Air radiator mobil

Cara Mudah Mengganti Air Radiator Mobil Sendiri

Air radiator mobil memiliki peran penting menjaga suhu mesin. Jika air radiator habis, mobil bisa mogok karena mengalami overhead atau kepanasan. Oleh sebab itu para pengguna atau pengendara mobil harus sering- sering mengecek cairan radiatornya.

Air radiator pada mobil sebaiknya diganti setiap kendaraan menempuh jarak sekitar 20.000 km. Sedangkan tabung cadangannya sebaiknya dicek setiap satu minggu sekali. Sebelum kosong, sebaiknya radiator segera diisi hingga batas yang telah ditentukan.

Kamu bisa meminta tolong kepada montir untuk mengisi air radiator pada mobil saat menyervis secara berkala di bengkel langganan. Tentu saja ada biaya yang harus dikeluarkan untuk itu. Namun tidak ada salahnya jika kamu menggantinya sendiri. Caranya sangat mudah sehingga tidak perlu keahlian khusus untuk melakukannya.

Cara Mudah Mengganti Air Radiator

  • Mengisi Air Radiator dengan Mobil Dalam Keadaan Dingin

Saat mengisi air radiator mobil sendiri, pastikan mobil dalam keadaan dingin. Waktu yang paling tepat mengisi adalah saat pagi hari, ketika mobil sudah didiamkan selama semalaman dan mesinnya belum dipanaskan. Selain itu, mengganti dalam kondisi mesin masih panas sangat berbahaya. Pasalnya, saat hendak membuka tutup radiator dalam kondisi mesin panas, cairan di dalamnya bisa saja muncrat mengenai tubuh.

  • Periksa Kondisi Air Radiator Terlebih Dahulu

Sebelum melakukan pengisian, cek terlebih dahulu kondisi air radiatornya. Pastikan masih jernih atau keruh. Selain itu, cek juga apakah kondisinya masih banyak atau sudah hampir habis. Jika sudah keruh, radiator harus dikuras dan diisi dengan yang baru dan masih jernih agar tidak membuat radiator mampet serta mengganggu kinerja mesin.

  • Mengganti Air Radiator Mobil dengan Mudah

Setelah mengecek kondisi, kini saatnya mengganti air radiator. Langkah pertama bukalah radiatornya dan buka juga baut yang berada di bagian pembuangan. Setelah itu tunggu cairannya terbuang sampai habis. Dalam kondisi ini, mobil harus dalam keadaan menyala agar cairannya keluar semua.

Viral :   4 Tips Merawat Baterai Mobil Listrik yang Mudah

Selanjutnya, kamu bisa melakukan pengisian. Saat mengisi, jangan sampai mobil dalam keadaan panas. Kamu bisa menggunakan alat bantu seperti corong untuk memasukkan cairan ke radiator. Pasalnya, lubang radiator sangat kecil. Jangan mengambil risiko nekat mengisi tanpa menggunakan bantuan corong. Tanpa corong, cairan radiator bisa tumpah dan tercecer sehingga berisiko menyebabkan korsleting dan korosi alias karatan.

Selain itu, pastikan cairan radiator terisi sesuai takarannya. Jangan sampai terlalu banyak atau bahkan kurang. Langkah terakhir dalam proses pengisian adalah menutup rapat semua penutup radiatornya. Jika tidak ditutup rapat, cairan radiator bisa meluber dan membahayakan mesin mobil.

Jenis – jenis Air Radiator Mobil yang Bisa Digunakan

Ada beberapa jenis cairan yang bisa digunakan sebagai air radiator. Mulai dari air biasa hingga cairan yang dijual khusus untuk radiator. Semua memiliki kekurangan dan kelebihannya masing – masing.

  1. Air Biasa

Air radiator mobil yang kerap digunakan adalah air biasa dari keran. Air mineral yang biasanya diminum juga termasuk dalam kategori air biasa dan bisa digunakan. Kelebihan air biasa antara lain, mudah dicari dan terjangkau harganya, bahkan gratis.

Viral :   Cara Klaim Asuransi Mobil Lecet, Syarat & Biayanya

Namun air biasa memiliki titik didih yang rendah atau hanya bisa mendidih maksimal 100 derajat celcius. Akibatnya, air biasa lebih cepat menguap dan tidak mampu menjaga suhu mesin saat kondisi lingkungan panas. Apalagi saat mobil terjebak macet, air biasa akan lebih cepat habis dan menguap. Selain itu, air biasa dapat menyebabkan timbulnya karat dan kerak.

  1. Radiator Coolant

Radiator coolant merupakan cairan yang dibuat khusus untuk air radiator mobil kamu. Cairan ini mampu menyerap panas dan mencegah korosi karena mengandung zat anti beku propylene glycol, dan pencegah karat. Propylene glycol bisa membuat cairan radiator mencapai titik didih lebih tinggi dan titik beku rendah dibanding air biasa. Cairan ini lebih sulit menguap dan cocok digunakan di kawasan tropis

  1. Radiator Super Coolant

Cairan ini memiliki efektifitas yang sama dengan radiator coolant. Namun untuk bisa menggunakannya, kamu harus mencairkannya bersama air bersih terlebih dahulu dengan perbandingan 50:50. Titik didih maksimal radiator super coolant adalah 130 derajat celcius. Radiator super coolant mampu menyerap panas dan sulit menguap.

  1. Antifreeze dan Coolant Protector

Antifreeze dan Coolant Protector mampu menahan panas hingga 128 derajat celcius. Cara penggunaannya hampir sama dengan radiator super coolant, yakni harus dicairkan dulu dengan menggunakan air bersih. Perbandingan untuk menggunakan air radiator mobil jenis ini juga sama, yaitu 50:50.