Jangan Salah Memilih, Inilah Cara Membaca Kode Oli Kendaraan Yang Benar

Cara Membaca Kode Oli – Oli merupakan salah satu komponen yang memiliki fungsi penting dalam setiap kendaraan, dimana fungsi oli yakni sebagai pelumas mesin kendaraan. Dikarenakan fungsinya yang penting, maka dari itu kita dituntut untuk melakukan pengecekan secara rutin sehingga kita bisa tau kapan kita harus mengganti oli kendaraan kita. Namun dalam setiap pembelian oli kendaraan, terkadang kita belum mengetahui oli mana yang cocok untuk jenis kendaraan yang kita miliki.

Salah satu cara mudah membeli oli kendaraan yakni dengan cara membaca kode oli yang terdapat pada kemasan oli tersebut. Hal ini perlu kita perhatikan agar nantinya tidak salah dalam memilih dan membeli oli. Perlu untuk diketahui bahwa pemilihan oli yang salah justru akan membuat performa kendaraan kita menjadi tidak maksimal dan bisa berpotensi merusak mesin dalam jangka waktu panjang.

Untuk itu, dalam setiap memilih oli, ada beberapa kode yang harus kita periksa untuk memastikan bahwa oli yang akan kita gunakan nanti memang sesuai tipe kendaraan yang kita miliki. Umumnya kode oli tersebut adalah SAE dan API.

SAE merupakan kode singkatan dari Society of Automotive Engineer dan biasanya digunakan untuk menjelaskan tingkat kekentalan oli. Biasa pada kemasan oli selalu tertulis SAE SAE 10W-30, 10W-40 atau 20W-40 atau 20W-50, cara membaca kode oli yang mana huruf W merupakan singkatan dari Winter. Oli dengan kode W ini memiliki formula yang sangat cocok jika digunakan dimusim panas dan dingin. Bila memakai oli ini saat kendaarn berada di posisi dingin maka oli tidak akan mengental. Sementara untuk angka didepannya menerangkan tingkat kekentalan oli pada suhu dingin, sedangkan angka paling belakang menjukan tingga kekentalan oli disaat mesin kendaraan pada kondisi panas atau sedang bekerja. Tingkat kekentalan oli bisa dilihat dari angkanya, jika angkanya semakin besar maka oli akan semakin kental, sebaliknya jika angka semakin kecil maka oli akan semakin encer.

Viral :   Inilah Cara Memperbaiki Karburator Banjir Tanpa Harus Membongkarnya

APi merupakan singkatan dari American Petrolium Institute. Biasanya kode API dalam kemasan oli menentukan kualitas pada oli, kemasan oli biasanya tertulis kode API dengan dua tambahan alfabet huruf dibelakangnya seperti contoh ” API SN or API CH “. Yang mana cara membaca kode oli ini dengan melihat huruf pertama yang mempunyai arti jenis mesin yang bisa menggunakan oli tersebut. Huruf ‘S’ untuk memberikan informasi bahwa oli diperuntukan untuk kendaraan bermesin bensin, sedangkan untuk huruf ‘C’ untuk memberi informasi bahwa oli hanya digunakan untuk kendaraan bermesin diesel.

Selanjutnya untuk huruf kedua yang terdapat pada kode oli berguna untuk menunjukan teknologi dari oli tersebut. Semakin baru teknologi oli maka hurufnya akan semakin mendekati huruf Z seperti, API SN memiliki kualitas dan teknologi yang lebih modern dibandingkan API SG.

Viral :   Sebelum Beli, Ketahui Harga Mobil Xpander Berikut

Risiko Salah Memilih Kekentalan Oli

Membaca kode merupakan hal yang sangat penting kita lakukan sebelum memilih dan membelinya. Hal ini agar kita tidak salah memilih kekentalan maupun jenis oli yang cocok untuk kendaraan kita nantinya. Jika kita salah memilih maka akan banyak efek negatif yang akan kita rasakan dalam jangka panjang. Salah satunya jika kita salah memilih oli mesin maka akan berdampak pada mesin kendaraan yang akan menjadi lebih cepat panas dan efisiensi bahan bakar akan menjadi berkurang.

Maka dari itu, disarankan agar pemilik kendaraan memeriksa ulang buku manual kendaraannya sebelum membeli oli. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa oli yang nantinya akan digunakan tidak salah sehingga bisa membuat performa mesin kendaraan bisa bekerja secara maksimal. Cara membaca kode oli nya yakni dengan mngerti kode kode yang tertera pada kemasan oli sesuai dengan penjelasan diatas.