Perbedaan Jenis Baterai Mobil Listrik dan Karakteristiknya

Sebuah mobil listrik tentu dilengkapi dengan baterai mobil listrik. Kehadiran dari baterai tersebut membuat sebuah mobil mampu bergerak dengan roda yang berputar. Jika sebuah mobil tidak terdapat baterai di dalamnya maka jangan berharap bahwa kendaraan tersebut akan mampu bergerak bebas di jalanan.

Trend mobil listrik saat ini semakin digencarkan. Sudah banyak penggunanya di luar Indonesia dan saat ini sedang berusaha digalakkan juga di Indonesia. Selain menghemat lingkungan, jenis mobil ini juga diklaim sangat irit dalam menggunakan energi ketika berada di jalanan.

Tentu saja hal tersebut berkaitan dengan baterai mobil listrik yang digunakan. Jika menggunakan jenis baterai tersebut maka sumber daya yang disimpan akan mampu membawa kamu hingga beratus kilometer dalam keadaan baterai terisi penuh. Kecepatan laju dari mobil listrik juga sangat jauh dibandingkan dengan mobil biasa.

Sebelum membeli mobil listrik ada baiknya kamu melihat secara detail terkait spesifikasi yang dimilikinya terutama pada baterai yang digunakan. Ibarat tubuh manusia, baterai pada mobil adalah jantung yang berfungsi mengedarkan darah ke seluruh tubuh agar tetap bisa berjalan normal seperti biasa.

Ketahanan Baterai Mobil Listrik dan Cara Mengisinya

Keunggulan dari sebuah mobil listrik tentu juga terdapat pada kehadiran baterai mobil listrik di dalamnya. Jangan membayangkan kemampuan memberikan sumber daya dari jenis baterai ini mirip dengan baterai yang digunakan pada gadget kamu seperti laptop atau smartphone. Jika tingkat ketahanannya seperti itu maka akan sangat berbahaya.

Mobil adalah sebuah kendaraan yang diharapkan dapat digunakan dalam waktu yang lama untuk satu hari yang sama. Jika ketahanan baterainya hanya hitungan jam yang termasuk cepat seperti smartphone maka akan sangat menghambat aktivitas kamu. Oleh karena itu baterai yang digunakan didesain lebih tahan lama.

Viral :   Review BMW iX 2022, SUV Bertenaga Listrik Dengan Body Bongsor

Jika baterai dalam keadaan penuh, sebuah mobil listrik mampu menempuh hingga jarak 100 kilometer. Hal tersebut sungguh sebuah jarak yang menakjubkan. Dalam mencapai baterai yang terisi penuh maka kamu harus mengisi sumber daya listrik ke dalam baterai mobil listrik selama kurang lebih 3 hingga 17 jam.

Mengapa ada yang bisa mencapai 17 jam? Hal ini karena jenis baterai yang dimiliki tentu akan memberikan kualitas yang berbeda pula. Harga yang ditawarkan juga akan mempengaruhi ketahanan baterai yang dimiliki. Jika ingin baterai dengan ketahanan yang cukup lama maka kamu harus menyiapkan budget yang lebih banyak pula.

Cara mengisinya adalah kamu hanya perlu ke tempat pengisian baterai mobil dengan sumber daya listrik. Seperti mencharger handphone biasa, kamu bahkan bisa menunggunya sambil duduk di dalam jok mobil. Tanda kamu mengisi baterai akan hidup dan akan memberi tahu kamu jika sudah waktunya untuk mencabut karena sudah terisi penuh.

Karakteristik dari 4 Jenis Baterai Mobil Listrik

Seperti yang sudah kamu ketahui sebelumnya bahwa baterai mobil listrik terbagi ke dalam beberapa kategori. Kategori tersebut yang membedakan mengapa ada jenis mobil yang butuh waktu lama untuk mencharger dan ada yang hanya butuh hitungan menit saja untuk mencharger hingga penuh.

Terdapat empat kategori baterai mobil yang digunakan pada mobil listrik. Kategori yang pertama adalah Lithium Ion. Pada kategori ini dari aspek kemudahan dalam mengakses atau harganya tidak mahal. Kemudian sangat efisien dalam menggunakan energi, tidak menyebabkan panas dalam kinerja nya, dan memiliki berat juga siklus yang memenuhi syarat.

Viral :   Chevrolet Silverado Kendaraan Listrik Baru Yang Akan Memiliki Kemudi Empat Roda

Selanjutnya ada jenis Nickel Metal. Pada jenis kedua ini yang akan membedakan dengan jenis yang pertama adalah pada poin kemudahan akses, panas yang ditimbulkan, serta siklus hidupnya. Jika pada jenis yang pertama untuk poin tersebut semuanya ada maka pada jenis Nickel Metal kamu tidak akan menemukannya.

Kemudian pada kategori Lead Acid adalah jenis baterai yang memiliki hampir seluruh poin pada jenis baterai pertama namun ia mengeluarkan panas pada kinerja nya. Hal ini sebenarnya tidak terlalu menganggu. Tetapi beberapa mobil mahal didesain untuk sesempurna Lithium Ion. Tidak jarang mobil dengan baterai tersebut harganya mahal.

Terakhir ada jenis baterai Ultracapacitor dimana ia tidak memiliki kemudahan dalam akses sehingga harganya mahal dan siklus hidupnya tidak dijelaskan. Beberapa jenis mobil listrik ada yang menggunakan jenis baterai ini juga namun tidak semua. Kenyamanan tersebut akan bergantung pada pilihan kamu.

Setiap pilihan yang kamu buat sebenarnya memiliki resiko terukur yang berbeda beda. Hanya saja seberapa kuat kamu mampu menahan resiko yang akan kamu ambil ke depannya. Selalu pikirkan dengan matang jenis mobil listrik apa yang akan kamu beli. Perhatikan juga jenis baterai mobil listrik yang digunakan apakah sudah sesuai dengan ekspektasi kamu.