Cara Memilih Carbon Cleaner

Cara Memilih Carbon Cleaner untuk Mobil Paling Efektif

Memilih carbon cleaner untuk mobil pastinya harus diperhatikan dengan sebaik mungkin. Jangan sampai kamu mengabaikannya karena bisa saja hal fatal terjadi. Cairan ini menjadi sebuah cairan yang dapat digunakan untuk membersihkan bagian ruang pembakaran. Ruang pembakaran akan terbebas dari kerak dengan dibersihkan menggunakan cairan tersebut.

Untuk kamu ketahui, jika terdapat kerak di bagian mesin akan menganggu . Pembakaran yang kurang maksimal lah menjadi sebuah penyebab utama timbulnya kerak-kerak tersebut. Meski demikian, kamu tidak boleh teledor dalam menggunakan cairan ini. Salah menggunakannya, ini akan berbahaya.

Bagaimana Cara Memilih Carbon Cleaner?

Supaya mendapatkan produk pas untuk kendaraan roda empatmu di rumah, perhatikan beberapa tips dulu. Sesuatu terpenting harus diamati adalah jenis-jenisnya. Benda ini memang dibuat dalam bentuk cairan dan dikemas dalam bentuk botol. Namun, ada juga jenis cleaner dengan bentuk gas.

Biasanya, cleaner ini digunakan oleh pihak bengkel dalam jumlah 2 botol. Untuk botol pertama nantinya menggunakan tabung menggunakan tekanan. Ini akan disemprotkan pada bagian ruang pembakaran. Sedangkan botol satunya akan dituangkan pada ruangan tersebut. Ini dilakukan dengan cara mendiamkannya dalam waktu ¼ jam terlebih dahulu.

Ketika cairan sudah didiamkan, nantinya oli dan cairan di dalam mesin akan disedot. Proses penyedotan dilakukan menggunakan kompresor. Kamu bisa membayangkan peralatan tersebut layaknya penyedot debu atau vacuum cleaner ketika akan menyedot debu. Namun, beberapa produk dari carbon cleaner juga didesain tanpa harus disedot setelah dituangkan.

Viral :   Cara Melepas Aki Mobil Yang Benar

Penggunaan cairan tersebut bisa langsung disemprotkan pada arah ruang pembakaran. Jika ingin dapatkan hasil maksimal, kamu dapat memanaskan mesin dulu. Setelah itu, baru gunakan produk ini. Lepaskan busi mobil, kemudian diamkan cairan 15 menit saja. Coba starter mobil, cairan kotor pun akan keluar bersama kerak.

Ketika cairan sudah keluar, kamu bisa mencoba memasang bagian busi. Segera nyalakan lagi kendaraanmu. Maka, kotoran serta kerak yang telah menempel akan terbuang bersama gas. Pembuangan akan dilakukan melalui knalpot. Banyak sekali bengkel-bengkel yang melayani servis tersebut.

Untuk jenis gas sebenarnya menggunakan prinsip O2 serta H2. Hal tersebut didapatkan melalui proses pemecahan air. Melalui filter, gas kemudian bisa dimasukkan. Untuk diketahui, gas ini punya sifat yang baik. Dengan demikian, saat terbakar akan membuat semua kerak jadi rontok.

Terlalu Sering Gunakan Carbon Cleaner, ini Dia Efeknya

Pemilik kendaraan roda empat akan mengalami efek buruk ketika gunakan cairan tanpa pertimbangan matang. Pada umumnya, penggunaan cairan pembersih untuk mesin memang disarankan. Namun tentu saja, ini harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

Salah satu efek buruk yang mungkin akan timbul ketika terlalu sering pakai carbon cleaner adalah lapisan pada bagian piston bisa terangkat. Terlebih lagi ketika kamu melakukan pembelian tanpa mengimbangi merk. Merk yang dipilih harus benar-benar baik sehingga bisa berfungsi tanpa memberikan kerugian.

Penggunaan cairan ini memang cukup baik efeknya bagi kendaraan jika digunakan dengan baik. Namun jika penggunaannya secara berlebihan, tentu saja efeknya juga akan buruk. Ketika kamu memilih untuk menggunakan produk murahan, maka bisa saja komponen dalam mesin justru akan menjadi rusak.

Viral :   Cara Melacak Mobil Dengan Google Maps

Dengan begitu, memaksakan untuk menggunakan cairan tidak bermerk alias abal-abal memang tidak disarankan. Hal ini bisa membuat dinding silinder atau yang lebih dikenal dengan nama klep menjadi berkarat. Hal tersebut tidak boleh dibiarkan lebih lanjut. Pembakaran di dalam mesin tidak akan bisa berjalan maksimal jika hal ini dibiarkan saja.

Jadi, pastikan kamu tidak memilih cairan cleaner dengan kualitas buruk. Akan lebih baik untuk memilih harga yang sedikit mahal dengan kualitas baik dan hasil pasti dibandingkan memilih dengan kualitas buruk namun akan merusak mesin. Kamu bisa menanyakan ke bengkel terdekat tentang merk yang paling bagus untuk digunakan.

Kamu juga bisa mencoba menggunakannya menggunakan tangan untuk mengecek apakah cairan tersebut baik atau tidak. Ketika tangan merasakan panas maupun gatal, ini mengindikasikan sebuah bahan yang terlalu keras atau buruk. Ketika menempel tangan saja sudah panas, apalagi ketika masuk dalam ruang mesin.

Nah, sudah tahu bukan apa saja yang harus dipertimbangkan dalam menggunakan cairan tersebut? Maka, pakailah dengan baik dan sebijak mungkin. Kamu bisa melakukan pengetesan dan memilih rekomendasi merk carbon cleaner terbaik untuk menjaga kendaraan tetap nyaman dan aman ketika dikendarai.