knalpot Jupiter Z

Tips Memilih Knalpot Racing Jupiter Z Untuk Pemakaian Harian

Mengganti knalpot Jupiter Z standar pabrikan dengan knalpot racing Jupiter Z dapat meningkatkan performa sepeda motor. Bukan hanya penampilan saja, performa mesin juga akan meningkat. Karenanya sangat penting untuk memilih knalpot yang tepat.

Tips Memilih Knalpot Racing Jupiter Z Untuk Pemakaian Harian

Knalpot racing memang dapat meningkatkan performa sepeda motor. Namun, tidak jarang juga knalpot tersebut justru menimbulkan masalah.

Timbulnya masalah tersebut biasanya terjadi karena pemilihan knalpot yang salah sehingga performa mesin menjadi drop. Selain itu, bunyi yang terlalu nyaring juga dapat menimbulkan masalah ketika berhadapan dengan pihak yang berwajib.

Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, maka pemilik sepeda motor harus jeli dalam memilih knalpot racing Jupiter Z. Hal tersebut bukanlah perkara yang mudah mengingat banyaknya merk knalpot yang beredar di pasar. Karenanya, dibutuhkan beberapa cara untuk memilih knalpot yang tepat sebagai berikut.

  1. Memilih Knalpot dengan Suara Ngebass

Cara pertama untuk memilih knalpot yang tepat untuk pemakaian harian adalah dengan melihat karakter suaranya. Pilihlah knalpot dengan karakter suara yang ngebas agar tidak terlalu berisik ketika dibawa di high rpm.

Viral :   Cara Cek Switch Oli Mobil Dan Tanda Kerusakannya

Hal itu disebabkan kebanyakan karakter suara knalpot racing memang dibuat cempreng karena dikhususkan untuk kompetisi.

Selain dengan mencobanya, cara menilai karakter suara dari knalpot adalah dengan melihat desain dan ukurannya. Pilihlah knalpot dengan panjang silencer sekitar 30 cm dan memiliki ukuran tabung yang agak besar.

Pastikan juga pada bagian end cup-nya terdapat jaring. Kalau memiliki ciri seperti itu, bisa dipastikan karakter suara yang keluar dari knalpot ngebass.

  1. Memilih Knalpot dengan Material yang Berkualitas

Selain aman jika berhadapan dengan pihak berwajib, sebisa mungkin knalpot racing Jupiter Z juga memiliki kualitas material yang bagus. Material berkualitas yang biasanya digunakan untuk knalpot racing adalah stainless steel 304 japan.

Material ini dikenal berkualitas karena tidak mudah karatan, memiliki ketahanan panas yang tinggi dan juga memiliki bobot yang ringan.

  1. Memilih Knalpot dengan Pengelasan yang Rapi

Kualitas knalpot dapat dilihat dari kualitas pengelasannya. Jika secara kualitas pengelasan saja sudah tidak diperhatikan, dapat dipastikan kualitas knalpot secara keseluruhan kurang bagus.

Viral :   Cara Menghilangkan Karat dengan Anti Karat Mobil Buatan Sendiri

Bagian dari knalpot yang mengalami proses pengelasan adalah pada bagian leher knalpot. Jika sambungan pada leher terlihat rapi dengan hasil pengelasan yang halus, maka bisa dipastikan knalpot tersebut berkualitas.

  1. Memilih Knalpot Racing Yang Tidak Boros BBM

Umumnya, semua knalpot racing memang membuat bahan bakar menjadi lebih boros ketimbang knalpot standar pabrikan. Hal tersebut memang sudah menjadi konsekuensi logis dari knalpot racing sendiri.

Meskipun ada beberapa knalpot yang tidak terlalu boros bahan bakar, menghemat BBM yang paling bijak adalah dengan tidak terlalu menggeber-geber gas sembarangan.

  1. Memilih Knalpot dengan Merk yang Ternama

Cara memilih knalpot racing yang paling tepat adalah dengan memilih merk yang ternama. Sebab knalpot dengan merk ternama biasanya sudah melewati serangkaian tes emisi dan sebagainya.

Sehingga memasang knalpot tersebut tidak akan menimbulkan masalah jika berhadapan dengan pihak berwajib sebab tidak melanggar aturan-aturan yang berlaku.

Meskipun begitu, membeli knalpot dengan merk ternama juga memiliki resiko tersendiri. Salah satunya adalah dengan banyaknya knalpot palsu yang beredar di pasaran.

Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan kejelian dalam membeli knalpot. Yang paling mudah adalah dengan membeli knalpot racing Jupiter Z di agen penjualan resmi.