.

  • Memiliki Segudang Manfaat, Berikut 10 Manfaat Puasa Ramadhan

    Memiliki Segudang Manfaat, Berikut 10 Manfaat Puasa Ramadhan

    Ketika menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, kita tidak hanya dituntut untuk menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari hawa nafsu yang membatalkan puasa. Selain mendapat pahala, ternyata puasa memiliki segudang manfaat. Apa saja itu? Berikut ulasan mengenai 10 manfaat puasa Ramadhan.

    Niat di Malam Hari dalam Puasa Ramadhan

    Niat adalah salah satu rukun puasa yang wajib dikerjakan. Adapun niat puasa Ramadhan harus dikerjakan pada malam hari sebelum masuk waktu fajar. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Barang siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar maka tidak ada puasa untuknya.”

    Hadits tersebut menunjukkan bahwa puasa sama seperti ibadah lainnya yang harus diawali dengan niat. Niat itu letaknya ada di dalam hati. Jadi, barang siapa yang terbetik dalam hatinya untuk melakukan puasa esok harinya, ia sudah dikatakan berniat, sekalipun tidak diucapkan secara lisan.

    Ketika melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadhan, apabila tidak berniat pada malam hari maka puasanya tidak sah. Adapun waktu malam dimulai dari waktu maghrib sampai sebelum fajar (subuh).

    Bangun untuk makan sahur adalah sebagai tanda seseorang dikatakan berniat. Begitu pula jika seseorang sudah menyiapkan sahur, tetapi pada akhirnya tidak bangun, maka sudah dikatakan berniat.

    Puasa Ramadhan yang dilakukan setiap harinya adalah puasa yang berdiri sendiri. Oleh karena itu, niat puasa harus dilakukan berulang di setiap malamnya.

    10 Manfaat Puasa Ramadhan

    Banyak manfaat yang diperoleh ketika seseorang menjalankan ibadah puasa, yang tidak akan didapat ketika tidak berpuasa. Salah satunya adalah badan menjadi sehat dengan berpuasa. Banyak orang yang telah membuktikan bahwa badan terasa lebih bugar ketika menjalankan puasa.

    Berikut 10 manfaat puasa Ramadhan yang akan kita dapat bila menjalankannya dengan ikhlas karena Allah.

    1. Dapat Mengontrol Sakit Maag

    Maag terjadi karena kelainan fungsional. Selama puasa Ramadhan, pola makan akan lebih teratur. Ketika sahur dan berbuka, seorang penderita maag akan menghindari atau mengurangi makanan dan minuman yang dapat memicu kambuhnya penyakit, seperti makanan berminyak, soda, kopi, alkohol, dan rokok.

    Selama berpuasa, mereka juga akan lebih mengendalikan stres, yang merupakan faktor dominan yang dapat menimbulkan gangguan lambung. Dengan melakukan hal tersebut, kondisi penderita maag akan membaik selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

    1. Terhindar dari Kegemukan dan Berbagai Macam Penyakit

    Berat badan akan berkurang sekitar 5% karena selama berpuasa terjadi pengurangan asupan makanan. Ketika asupan kalori dalam tubuh berkurang, berat badan akan terkontrol dan mengurangi risiko penyakit seperti diabetes, obesitas, kadar kolesterol tinggi, hipertensi dan asam urat.

    Salah satu dari 10 manfaat puasa Ramadhan adalah menjadi kesempatan baik bagi penderita penyakit kronis untuk mengendalikan penyakitnya.

    1. Penyakit Persendian

    Ketika berat badan berkurang saat berpuasa, hal ini juga akan membantu memperbaiki gangguan pada sendi seperti pengapuran pada sendi lutut dan sendi tulang belakang.

    Hal ini tentu dapat terjadi apabila kita menjalankan kaidah-kaidah puasa dengan baik, seperti makan dan minum tidak berlebihan, banyak mengonsumsi buah dan sayur, serta olahraga ringan.

    1. Puasa sebagai Antiaging

    Antiaging menjadi salah satu dai 10 manfaat puasa Ramadhan. Baru-baru ini ditemukan bahwa berpuasa bisa memberikan efek anti-penuaan. Hal ini melibatkan hormon IGF-1. Dalam tubuh manusia, hormon ini membantu tumbuh kembang, tetapi saat dewasa, hormon ini justru menyebabkan penuaan.

    Laju hormon IGF-1 ini dapat dihambat dengan menghentikan atau mengurangi laju metabolisme dalam tubuh melalui puasa. Jadi, umur sel seseorang yang berpuasa akan lebih panjang dibanding seseorang yang tidak berpuasa.

    1. Detoksifikasi dan Menahan Laju Metabolisme Tubuh

    Berpuasa sangat baik untuk proses pembersihan tubuh dari berbagai macam racun yang masuk ke tubuh kita. Secara fisiologis, ketika berpuasa, tidak ada aktivitas metabolisme dan tubuh diistirahatkan.

    Secara otomatis, kerusakan dan sel yang bermasalah akan dicari oleh tubuh. Saat berpuasa, terjadi pembakaran lemak di dalam tubuh.

    1. Puasa Ditambah Sedekah dan Sholat Malam Adalah Jaminan Surga

    Sedekah sangat dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Shalat malam merupakan ibadah agung yang dapat menggugurkan dosa-dosa yang telah lalu apabila dilakukan di bulan Ramadhan. Jika puasa Ramadhan, sedekah, dan shalat malam dilakukan, Allah akan memberikan jaminan surga.

    1. Diampuni Dosa dan Diganjar Pahala

    Allah Subhanallahu wa ta’ala telah menjanjikan bahwa orang yang berpuasa akan diampuni dosa-dosanya.  Bukan hanya itu, orang yang berpuasa juga akan diganjar dengan pahala yang besar dan berlipat ganda.

    1. Puasa Menggabungkan Tiga Jenis Kesabaran

    Salah satu dari 10 manfaat puasa Ramadhan adalah kita menjadi pribadi yang lebih sabar. Sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, sabar dalam menghadapi takdir Allah, dan sabar dalam menjauhi larangan Allah.

    1. Sebab Masuk Surga dan Perisai Neraka

    Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan juga memiliki manfaat yang setiap muslim pasti menginginkannya. Yan, puasa Ramadhan adalah sebab masuk surga dan menjadi perisai dari kobaran api neraka

    1. Mendapatkan Dua Kebahagiaan

    Orang yang berpuasa mendapatkan dua kebahagiaan dan bau mulutnya lebih wangi dari kasturi di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala.

    Itulah 10 manfaat puasa ramadhan yang bisa kita dapatkan apabila dilakukan dengan hati yang ikhlas. Berpuasa juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Jadi, jangan tinggalkan puasa Ramadhan selagi mampu dan tidak berhalangan.

  • Yuk, Ketahui 10 Hikmah Puasa Ramadhan, Ini Dia Daftar nya !

    Yuk, Ketahui 10 Hikmah Puasa Ramadhan, Ini Dia Daftar nya !

    Puasa adalah menahan diri dari lapar, haus, serta hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Puasa adalah rukun Islam yang ketiga dan wajib dijalankan oleh seluruh umat Islam. Berpuasa bukan sekadar menjalankan perintah agama, tetapi ada hikmah yang bisa dipetik. Berikut ulasan 10 hikmah puasa Ramadhan.

    Syarat Wajib Puasa

    Setiap umat Islam wajib menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Dalam setiap ibadah, termasuk puasa terdapat syarat wajib yang harus dipenuhi agar ibadah dapat berjalan optimal. Berikut syarat wajib puasa Ramadhan yang harus dipenuhi.

    1. Islam

    Orang yang memeluk agama Islam diwajibkan untuk menunaikan ibadah puasa. Begitupun sebaliknya, orang yang tidak beragama Islam tidak wajib puasa.

    Orang kafir ketika di dunia tidak dituntut untuk berpuasa karena puasanya tidak sah. Namun, di akhirat, mereka akan dihukum karena tidak segera memeluk Islam untuk bisa menjalankan puasa.

    1. Baligh

    Anak kecil tidak diwajibkan untuk berpuasa. Baligh pada seseorang ditandai dengan keluarnya mani ketika sadar atau tertidur (pada laki-laki) dan telah datangnya haidh (pada perempuan).

    Jika sudah terdapat tanda-tanda seperti itu, puasa menjadi wajib hukumnya. Jika tidak, umurlah yang dijadikan patokan. Menurut ulama Syafi’iyah, 15 tahun adalah patokan umur seseorang dikatakan baligh.

    1. Berakal

    Tidak diwajibkan berpuasa bagi orang yang gila, pingsan, dan tidak sadarkan diri karena mabuk. Akan tidak sah puasa seseorang apabila saat puasa kehilangan kesadaran. Namun, apabila ia sadar kembali di siang hari dan ia dapati waktu siang walau hanya sebentar, puasanya akan sah.

    1. Mampu untuk Berpuasa

    Mampu di sini artinya mampu secara fisik dan syar’i. Mampu secara fisik yakni tidak sakit berat, tidak dalam usia senja, dan tidak dalam kondisi sakit yang tak kunjung sembuh. Seseorang juga wajib berpuasa apabila mampu secara syar’I, yakni tidak dalam keadaan haidh atau nifas.

    10 Hikmah Puasa Ramadhan

    Jika seseorang sudah memenuhi syarat wajibnya, puasa menjadi haram untuk ditinggalkan. Banyak hal positif dan hikmah yang bisa didapat saat menjalankan ibadah puasa. Berikut ini 10 hikmah puasa Ramadhan yang dapat dipetik saat menjalaninya.

    1. Menggapai Derajat Takwa

    Allah Subanahu wa ta’ala berfirman:

    تَتَّقُونَ لَعَلَّكُمْ قَبْلِكُمْ مِنْ الَّذِينَ عَلَى كُتِبَ كَمَا الصِّيَامُ عَلَيْكُمُ كُتِبَ آَمَنُوا الَّذِينَ أَيُّهَا يَا

    “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al Baqarah:183).

    Pada ayat itu disebutkan, di antara hikmah puasa adalah agar seorang hamba dapat menggapai derajat takwa dan derajat yang mulia. Mereka akan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

    1. Orang yang Berpuasa akan Meninggalkan Larangan Allah

    Larangan yang akan ditinggalkan yakni makan, minum, berjima’ dengan istri, dan segala kesenangan duniawi. Sekalipun hati sangat condong untuk melakukannya, tetapi orang yang beriman akan meninggalkannya karena merasa selalu diawasi Allah.

    1. Orang yang Berpuasa Banyak Melakukan Amalan Baik

    Salah satu dari 10 hikmah puasa Ramadhan adalah ketika berpuasa, seseorang cenderung lebih bersemangat melakukan amalan-amalan ketaatan, seperti memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, dan mendirikan shalat sunah. Ketaatan tersebut dilakukan untuk menggapai takwa.

    1. Dapat Mengendalikan Jiwa

    Jiwa akan lebih terkendali dan tidak kufur nikmat saat berpuasa. Biasanya, kenyang karena makan dan minum atau rasa puas setelah berhubungan suami istri akan membuat seseorang lupa diri, kufur nikmat, dan lalai.

    1. Hati akan Sibuk Mengingat Allah

    Jika seseorang terlalu disibukkan dengan urusan duniawi dan terbuai dengan makanan yang ia lahap, hati akan lalai dalam mengingat Allah. Ketika berpuasa, hati akan bercahaya, semakin lembut, dan mudah untuk berdzikir kepada Allah.

    Karena itulah, salah satu dari 10 hikmah puasa Ramadhan adalah hati akan sibuk mengingat Allah dan memikirkan hal baik.

    1. Puasa akan Mempersempit Jalannya Darah

    Setan berada pada jalan darahnya manusia sebagaimana sabda Rasulullah: “Sesungguhnya, setan mengalir dalam diri manusia pada tempat mengalirnya darah.”  Jadi, dengan berpuasa, setan yang sering kali memberikan rasa waswas dan marah akan dapat dimenangkan.

    1. Beranjak Menjadi Lebih Baik

    Agar puasa tidak sia-sia maka setiap muslim harus menjauhi maksiat. Orang yang berpuasa harus menjaga lisannya dari menggibahi orang lain, perkataan dusta, dan perkataan maksiat. Karena itu, ketika bulan Ramadhan tiba, seharusnya setiap insan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

    1. Berbagi Kasih Sayang serta Merasakan Penderitaan Orang Miskin

    Ketika berpuasa, seseorang akan merasakan apa yang dirasakan orang-orang fakir dan miskin yang serba kekurangan. Hal ini akhirnya menumbuhkan rasa empati, sikap lemah lembut, dan perbuatan baik kepada sesama.

    1. Menyehatkan Jasmani

    Hikmah lain yang dapat dipetik dari berpuasa adalah dapat menyehatkan tubuh. Berpuasa dapat mengurangi risiko diabetes, stroke, menurunkan tekanan darah, dan menurunkan berat badan.

    1. Memperbaiki Suasana Hati

    Satu dari 10 hikmah puasa Ramadhan yang lainnya adalah dapat memperbaiki suasana hati. Tubuh akan memproduksi hormon yang berkaitan dengan suasana hati setelah berjam-jam puasa. Jadi, setelah berpuasa, suasana hati akan positif dan lebih terkendali.

    Itu dia 10 hikmah puasa Ramadhan yang dapat dipetik. Puasa memang memberikan banyak dampak positif dan hikmah yang sangat berguna untuk sisi spiritual setiap umat Islam. Semoga puasa Ramadhan kita tahun ini diterima oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

  • Daftar 10 Keutamaan Puasa Ramadhan yang Harus Diketahui

    Daftar 10 Keutamaan Puasa Ramadhan yang Harus Diketahui

    Bulan Ramadhan menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Terlebih lagi, ada 10 keutamaan puasa Ramadhan bagi kaum muslim yang menjalankannya. Selain berpuasa, banyak ibadah yang bisa dilakukan untuk menghidupkan bulan suci Ramadhan.

    Perlu diketahui bahwasanya setiap ibadah memiliki keutamaan yang diperintahkan langsung oleh Allah Subhanhau wa ta’ala, termasuk puasa. Apa saja keutamaan berpuasa di bulan suci ini? Berikut penjelasannya.

    Keistimewaan Bulan Suci Ramadhan

    Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang mulia di mana umat muslim diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Bulan ini memiliki banyak keistimewaan sebagai berikut.

    1. Ramadhan Adalah Bulan Diturunkannya Al-Qur’an

    Pada bulan ini, Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam. Penjelasan mengenai diturunkannya Al-Qur’an pada bulan Ramadhan tertuang dalam surah Al-Baqarah ayat 185.

    Ibnu Katsir menafsirkan bahwa, Allah memuji bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya karena bulan ini dipilih sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an.

    1. Setan Dibelenggu, Pintu Neraka Ditutup, dan Pintu Surga Dibuka

    Selama bulan suci, setan tidak dibiarkan lepas seperti bulan-bulan yang lain, mereka diikat lalu dibelenggu. Pintu neraka ditutup karena orang-orang beriman tidak banyak melakukan maksiat. Sebaliknya, pintu surge dibuka karena pada bulan ini, orang-orang beriman berlomba-lomba melakukan amal saleh dan kebaikan.

    1. Terdapat Malam Penuh Kemuliaan dan Keberkahan

    Pada bulan suci Ramadhan, terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan atau biasa disebut malam lailatul qadar. Lailatul qadar diyakini terdapat pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan.

    Pada malam ini, terdapat kemuliaan dan keberkahan yang diberikan Allah. Seluruh umat muslim dianjurkan untuk menghidupkan malam ini dengan melakukan ibadah seperti memperbanyak shalat, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir.

    10 Keutamaan Puasa Ramadhan

    Pada bulan suci Ramadhan, banyak amalan atau ibadah yang bisa dilakukan untuk mendapatkan pahala yang berlimpah. Setiap ibadah yang diperintahkan oleh Allah Swt. pasti memiliki keutamaan, termasuk puasa Ramadhan. Berikut 10 keutamaan puasa Ramadhan yang wajib diketahui oleh umat muslim.

    1. Puasa Adalah Jalan Meraih Takwa

    Sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 183, Allah mewajibkan orang-orang yang beriman untuk berpuasa agar menjadi orang-orang yang bertakwa.

    Salah satu dari 10 keutamaan puasa Ramadhan adalah agar umat muslim bertakwa karena pada bulan ini segala perintah dikerjakan dan segala larangan dijauhi. Orang yang berpuasa semakin giat melalukan ketaatan kepada Allah.

    Saat berpuasa, seorang muslim melatih dirinya untuk semakin dekat dengan Allah. Mereka mengekang hawa nafsu, meninggalkan makan dan minum, padahal jiwa begitu terdorong untuk melakukannya. Hal ini mereka lakukan karena ingin mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan pahala-Nya. Itulah yang dimaksud takwa.

    1. Puasa Adalah Penghalang dari Siksa Neraka

    Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang muslim dari siksa api neraka, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah juga bersabda, siapa pun yang berpuasa satu hari di jalan Allah (dalam melakukan ketaatan kepada Allah) maka Allah akan menjauhkannya dari api neraka sejauh perjalanan 70 tahun.

    1. Puasa akan Memberikan Syafaat Bagi yang Menjalankannya

    Pada hari kiamat, puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat kepada seorang hamba. Puasa telah menahan seorang hamba dari makan dan nafsu syahwat, sedangkan Al-Quran telah melarangnya dari tidur pada malam hari. Oleh karena itu, keduanya diperkenankan memberikan syafaat kelak dihari akhir.

    1. Orang yang Berpuasa akan Mendapatkan Pengampunan Dosa

    Allah akan mengampuni dosa dari masa lalu untuk siapa pun yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

    1. Puasa Adalah Penahan Syahwat

    Puasa dapat menahan nafsu syahwat. Itulah salah satu dari 10 keutamaan puasa Ramadhan berikutnya. Hal tersebut sesuai sabda Rasulullah yang menyuruh para pemuda yang belum mampu menikah untuk berpuasa karena puasa bagaikan obat pengekang syahwat atau nafsu.

    1. Orang yang Berpuasa akan Masuk Surga Melalui Pintu Ar Rayyan

    Di surga, terdapat satu pintu yang disebut Ar-Rayyan, di mana kelak pada hari kiamat, orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut dan selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Hal ini telah dijelaskan dalam sebuah sabda Nabi Muhammad dari Sahl bin Sa’ad.

    1. Memiliki Waktu Mustajab Terkabulnya Doa

    Menurut sabda Nabi Muhammad, ada tiga orang yang doanya tidak tertolak, yakni orang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil dan orang-orang yang dizholimi. Ketika berpuasa, kita disunahkan untuk berdoa.

    1. Bau Mulut Orang yang Berpuasa Lebih Harum dari Kasturi

    Apabila seorang muslim sedang berpuasa, janganlah berkata kotor atau berteriak-teriak. Pada hari kiamat nanti, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa akan lebih harum dari bau kasturi.

    1. Mendapat Pahala yang Tak Terhingga

    Allah Subhanahu wa ta’ala akan memberikan pahala yang tak terhingga kepada orang yang berpuasa. Setiap amal ibadah yang dilakukan pada bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya.

    1. Akan Mendapatkan Dua Kebahagiaan

    Satu dari 10 keutamaan puasa Ramadhan adalah mereka yang menjalankan akan mendapatkan dua kebahagiaan, yakni saat berbuka dan saat puasanya.

    Itulah keutamaan bulan Ramadhan dan 10 keutamaan puasa Ramadhan yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat dan kita senantiasa dilimpahi rahmat oleh Allah Subahanahu wa ta’ala.