Mobil Listrik Fast Charging

Mobil Listrik Fast Charging dan Lokasi SPKLU di Indonesia

Mobil listrik fast charging menjadi salah satu perkembangan teknologi otomotif di dunia. Teknologi canggih ini kini sudah hadir di Indonesia serta mendapatkan respon yang baik di tengah masyarakat. Mobil menjadi salah satu kendaraan yang banyak dikemudikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Kebutuhan akan kendaraan di Indonesia semakin tinggi, bahkan saat ini bisa jadi 1 orang memiliki lebih dari 1 unit kendaraan. Hal inilah yang menyebabkan tingkat konsumsi masyarakat akan kendaraan pribadi semakin tinggi. Selain karena kebutuhan, gaya hidup membuat masyarakat terus mengikuti perkembangan arus globalisasi.

Mobil merupakan kendaraan yang memiliki kapasitas lebih dari 2 penumpang. Pada umumnya mobil berbahan baku bensin, solar, atau lain sebagainya. Namun dalam perkembangannya bahan bakar mobil berubah. Mobil listrik fast charging banyak diminati oleh konsumen, selain kekinian, mobil ini dinilai bisa mengurangi polusi udara.

Mobil Listrik yang Fast Charging di Indonesia

Jika pada umumnya mobil digerakkan oleh mesin dengan bahan bakar cairan berupa bensin, solar, atau lain sebagainya. Berbeda dengan mobil nol emisi yang sebagian atau sepenuhnya digerakkan oleh motor menggunakan listrik di baterai. Baterai pada nol emisi ini dapat diisi ulang dengan cara di cas.

Mobil listrik fast charging menjadi kendaraan berteknologi tinggi dengan sistem charging cepat dan memiliki daya tahan lama. Roda empat dengan menggunakan baterai pertama kali diproduksi pada tahun 1880 an, kemudian populer di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Secara umum cara kerja dari nol emisi sama dengan mobil jenis lainnya. Ketika pedal mobil ditekan Controller akan mengatur daya dari baterai traksi dan inverter kemudian mengirimkan sejumlah energy listrik ke motor. Motor traksi mengubah energi listrik menjadi energi mekanik.

Viral :   Tesla Model 3 Menjadi Mobil Listrik Terlaris Eropa 2021

Putaran dari rotor pada motor inilah kemudian memutar transmisi sehingga roda berputar lalu mobil bergerak. Pada transportasi nol emisi sendiri terdapat beberapa jenis, seperti BEV (Battery Electric Vehicle), HEV (Hybrid Electric Vehicle), PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle ), dan FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle).

Di Indonesia sudah ada beberapa transportasi roda empat nol emisi diperjual belikan secara resmi. Seperti Tesla, BMW, Hyundai Ioniq, dan Nissan. Kelima perusahaan ini telah memasuki pasar Indonesia dan sudah diperjual belikan. Untuk memenuhi bahan bakar harus di charging atau isi ulang baterai terlebih dahulu.

Mobil listrik yang fast charging dapat mengisi baterai kosong hingga penuh berkapasitas 150 kiloWatt dalam jangka waktu 20 menit. Tempat pengisian ulang ini sudah ada dibeberapa wilayah di Indonesia dan dapat mengisi kendaraan tenaga listrik dengan cepat.

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di Indonesia

Pengisian bahan bakar transportasi nol emisi ini bisa kamu lakukan dibeberapa lokasi mobil listrik fast charging. Kendaraan berbahan dasar baterai ini memerlukan setidaknya 30 menit untuk mengisi ulang daya pada baterai kendaraan tersebut. Begitu juga dengan sepeda motor listrik juga membutuhkan pengisian ulang bahan bakar.

Pada transportasi ramah lingkungan ini, daya disimpan pada baterai yang kemudian dialirkan pada mesin kendaraan. Pengisian baterai dilakukan dengan menghubungkannya ke jaringan listrik eksternal. Beberapa perusahaan otomotif sudah memiliki kecanggihan teknologi yang tidak mengharuskan transportasi nol emisi ini untuk mengisi ulang ditempat umum.

Viral :   Sebelum Membeli, Simak 4 Daftar Harga Mobil Listrik Ini

Dengan memiliki 2 sambungan konektor, mobil bisa diisi dimana saja. Konektor disambungkan pada dinding dan mobil. Selain praktis dan memudahkan pemilik kendaraan, pengisi daya ini juga cepat dengan voltase 208-250 volt. Secara umum terdapat 2 jenis pengisi daya baterai.

Jenis charger yang pertama yaitu dengan charger adaptor atau wall charger. Sebelum adanya stasiun pengisian umum kendaraan listrik, konsumen yang memiliki kendaraan ini harus mengecas sendiri di rumah. Namun sistem pengecasan tidak sama seperti handphone atau barang elektronik lainnya. Lama pengecasannya adalah 8 jam.

Jenis charger yang kedua adalah fast charging, kecepatan adaptor ini lebih cepat dari wall charger, namun membutuhkan lebih banyak daya rumah. Sebaiknya pengecasan tidak dilakukan ketika banyak barang elektronik lainnya masih hidup karena bisa menyebabkan mati listrik.

Mobil listrik yang fast charging juga sudah mempunyai stasiun pengisian kendaraan listrik umum dibeberapa titik di Indonesia, yaitu di Jakarta, Bandung, Tangerang, dan Bali. Pengisian kendaraan listrik umum ini memerlukan waktu pengecasan selama 30 hingga 40 menit.

Kendaraan nol emisi ini sudah mulai digunakan oleh masyarakat Indonesia, meski tidak ada emisi atau polusi sama sekali namun kendaraan ini membutuhkan pengecasan baterai. Dengan adanya stasiun pengisian kendaraan listrik umum di Indonesia akan memudahkan pengisian daya mobil listrik fast charging.