rebound shock

Penjelasan Rebound Shock yang Jarang Diketahui

Kamu mungkin belum mengenal istilah rebound shock. Istilah ini sering kita jumpai pada shockbreaker pasar sekunder. Rebound shock adalah saat shockbreaker sebuah mobil mengembalikan posisinya setelah mendapat dorongan dari luar. Nah, apa sih kegunaan rebound ini untuk mobil? Yuk, kita pelajari lebih lanjut!

Mengenal Rebound dan Keuntungannya

Rebound adalah saat shockbreaker sebuah kendaraan kembali ke posisi awal setelah sebelumnya ditekan. Rebound ini sangat bermanfaat karena tanpanya, pengemudi bisa terlempar dari kursinya. Ini bisa terjadi meskipun mobil hanya melewati polisi tidur dengan ketinggian yang masih masuk akal.

Pada shockbreaker aftermarket, kita bisa mengatur rebound ini, yaitu dengan menyesuaikan seberapa cepat shockbreaker kembali ke posisi awal. Pengaturan ini berkaitan erat dengan ukuran lubang pada shockbreaker. Lubang yang lebih kecil berarti shockbreaker akan kembali ke posisi awal lebih lambat, dan sebaliknya.

Mengatur rebound shock dengan lubang yang lebih kecil bisa membuat mobil lebih stabil. Namun, dari sisi kenyamanan, mungkin akan terasa kurang. Jadi, sebaiknya atur rebound sesuai dengan kebutuhan dan cara berkendara kamu.

Apa Bedanya Rebound, Compression Shock, dan Preload Shock?

Tidak hanya rebound, shockbreaker aftermarket juga memiliki istilah lain seperti compression dan preload. Ketiganya memiliki perbedaan yang jelas. Preload adalah tingkat tekanan yang diterima shockbreaker sebelum mendapat beban, seperti saat pengereman atau beban dari pengemudi.

Viral :   Fungsi dari Tensioner Motor dan Tipe-tipe yang Perlu Diketahui

Tanpa preload, mobil bisa terlihat lebih rendah, yang bisa membuatnya tampak ceper. Sedangkan compression bertugas mengontrol kecepatan redaman shockbreaker saat menahan beban. Fungsinya aktif saat mobil berakselerasi, mengerem, atau melewati rintangan seperti polisi tidur.

Sebaiknya, hindari menggunakan compression yang terlalu tinggi karena bisa membuat mobil terasa keras dan tidak nyaman. Namun, jangan terlalu rendah juga, karena mobil akan terasa melompat saat ada guncangan.

Cara Menjaga Kenyamanan Shockbreaker

Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga shockbreaker agar tetap nyaman dan tahan lama:

1. Periksa Shockbreaker Secara Berkala

Salah satu tips penting adalah memeriksa shockbreaker secara berkala. Kamu bisa melakukan ini di bengkel atau di rumah. Caranya mudah, letakkan mobil di tempat rata dan perhatikan posisinya. Jika mobil tampak tidak seimbang atau miring, bisa jadi ada masalah dengan shockbreaker. Sebaliknya, jika posisi shockbreaker lurus, itu artinya masih dalam kondisi baik dan siap untuk berkendara.

2. Berhati-hatilah Saat Melintasi Jalan yang Tidak Rata

Salah satu kiat penting lainnya untuk menjaga kenyamanan shockbreaker adalah dengan berkendara secara bijaksana. Cobalah untuk menghindari jalanan yang tidak rata atau berlubang. Jika sering melewati jalanan yang rusak, terutama saat menabrak lubang dengan kecepatan tinggi, shockbreaker kamu mungkin akan cepat mengalami kerusakan.

Viral :   Ternyata Segini Biaya Servis Karburator Motor

Namun, saat menghindari jalanan yang rusak, pastikan kamu melakukannya dengan aman dan tidak membahayakan diri sendiri atau pengguna jalan lain.

3. Pilihlah Bengkel yang Terpercaya untuk Pemasangan Shockbreaker

Ketika tiba saatnya untuk memasang atau mengatur ulang shockbreaker, sangat penting untuk memilih bengkel yang terpercaya. Jika kamu memilih bengkel yang kurang berkualitas, shockbreaker mungkin tidak akan dipasang dengan benar, yang bisa menyebabkan kerusakan lebih cepat dan mengurangi kenyamanan saat berkendara.

Tanda-tanda Shockbreaker Harus Ganti

Jika shockbreaker tidak berfungsi dengan optimal, mungkin sudah waktunya untuk menggantinya. Berikut adalah beberapa tanda yang perlu kamu ketahui:

1. Kendaraan Tidak Seimbang

Periksa apakah mobil kamu seimbang saat berada di permukaan yang rata. Suspensi yang tidak tepat dapat membuat mobil kamu terasa miring.

2. Kebocoran Oli Shockbreaker

Penyebab umum kebocoran shockbreaker adalah seal yang rusak. Jika oli shockbreaker habis, ini bisa menyebabkan kerusakan pada shockbreaker.

3. Ayunan Berlebihan

Jika mobil kamu berayun secara berlebihan saat melewati jalanan yang bergelombang atau berlubang, ini bisa menjadi indikasi bahwa suspensi perlu diganti.

4. Suara Berisik dari Mesin

Suara berisik dari mesin bisa mengurangi kenyamanan berkendara. Jika kamu mendengar suara ini, mungkin sudah saatnya untuk memeriksa shockbreaker.