Alat pendingin mesin mobil

Ternyata Ini Pentingnya Alat Pendingin Mesin Mobil

Tahukah kamu kinerja mesin mobil akan menghasilkan suhu tinggi yang perlu dikendalikan oleh alat pendingin mesin mobil. Sangat penting untuk memastikan alat ini bekerja optimal agar mesin mobilmu tidak mengalami overheat. Dampak mesin yang overheat sangat serius. Mesin bisa tiba-tiba mati dan menyebabkan asap putih keluar dari kap mesin. Lebih buruk lagi, kerusakan mesin bisa menjadi sangat berbahaya. Agar kita tidak mengabaikan masalah ini, mari kenali apa itu alat pendingin mesin mobil dan fungsinya.

Apa Itu Alat Pendingin Mesin Mobil dan Fungsinya

Panas pada mobil tidak terjadi begitu saja. Ini berkaitan langsung dengan kinerja mesin. Semua jenis mesin, terutama yang terbuat dari baja, akan menghasilkan panas saat bergesekan. Ditambah lagi, proses pembakaran dalam ruang bakar mesin mobil juga terus berlangsung selama mesin bekerja. Suhu ini bisa meningkat seiring dengan intensitas pembakaran.

Untuk mencegah kerusakan komponen akibat panas, alat pendingin mesin mobil harus dalam kondisi prima. Suhu kerja mesin yang ideal adalah antara 80 hingga 92 derajat Celcius.

Jika suhu mesin melebihi 92 derajat Celcius, indikator di dashboard mobil akan menyala merah. Beberapa mobil bahkan menunjukkan indikator hingga level H. Fungsi utama alat pendingin mesin mobil adalah menstabilkan suhu mesin agar tidak melebihi standar saat mobil berjalan atau menyala.

Komponen Pada Alat Pendingin Mesin Mobil

Sistem pendingin mesin mobil terdiri dari beberapa komponen yang harus dicek secara rutin untuk mencegah kerusakan. Berikut adalah komponen-komponennya:

  1. Radiator: Radiator terdiri dari pipa kecil dan bak penampungan cairan pendingin. Pipa ini mengalirkan cairan pendingin yang menyerap panas dari mesin. Selain itu, radiator memiliki kisi-kisi yang memanfaatkan angin untuk mendinginkan air yang menyerap panas sehingga bisa dialirkan kembali ke pipa.
  2. Pompa Air: Pompa air berfungsi mengalirkan sirkulasi air dari tangki bawah ke radiator. Pompa ini memastikan air radiator kembali ke pipa-pipa untuk bekerja. Kinerja pompa air mengikuti putaran mesin karena terhubung dengan v-belt. Pompa air menjaga siklus tertutup yang menyerap, membawa, dan membuang panas.
  3. Kipas Radiator: Radiator juga dilengkapi dengan dua kipas. Satu kipas, yang disebut motor fan radiator, memberikan aliran udara ke radiator. Kipas kedua, yang bergantung pada tali kipas, menghisap udara dari radiator untuk memastikan udara dingin melewati kisi-kisi radiator.
  4. Thermostat: Thermostat, meski sering diabaikan, berfungsi mengatur sirkulasi air pada sistem pendingin mesin. Ada dua jenis thermostat: satu dengan katup bypass dan satu lagi tanpa katup.
Viral :   5 Cara Kalibrasi Micrometer yang Tepat & Akurat

Gimana Cara Kerjanya?

Saat suhu mesin mobilmu terlalu tinggi, air tidak akan bersirkulasi. Namun, begitu suhu mesin kembali normal, air akan mulai mengalir lagi melalui pipa-pipa radiator.

  • Radiator Cap

Komponen penting lainnya adalah radiator cap, yang berfungsi untuk meningkatkan dan menjaga titik didih air agar tidak mencapai 100 derajat Celcius. Ini penting untuk menjaga tekanan dalam radiator tetap stabil. Radiator cap juga berperan dalam menyegel lubang di blok silinder dan kepala silinder, serta mengalirkan air yang menguap ke tabung cadangan. Aliran air ini akan terjadi ketika tekanan radiator melebihi 0,7 atau 0,9 bar.

  • Hose dan Bypass Hose Radiator

Selang radiator, atau hose, adalah komponen yang tak kalah penting. Terbuat dari karet, selang ini menghubungkan radiator dengan mesin. Ada dua jenis hose: upper hose dan lower hose. Upper hose memfasilitasi aliran air dari mesin ke radiator, sedangkan lower hose mengalirkan air dari radiator ke mesin. Selain itu, ada juga bypass hose yang dipasang dengan water pipe dan housing thermostat. Selang ini berukuran lebih kecil dan mengalirkan air dari mesin ke mesin saat mesin masih dingin.

  • Water Jacket

Water jacket adalah rongga yang ada di dalam blok mesin, tempat air masuk dan keluar. Saat mesin menyala, panas akan terserap oleh air yang kemudian masuk ke radiator. Air panas mengalir ke radiator, sementara air dingin kembali masuk ke water jacket agar proses pendinginan terus berjalan.

Viral :   Temukan Harga Mobil Sienta Idaman Anda Disini

Cara Kerja Alat Pendingin Mesin Mobil

Di antara semua komponen tersebut, radiator adalah bagian utama yang berperan sebagai pendingin, diikuti oleh pelumas atau oli. Cara kerja alat pendingin mesin mobil dimulai dari radiator yang mengalirkan air dingin ke seluruh blok mesin yang panas. Sementara itu, oli berfungsi mendinginkan area piston dengan mengurangi gesekan yang terjadi.

Memaksakan mesin untuk terus berjalan dalam kondisi panas bisa merusak piston dan stangnya. Panas berlebih dapat membuat piston membengkok sehingga tidak bisa bergerak dengan sempurna, yang pada akhirnya bisa merusak blok mesin. Jika kamu merasakan ada masalah dengan alat pendingin mesin mobilmu, segera periksakan ke bengkel resmi Suzuki terdekat. Jangan biarkan overheat terlalu lama karena bisa berakibat fatal bagi piston dan komponen lainnya.

Dengan merawat alat pendingin mesin mobil, kamu bisa menjaga performa mobil tetap optimal dan menghindari kerusakan yang lebih parah. Jangan abaikan tanda-tanda overheat dan selalu pastikan sistem pendingin dalam kondisi prima. Mobil yang terawat dengan baik akan memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.