power steering

Mengenal Oli Power Steering Pastikan untuk Tidak Telat Menggantinya

Penggemar kendaraan bermotor seperti mobil, pasti tidak asing dengan oli power steering. Pelumas merupakan salah satu jenis fluida yang ada pada kendaraan roda empat. Dimana perannya sangat penting untuk meningkatkan performa dari semua komponen yang ada. Bahkan oli yang dipakai juga tidak hanya satu jenis saja.

Sebuah kendaraan memang memerlukan cairan guna menjalankannya. Seperti misalnya bahan bakar, air, cooler, atau bahkan pelumasnya. Peran masing-masing cairan untuk elemen kendaraan juga penting di setiap bagian. Dengan penggunaan yang sesuai, maka tentu saja membuat kendaraan dapat bekerja secara maksimal.

Misalnya saja untuk oli steering, jangan menggunakannya secara sembarangan. Hal ini dikarenakan dapat mengakibatkan rusaknya bagian steering kendaraan. Fungsi dari jenis pelumas ini sendiri ialah guna menyalurkan energi maupun tekanan. Sehingga kendaraan bisa dengan baik berjalan. Kamu harus memperhatikan penggunaan jenis oli satu ini.

Dengan memperhatikan serta merawat semua komponen pada kendaraan bermotor, maka bisa membuat awet mesin. Untuk kamu yang gemar bermain mesin motor, pasti sudah tidak asing lagi dengan berbagai macam cairan maupun hal lainnya yang ada dalam mesin. Oleh karena itu, perlu adanya perawatan yang tepat.

Pelumas Steering Beda dengan Mesin

Pelumas yang dipakai sesuai akan tipe bagian serta kegunaannya. Satu dari bagian kendaraan yang memerlukan bantuan dari cairan guna mengoperasikannya ialah power steering. Untuk oli steering ini tentu saja beda dengan oli pada mesin. Sebab cara kerja serta tugasnya juga masing-masing berbeda.

Viral :   Daftar Produk Oli Pertamina Beserta Keunggulannya

Pada pelumas mesin sendiri berguna agar melumasi bagian dari mesin, sehingga dapat meminimalkan gesekan yang merusak mesin. Sementara jika oli power steering nantinya bertugas agar mengantarkan energi maupun tekanan. Bukan hanya mengenai sifatnya, untuk kekentalannya sendiri juga berbeda antara pelumas mesin dan steering pada kendaraan.

Zat adiktif dalam kedua jenis lubricant tersebut juga berbeda. Untuk pelumas mesin sendiri, tingkat kekentalannya pada umumnya ialah multigrade. Sementara itu pada jenis pelumas steering sendiri ialah single grade. Selain itu jenis kekentalannya cairan steering sendiri beraneka macam, misalnya saja SAE serta lain sebagainya.

Untuk kandungan adiktif di pelumas steering tersebut juga sangat sedikit jika dibandingkan pada oli mesin. Seperti misalnya kandungan anti keausan maupun korosi. Sementara itu, pada pelumas mesin, penggunaan zat adiktifnya lebih lengkap. Seperti pengatur tingkat kekentalan, zat anti gesek, serta pembersih tempat bakar.

Karena kamu sudah tahu apa saja perbedaan dari oli power steering serta mesin, maka pastikan ketika menggantinya jangan sembarangan. Kamu harus memperhatikan jenis pelumasnya dan kegunaannya. Sehingga tidak menyebabkan kerusakan selama pemakaian. Pastikan kamu juga tahu waktu mengganti pelumasnya dan secara rutin mengganti dengan yang baru.

Ganti Pelumas dengan Tepat Waktu

Kinerja dari power steering sendiri memang tidak jauh dari penggunaan fluida atau cairan yang biasa dikenal dengan oli atau pelumas. Tidak jauh berbeda dengan pemakaian pelumas pada elemen mesin lain yang juga penting. Lubricant di steering ini juga peranannya sangat penting dan punya batas waktu menggantinya.

Viral :   Intercom Helm, Lebih Aman atau Malah Meningkatkan Resiko Kecelakaan

Untuk waktu mengganti oli power steering sendiri bisa dilakukan jika mesin sudah 200 ribu km. Hal ini setara dengan pemakaian selama 1 tahun. Akan tetapi jika sebelum jatuh tempo sudah terasa berat, maka kemungkinan untuk menggantinya juga besar. Sehingga perhatikan bagaimana saat dipakai.

Jika kamu ingin mengganti pelumas steering ini juga tidak sulit untuk dilakukan. Pasalnya barang yang diperlukan hanyalah sebuah selang, karet gelang atau sesuatu untuk menjepit, wadah tempat oli bekas, serta plastik. Pertama yang harus dilakukan ialah kamu harus menemukan letak dari tabung reservoir.

Apabila tidak bisa, maka bukalah buku panduan manual mobil yang kamu punya. Untuk selanjutnya, kosongkan oli terlebih dulu dengan cara disedot. Nantinya di tabung reservoir, kamu akan menemukan dua jenis selang beda dimana keduanya saling terhubung. Kedua selang tersebut digunakan untuk menguras serta mengisi oli baru.

Selanjutnya, berikan sirkulasi di sistem steering agar udara bisa keluar. Kamu bisa menyalakan lagi mesinnya dan tunggu beberapa waktu. Cobalah untuk secara penuh putar stir ke kanan dan kiri berkali-kali. Pastikan secara rutin mengganti oli power steering dan lainnya agar performa kendaraan juga bagus.