Motor Jaman Belanda

5 Motor Jaman Belanda & Sejarah Singkat Klub Motor

Jadi, tidak mengherankan jika ribuan brand kendaraan telah menghiasi industri otomotif di negeri ini. Saat ini, pabrikan dari Jepang memang mendominasi pasar sepeda motor. Tapi, apakah kamu sadar bahwa sebelum Indonesia merdeka, sudah ada motor jaman belanda dan tidak ada satu pun pabrikan Jepang yang beroperasi di sini?

Selama era kolonial Belanda, mereka mengimpor sepeda motor dari Eropa. Pada masa itu, kehadiran sepeda motor di Hindia Belanda sungguh mempesona masyarakat lokal. Mereka tercengang melihat kendaraan yang bisa bergerak tanpa ditarik oleh hewan atau menggunakan tali. Yuk, kita lihat enam sepeda motor legendaris yang ada sebelum Indonesia merdeka.

1. J.C. Potter

J.C. Potter bukanlah nama merek sepeda motor. Ketika pertama kali dibawa ke Indonesia pada tahun 1898, sepeda motor ini tidak memiliki merek. Yang tersisa hanyalah nama pemiliknya, J.C. Potter.

Sepeda motor yang dibuat di Jerman ini dipesan langsung oleh J.C. Potter dari pabrik di Muenchen, Hildebrand und Wolfmuller. Sepeda motor J.C. Potter dilengkapi dengan mesin twin-cylinder horizontal 1.500 cc, empat katup, water cooler, dan menggunakan bensin sebagai bahan bakar.

Tanpa gearbox dan sistem kelistrikan, sepeda motor ini mampu menghasilkan tenaga 2,5 hp dengan kecepatan 240 rpm. Sekarang, sepeda motor ini disimpan dengan baik di Museum Tantular Sidoarjo.

2. De Dion Bouton Tricycle

Sepeda motor ini adalah salah satu yang paling laris di masanya. Ada sekitar 15.000 unit yang tersebar di seluruh dunia. Yang menarik, De Dion Bouton Tricycle sebenarnya diciptakan oleh Jules-Albert de Dion pada tahun 1882 sebagai kendaraan penarik, bukan sebagai sepeda motor untuk membawa penumpang.

Sepeda motor asal Prancis yang datang ke Indonesia pada tahun 1899 ini telah dilengkapi dengan tenaga listrik. Namun, tenaga listrik pada De Dion Bouton Tricycle hanya memungkinkannya bergerak dengan kecepatan maksimal 65 km/jam. Sepeda motor ini juga menjadi salah satu favorit di Hindia Belanda pada waktu itu.

Viral :   Penyebab Kopling Motor Tidak Berfungsi

3. Ariel Motorcycles

Ariel Motorcycles, sepeda motor legendaris, hadir di Indonesia sekitar tahun 1902. Perusahaan ini didirikan oleh James Starley dan William Hillman. Model pertama dari pabrikan ini juga beroda tiga dan menggunakan mesin listrik dari De Bion Bouton dengan tenaga 2,25 hp.

Setelah tahun 1918, Ariel Motorcycles mulai menggunakan mesin dari merek lain seperti Minerva dan Kerry Motorcycles dengan mesin dua langkah dan transmisi tiga-percepatan. Kapasitas mesinnya bervariasi, mulai dari 500 cc hingga 900 cc. Model Ariel yang paling terkenal adalah Ariel Red Hunter 350 cc yang diluncurkan pada tahun 1938 dan Ariel W/NG 350 yang digunakan sebagai sepeda motor militer selama Perang Dunia II.

4. Reading Standard

Informasi tentang sepeda motor Reading Standard memang jarang ditemukan. Namun, sepeda motor ini adalah salah satu karya tempat Charles Gustafson bekerja. Gustafson adalah desainer sepeda motor yang terkenal pada masanya.

Setelah meninggalkan pekerjaannya, Charles Gustafson diketahui bergabung dengan Indian Motorcycles pada tahun 1909. Di Hindia Belanda, sepeda motor ini pernah digunakan oleh Gerrit de Raadt untuk perjalanan dari Jakarta ke Surabaya dengan rekor waktu tercepat 20 jam 45 menit.

Dengan pencapaian tersebut, sepeda motor ini dapat dikatakan memiliki performa yang setara dengan sepeda motor modern.

5. Excelsior

Excelsior, yang berstatus sebagai pembuat sepeda motor pertama di Inggris, terkenal akan produksi sepeda motor yang bisa melaju dengan sangat cepat dan menjadi salah satu motor jaman belanda yang ada di tanah air. Kualitas unggul yang mereka tawarkan menjadikan harga jual sepeda motor Excelsior berada di kisaran yang tinggi.

Viral :   Motor Listrik Yang Dijual Di Indonesia

Pada masa itu, Excelsior dikenal sebagai salah satu pembuat sepeda motor sport yang ikonik. Di tanah air, sepeda motor Excelsior telah mencatat sejarah sebagai sepeda motor dua roda pertama yang berhasil mencapai kecepatan 160 km/jam.

Model Excelsior Big X yang ada di Indonesia dilengkapi dengan mesin V-Twin, IOE, dan kapasitas mesin 1000 cc yang memiliki tiga tingkat percepatan. Frits Sluijmers pernah menggunakan Excelsior untuk memecahkan rekor Reading Standard dengan waktu tercepat 20 jam 24 menit dalam perjalanan dari Jakarta ke Surabaya.

Sejarah Singkat Klub Motor Jaman Belanda

Sejarah keberadaan klub motor di Indonesia memang sangat menarik dan memiliki akar yang mendalam dalam sejarah kolonial. John C. Potter sebagai orang pertama yang memiliki motor di Hindia Belanda, dan kemudian berkembangnya klub motor seperti Magneet, menunjukkan bagaimana motor telah menjadi bagian integral dari budaya dan sejarah transportasi di Indonesia.

Pada awalnya, motor dianggap sebagai sesuatu yang luar biasa dan bahkan mendapat julukan “Kereta Setan” karena keunikannya. Namun, seiring waktu, motor menjadi lebih umum dan klub-klub motor mulai terbentuk, menandai awal dari komunitas pengendara motor yang kita kenal saat ini.

Majalah Magneet, sebagai corong klub motor Magneet, memainkan peran penting dalam menyebarkan informasi dan berita tentang kegiatan klub. Meskipun ada beberapa insiden yang tidak menguntungkan, seperti kecelakaan yang disebutkan, klub motor tetap menjadi bagian penting dari sejarah transportasi di Indonesia.

Kecelakaan yang terjadi dan cara Magneet menangani pemberitaan tentang kecelakaan tersebut menunjukkan kompleksitas hubungan antara klub motor dan masyarakat pada waktu itu. Meskipun ada dampak negatif dari kegiatan berkendara, keberadaan klub motor tetap memiliki pengaruh yang signifikan dalam sejarah dan budaya berkendara di Indonesia.