Hindari 5 Kebiasaan buruk Ini ! Agar Plat Kopling Mobil Awet

Kondisi keausan plat kopling mobil memang sesuatu yang umum terjadi, disaat keausan itu terjadi dalam waktu yang cukup cepat atau tidak abnormal tentu pasti ada penyebab khususnya. Biasanya penyebab cepatnya plat kopling aus dikarenakan kondisi kwalitas kopling yang jelek atau karena kebiasaan mengemudikan mobil yang buruk.

Pada umumnya sebuat plat kopling mobil sanggup bertahan kurang lebih selama 5 tahun pada kondisi pemakaian yang normal atau bahkan bisa lebih. Plat kopling sendiri merupakan suatu piringan yang terpasang diantara transmisi dan mesin, komponen ini memiliki fungsi untuk menyalurkan putaran dari mesin ke transmisi.

Kondisi plat kopling mobil yang aus akan mengakibatkan transfer putaran atau tenaga akan menjadi terganggu, yang paling sering terjadi yakni kondisi selip. Sehingga hal ini akan mengakibatkan terjadinya kehilangan banyak tenaga serta efek yang paling dirasakan bagi pengemudi yakni saat di gas mobil tidak mau jalan atau tidak kuat ditanjakan seperti kondisi dimana kopling diinjak setengah. Jika hal ini terjadi selain sangat merepotkan pengemudi tentunya juga sangat berbahaya bagi keamanan anda saat berkendara.

Maka dari itu agar plat kopling mobil anda tidak cepat aus, disarankan agar anda menghindari kebiasaan buruk yang bisa mengakibatkan plat kopling mobil anda menajadi cepat aus atau habis.

Viral :   Sejarah dan Fakta Mobil Peugeot yang Melegenda
1. Kebiasaan Menginjak Pedal Kopling Terus Menerus

Kebiasaan buruk yang harus dihindari yakni penggunaan pedal kopling yang terus menerus di injak. Kondisi ini tidak akan berdampak terlalu buruk jika injakannya tidak mengaktifkan kopling. Tapi jika mengaktifkannya pastinya akan membuat kopling setengah terhubung setengah, sehingga bisa membuat plat kopling sama saja seperti digosok atau diamplas. Jika hal ini terjadi terus menerus maka akan membuat plat kopling menjadi cepat aus. Untuk itu, disarankan agar anda tidak malas untuk mengangkat kaki dari pedal kopling mobil anda.

2. Kebiasaan Menginjak Setengah Kopling

Kebiasaan buruk yang harus dihindari selanjutnya hampir sama dengan yang diatas, hanya saja kebiasaan buruk menginjak setengah kopling ini memang disengaja oleh pengemudi. Dimana kondisi setengah kopling merupakan kondisi kopling berada diantara tertekan atau tidak. Hal ini biasanya sengaja dilakukan oleh pengemudi saat berada di lampu merah. Ada baiknya menggunakan handrem untuk berhenti dan posisikan transmisi ke netral saat berada dilampu merah sehingga bisa membuat plat kopling menjadi awet dan tidak cepat aus.

3. Kebiasaan Memulai Dengan Roda Gigi 2

Kebiasaan buruk yang harus dihindari selanjutnya yakni dengan menghindari memulai perjalanan dengan roda gigi 2. Biasanya hal ini terjadi pada pengemudi yang baru belajar atau bisa mengemudikan mobil, dengan memulai gigi 2 saat berjalan memang lebih mudah karena tidak terlalu galak. Namun kebiasaan ini justru akan membuat kinerja kopling bisa menjadi semakin berat.

Viral :   Kenali beberapa penyebab mobil tidak bisa distarter
4. Kebiasaan Malas Memindah Gigi ke Netral

Kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh pengemudi saat dilampu merah yakni malas untuk mengganti transmisi ke posisi netral, sehingga kebiasaan buruk dengan cara menginjak pedal kopling mobil menjadi salah satu cara efektif bagi pengemudi. Saat lampu sudah kembali hijau, mereka hanya tinggal lepas handrem dan injak gas berbarengan dengan melepas injakan pedal kopling. Namun hal ini tentunya akan membuat plat kopling mobil anda menjadi cepat aus dan bahkan bisa berbahaya jika sampai anda tidak sengaja melepas injakannya yang bisa mengakibatkan anda menabrak kendaraan yang ada didepan mobil anda.

5. Timbulnya Kebiasaan Ragu-ragu Saat di Tanjakan

Kebiasaan buruk yang harus dihindari yang terakhir yakni ragu ragu saat berada dijalan tanjakan. Kebiasaan ini bisa saja terjadi karena keraguan yang bisa membuat pengemudi sering memindahkan gigi ketika mau ditanjakan. Tidak heran jika banyak pemilik mobil yang mengeluhkan kopling mobil-nya habis setelah diajak berjalan dijalan yang memang banyak tanjakannya seperti di pedesaan yang berdekatan dengan gunung.