Wajib Tahu, Fakta Motor Drag yang Jarang Diketahui

Motor drag atau dikenal dengan sebutan drag race merupakan salah satu cabang balap motorsport yang telah banyak diketahui oleh pembalap Indonesia. Tidak hanya pria saja, penggemarnya pun datang dari kalangan wanita. Bahkan, rider-nya pun ada yang masih anak-anak.

Drag race sendiri tidak menggunakan motor sport yang besar, tetapi memakai motor biasa yang dimodifikasi secara khusus yang diperuntukkan bagi balapan ini.

Secara tampilan pun, motor yang digunakan amat berbeda dengan minim alat keselamatan. Hal ini memang dilakukan karena balapan ini hanya berlangsung kurang lebih 10 detik saja.

Pada dasarnya, balapan ini adalah mengadu dua motor yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat melesat cepat. Lintasan yang digunakan pun hanya 201 meter saja dan berbentuk lurus.

Fakta Motor Drag

Drag race tidak memiliki aturan khusus. Pemenangnya diambil dari yang tercepat sampai garis finish. Karena aturan yang cukup sederhana inilah maka tidak heran jika penggemarnya pun banyak. Meskipun begitu, sama seperti kompetisi balap lainnya, drag race menyimpan banyak tantangan dan bahaya bagi rider-nya.

  1. Muncul Pertama Era Tahun 1950-an

Balap motor drag ini ternyata sudah lama dilakukan oleh pembalap internasional. Bahkan, cabang ini pun telah diakui dan diselenggarakan pula kompetisi secara profesional.

Viral :   Fungsi Minyak Rem Motor. Jangan Disepelekan!

Berdasarkan informasi, drag race pertama kali dikenal pada era tahun 1950-an di negara Amerika Serikat mengingat banyaknya pemuda di negara tersebut yang menyukai motor modifikasi juga. Bahkan, negara ini yang mengawali kompetisinya secara professional.

Awal kemunculannya merupakan solusi dari pemuda yang sering ngebut di jalan raya. Untuk itulah, Asosiasi Sepeda Motor Amerika (AMA) merintis kompetisi ini.

Kompetisi ini pun beranjak dari adanya jalur lurus antara satu lampu lalu lintas ke lampu berikutnya. Istilahnya adalah ajang menyalurkan hobi ngebut yang aman dan mendapat penghargaan.

  1. Peserta Wajib Memegang KIS, Bukan SIM

Di Indonesia, untuk dapat menjadi rider drag race, persyaratannya bukanlah Surat Izin Mengemudi (SIM), melainkan harus memiliki Kartu Izin Start (KIS). Kartu ini dikeluarkan oleh Ikatan Motor Indonesia dengan kategori Balap Motor.

Karena hal inilah, tidak heran jika rider-nya pun ada yang di bawah umur. Keunikan surat izin inilah yang dapat menampung potensi-potensi sejak dini.

Jadi, anak-anak yang telah memiliki keinginan atau potensi pada bidang balap dapat dilatih sejak dini sehingga dapat menghasilkan rider yang profesional. Selain itu, yang terpenting adalah dapat mengendarainya dengan benar.

  1. Kapasitas Mesin Kecil Pemenangnya

Aturan pada drag race ini cukup unik dibandingkan kompetisi balap lainnya. Pada dasarnya, kompetisi ini memiliki kelas balap tertentu yang mengelompokkan motor berdasarkan kapasitas mesin.

Viral :   Ingin Menggunakan Lampu Motor LED, Pertimbangkan Dahulu Hal ini

Namun, kapasitas ini tidaklah paten. Misalkan saja motor dengan kapasitas mesin 125 cc kemudian dilakukan langkah tune up hingga menjadi kisaran 85-125 cc.

Kapasitas mesin kecil dapat menjadi pemenang di ajang balap ini. Jika catatan waktu yang dihasilkan sama dan saat hate juga sama, maka keputusan pemenang adalah berdasarkan kapasitas motor.

Selain itu, rider juga dilarang memperbaiki motor drag saat berada di area starting, tidak diperkenankan memindahkan gigi motor dengan tangan, dan mengangkat kaki di atas jok. Jika dilakukan, maka peserta akan didiskualifikasi.

  1. Modifikasi Wheelbase yang Panjang

Fakta unik lainnya yaitu motor modifikasi yang tampil secara unik. Motor yang digunakan untuk kompetisi ini dapat menggunakan jenis bebek hingga sport, tetapi dilakukan modifikasi terlebih dahulu.

Untuk membuat kendaraan yang ditunggangi semakin aerodinamis maka wheelbase motor dibuat semakin memanjang. Bahkan, ukurannya berbeda jauh dengan motor standar.

Tujuan memanjangkan wheelbase adalah agar motor drag dapat berlari sekencang mungkin dan bagian roda depan tidak mudah terangkat. Karena pemanjangan inilah maka komponen lainnya perlu penyesuaian. Bagian-bagian yang dianggap tidak penting juga perlu dilepas agar bobot motor lebih ringan.