Power Steering: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerja

Power steering adalah salah satu sistem yang harus dimiliki setiap mobil modern masa kini. Karena dilihat dari fungsinya yang sangat penting bagi pengendara, maka tidak heran bila perusahaan otomotif akan menyematkan teknologi ini pada pabrikan mereka.

Bagaimana cara kerjanya? Penjelasan dari pertanyaan tersebut dapat Anda simak melalui ulasan di bawah ini.

Pengertian

Power steering merupakan salah satu sistem yang tujuannya meringankan sistem kemudi agar pengendara lebih mudah mengendalikan kendaraan.

Sistem ini akan membaut kemudi terasa lebih ringan ketika diputar walau berada di kecepatan yang rendah sekalipun. Kelebihan tersebut sangatlah membantu, terutama bagi pengemudi pemula.

Jenis

Terdiri dari dua jenis, yakni hidrolik dan elektrik. Kedua memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

  1. Hidrolik

Sistem steering pada dihrolik manfaat oli sebagai penggerak mesin. Ini masih banyak digunakan pada mobil karena performa yang dihasilkan masih dianggap mumpuni.

Sistem streering hidrolik memiliki 4 komponen utama, yakni:

  • Pompa, berfungsi sebagai penghasil daya dan tekanan dengan tujuan dapat memberi tekanan pada piston dalam bentuk rack assembly.
  • Reservoir tank, memiliki peran sebagai penampung oli. Ini adalah salah satu komponen yang harus dicek secara rutin untuk mengetahui kapasitas oli.
  • Pipa dan selang, bertugas untuk mengalirkan tekanan yang telah dikirim oleh pompa.
  • Steering rack assembly. Tugasnya adalah meringankan tenaga saat ketir kemudi diputar.
Viral :   Jenis dan Fungsi Plat Nomor Mobil Yang Wajib Diketahui

Steering hidrolik pun terdiri dari dua tipe, yakni rack and pinion serta recirculating ball.  Dari segi perawatan, steering hidrolik membutuhkan lebih banyak perhatian. Anda harus mengganti oli setiap 40 ribu km perjanalan.

  1. Elektrik

Sistem steering elektrik atau Electronic Power Steering (EPS) merupakan sistem otomatis, dikendalikan oleh komputer sehingga tidak diperlukan cairan pelumas atau oli. Komponen yang dimiliki pun otomatis lebih banyak, yakni terdiri dari:

  • Electronic control module. Fungsinya adalah sebagai otak EPS yang memberikan perintah terhadap komponen lain.
  • Motor listrik, berfungsi sebagai penggerak sistem kemudi secara langsung yang mana perintah tersebut diterima dari ECM.
  • Toque sensor, sebagai yang memberikan informasi ketika kemudi mulai diputar.
  • Streeing clutch, guna menghubungkan serta melepaskan motor listrik dari batang kemudi.
  • Noise suppressor, bertugas untuk mendeteksi apakah mesin sedang bekerja atau tidak.
  • On board diagnostic, yakni komponen yang memberi informasi bila EPS tengah mengalami gangguan.

Cara Kerja

Sebenarnya sistem cara kerjanya sendiri tergantung bagaimana kondisi jalanan saat mobil dikemudikan, atau kondisi mobil saat ditunggangi. Saat menempati posisi nol / keadaan normal, minyak akan mengaliri katup pengontrol untuk disalurkan ke relief part atau saluran pelepasan, lalu kembali menuju pompa.

Dalam keadaan normal, torak tidak akan bergerak serta tekanan di kedua sisi menjadi seimbang.

Viral :   Yuk, Kenali Jenis-jenis Apar Beserta Fungsinya

Sedangkan ketika posisi poros kemudi ada gerakan, katup pengontrol akan menutup salah satu dari aliran minyak. Ketika itu pula saluran lain akan terbuka sehingga terbentuklah tekanan. Perbedaan tekanan yang terjadi membuat torak bergerak menuju salah satu sisi yang tekanannya lebih rendah.

Kemudian minyak di bagian tersebut akan terpompa kembali melalui katup pengontrol.

Tips Menjaga Keawetan Power Steering

Walaupun prinsip kerjanya sama, steering hidrolik dan elektrik memiliki cara kerja yang berbeda, sehingga kebanyakan orang akan mengabaikannya. Akibatnya malah memicu masalah bahkan kerusakan.

Berikut adalah tips yang bisa Anda lakukan agar sistem steering tetap awet.

  • Jangan menggerakkan setir kemudi sebelum kendaraan bergerak. Contohnya adalah ketika parkir, setir kemudi diputar lebih dulu sebelum pedal gas diinjak.
  • Hindari terlalu sering melakukan belokan sampai mentok, atau melakukan belokan patah untuk waktu yang lama.
  • Hindari memilih cairan pelumas atau oli secara asal-asalan untuk sistem steering
  • Berkonsultasilah dalam pemilihan spare part saat melakukan perbaikan.
  • Hindari memarkirkan mobil dalam keadaan stir kemudi tidak lurus.
  • Jangan terlalu sering memakai ban yang memiliki tingkat gesekkan tinggi.

Demikian penjelasan mengenai power steering mobil. Jangan lupa untuk selalu merawatnya agar Anda memiliki pengalaman berkendara yang nyaman dan aman. Semoga bermanfaat!