Biaya Konversi Mobil Listrik

Biaya Konversi Mobil Listrik

Biaya konversi mobil listrik dari bensin tentu menjadi hal menarik untuk dibicarakan. Seiring dengan semakin meningkatnya isu lingkungan pada beberapa tahun belakangan ini, membuat citra mobil listrik semakin diminatai banyak orang. Akan tetapi, harga mobil listrik keluaran terbaru umumnya masih cukup mahal bagi sebagaian oarang. Bagaimana tidak? Mobil listrik di Indonesia yang termurah saja kini masih dijual mulai dari Rp 625 juta untuk jenis Hyundai IONIQ Electric. Walaupun demikian, ada cara yang jauh lebih murah bagi anda yang ingin membuat kendaraan anda menjadi bertenaga listrik yakni dengan melakukan konversi. Yuk simak sampai tuntas!

Biaya Konversi Mobil Listrik

Merakit mobil istrik dari mobil bekas tentu akan membutuhkan biaya yang banyak serta mempunyai kerumitan tersendiri. Mobil konvensioanl (Internal Combustion Engine/ ICE) memang dapat dikonversikan menjadi mobil listrik. Namun sayangnya cara lama yang berikan biasanya tidak akan ekonomis. Bahkan setiap konversi mobil dari bensi ke listrik pada kendaraan termasuk juga bagian penggerakknya harus tetap dilakukan uji tipe kendaraan ulang supaya bisa memenuhi syarat perubahan spek dari ICE berubah menjadi EV (Electric Vehicle). Bicaa soal biaya tentu akan dibebankan kepada individu / instansi yang merakit. Berikut rinciannya:

Viral :   Mobil Listrik Honda E, Jarak 200 Km Bukan Masalah

– Biaya Pengujian rem Rp 1.970.000

– Biaya Pengujian lampu utama Rp 1.050.000

– Biaya radius putar Rp 500.000

– Biaya Pengujian klason Rp 900.000

– Biaya pengujian kincup roda / side slip Rp 1.050.000

– Biaya pengukuran berat kendaraan bermotor Rp 870.000

– Biaya pengukuran. Dimensi Rp 685.000

– Biaya pengujian speedometer Rp 1.900.000

– Biaya pemeriksaan konstruksi Rp 1850.000

Dari keseluruhan pemeriksaan di atas maka membutuhkan biaya sekitar Rp 10.775.000. Sedangkan biaya konversi mobil dari bensin ke listrik sendiri memerlukan biaya sekitar Rp 80 juta hingga Rp 150 juta dengan komponen baterai mobil listrik yang memakan 60% dari keseluruhan biaya yang ditagohkan. Hal ini dikarenaan biaya baterai mobil listrik ketika melakukan perakitan mobil listrik dari mobil bekas ini skitar Rp 50 hingga 60 juta.

Viral :   Hyundai Elantra N 2022 Hadir Dengan Performa Ngebut!

Resiko Konversi Mobil Listrik

Jika anda melakukan modifikasi yakni konversi dari mobil bensin ke listrik berati akan mengubah sistem dalam mobil tersebut sehingga ada beberapa resiko yang harus diwaspadai dan hal ini tentu mungkin bisa saja terjadi pada kendaraan anda. Resiko paling besar yang perlu anda ketahui ialah adanya korsleting yang berpotensi membuat mobil anda bisa terbakar. Selain itu, jika mobil tersbut ingin digunakan untuk jarak tempuh yang jauh maka anda perlu mengeluarkan biaya lebih di awal sebab dinamo yang dipakai harus dua atau tiga kali lipat lebih besar. Selanjutnya, baterai mobil listrik yang akan digunakan juga harus mempunyai kapasitas yang besar. Hal ini tentu akan merogoh kantong anda lebih dalam termasuk biaya charge mobil listriknya.