Mesin sepeda motor

Turun Mesin Sepeda Motor? Kenali Ternyata Ini Penyebabnya!

Istilah turun mesin sepeda motor sering kali menjadi momok tersediri bagi pengendara bermotor baik roda dua maupun roda empat. Hal ini karena jika kendaraan sudah turun mesin akan merogoh kantong yang cukup dalam. Bahkan untuk sepeda motor pun bisa mencapai hingga jutaan rupiah untuk semua jenis maupun merk kendaraannya. Untuk menghindari hal-hal seperti ini, perlunya perawatan sepeda motor secara rutin. Lebih baik mencegah dari pada mengobati bukan?

Turun mesin sepeda motor

Turun mesin merupakan cara untuk menyelesaikan masalah tertentu yang letaknya di area jantung mekanis. Disebut turun mesin karena mesin kendaraan wajib dilepas dahulu dari rangka dan proses pelepasannya dapat sebagian saja atau bahkan keseluruhannya. Memang terkadang turun mesin ini harus dilakukan karena salah satunya usia kendaraan yang sudah tua ataupun jarak berkendara yang sudah sangat tinggi. Beberapa hal yang dilakukan ketika turun mesin atau[un service besar antara lain:

  •  memeriksa rantai / van belt
  • membersihkan CVT serta mengganti komponen yang sudah rusak
  • mengganti filter oli termasuk oli motornya
  • mengganti ring piston
  • membersihkan ruang bakar serta sil dan juga skir klep sekaligus menyetel klep
  • membongkar kepala silinder
  • membersihkan piston (jika pison sudah tak layak pakai sebaiknya diganti dengan yang baru)

Penyebab turun mesin

Ada beberapa penybab turun mesin sepeda motor yang tidak wajar terjadi. Biasanya hal ini karena terjadi pada 6.000 km atau 6 tahunan. Dan penyebab yang paling sering karena perawatan yang kurang maksimal atau bahkan malas melakukan service motor. Untuk mengetahui tanda-tanda turun mesin, anda bisa memperhatikan hal-hal berikut ini:

–  Gejala visual yang paling tampak aalah apabila kendaraan anda mengeluarkan asap putih yang artinya oli mesin ikut terbakar di ruang bakar.

– Suara mesin yang berisik atauu kasar juga bisa jadi tanda bahwa motor anda turun mesin. Hal ini karena oli pada mesin sudah kering bahkan habis sehingga terjadi gesekan antar komponen sangat keras dan suaranya juga semakin kasar.

Viral :   Fungsi Reset ECU Motor. Simak Selengkapnya!

– Kendaraan sulit dinyalakan. Apabila oli mesin motor anda sudah merembes hingga masuk ke ruang bakar dan sampai membahasi busi. Sehingga busi menjadi basah, hal ini selain membuat motor sulit dinyalakan juga dapat membuat busi cepat mati.

– Tenaga berkurang sangat drastis. Apabila ruang bakar baret atau bahakn ring seher lemah, maka otomatic kompresi pemabakaran kendaraan akan bocor. Alhasil output yang dihasilkan pun juga akan menurun.

Selanjutnya berikut ini beberapa penyebab turun mesin yang paling signifikan.

  • Sering lupa ganti oli mesin dan air radiator

Jika oli mesin tidak diganti sesuai dengan waktunya maka akan terjadi gesekan kasar. Alhasil seluruh komponen pada mesin akan menjadi cepat aus. Tak hanya itu, gesekan yang kasar ini  juga membuat kerja seher dan setang menjadi sangat berat. Dan jika terus dipaksakan bisa bengkok atau bahkan patah. Maka dari itu anda perlu mengganti oli umumnya dua parameter atau paling lama 4.000 km (4 bulan sekali). Namun jika kendaraaan anda lebih sering digunakan atau bekerja lebih keras maka ganti oli harus pada 2.500 km atau 2 bulan sekali demi menjadi kondisi mesin tetap awet.

Sementara air radiator yang berperan penting untuk mencigninkan mesin harus selalu diperiksa. Jika air radiator habis maka mesin menjadi cepat panas bahkan overheating. Apabila terlalu panas maka bagian mesin dalam akan mengembang serta oli tidak dapat bersirkulasi dengan optimal. Alhasil motor pun akan kehilangan tenaga. Maka dari itu jangan sekali kali malas atau mengabaikan untuk ganti air radiator. Ingat, pilihlah air radiator yang sesuai dengan motor anda dan jangan coba-coba campur air radiator dengan air keran karena fungsinya menjadi tidak maskimal.

  • Mesin sepeda motor karena sering nekat melewati jalur banjir

Untuk menghindari turun mesin sepeda mtoor, pastikan anda tidak nekat melewati jalanan banjir. Terutama bagi anda yang tinggal didaearah yang rawan banjir. Jika anda menerobos banjir maka genaangan air akan resiko masauk ke dalam mesin dan bercampur dengan pelumas. Jika hal ini terjadi mungkin efeknya tak langsug terjadi. Namun kualitas pelumas tentu berkurang sebab adanya cairan asing yang masuk. Tak hanya itu,  air yang masuk tadi meskipun jumlhanya sedikit bisa menyebabkan karat. Perlu diketahuiu karat inilah salah satu penyebab motor mati mendadak ketika berkendara. Dan akhirnya anda harus turun mesin dengan biaya yang tidak sedikit.

  • Melakukan modifikasi mesin

Bagi anda yang hobi dengan kecepatan, pasti duah tak asing lagi dengan istilah bore up atau modifikasi mesin dengan tujuan untuk meningkatkan performa mesin sehingga mendapatkan tenaga yang lebih besar.

Viral :   Fungsi Chain Guide Sepeda Motor untuk Performa Optimal

Biasanya cara yang paling sering dipakai adalah dengan menaikkan diameter piston sehingga menjadi lebih besar dari ukuran standarnya. Akan tetapi bore up juga memaksa seluruh bagian mesin untuk bekerja lebih keras dari biasanya dan hal ini beresiko komponen mesin menjadi cepat aus.

apalagi jika saat melakukan bore up mesin motor anda tidak diawasai oleh teknisi profesioanal. Tentu akan sangat banyak resiko yang akan terjadi. Ingat, jika anda benar-benar memutuskan untk melakukan bore up maka pastikan anda juga mengganti komponen lainnya supaya kinerja mesin tetap harmonis. Selain itu, mesin yang sudah dimodifikasi juga perlu perawtan ekstra karena tidak bisa dilakukan seperti motor orisinal lagi. Hal ini dilakukan untuk menghindari turun mesin di hari mendatang.