Aspal Sirkuit Mandalika Sudah Mulus 100%, dan Lebih Bagus Dari Sirkuit Sepang

Aspal Sirkuit Mandalika Sudah Mulus 100%, dan Lebih Bagus Dari Sirkuit Sepang – Proses pengaspalan Sirkuit Mandalika di kota Lombok, NTB saat ini sudah rampung 100%. Sirkuit Mandalika pun tentunya sudah siap untuk mengikuti tahap homologasi dari FIM dan Dorna agar bisa mengajukan diri sebagai tuan rumah World Superbike (WSBK) pada bulan November nanti.

Aspal Sirkuit Mandalika Sudah Mulus 100%, dan Lebih Bagus Dari Sirkuit Sepang

 

Dwianto Eko Winaryo selaku Direktur Konstruksi dan Pengembangan MGPA mengungkapkan jika aspal yang digunakan untuk lintasan Sirkuit Mandalika ini menggunakan aspal terbaru Stone Mastic Asphalt (SMA) dan disebut merupakan yang terbaik di dunia, bahkan diklaim mengalahkan sirkuit Sepang yang ada di Malaysia.

Diketahui jika “Tidak semua sirkuit yang ada di dunia menggunakan aspal jenis ini. Karena produk dari aspal terbaru ini baru keluar tahun 2015. Beberapa diantara sirkuit yang sudah menggunakan aspal jenis ini diantaranya Sirkuit Silverstone, sirkuit Dubai, dan sirkuit Philip Iland. Sirkuit Sepang pun belum menggunakan jenis aspal ini karena dibangun pada tahun 2012 dimana saat itu belum ada aspal Stone Mastic Asphalt (SMA) yang digunakan sirkuit mandalika,” ujarnya pada seremoni penyelesaian pekerjaan pengaspalan dan serah terima pertama pembangunan Mandalika Street Circuit yang digelar di The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada minggu lalu.

Viral :   Usai Pensiun Dari MotoGP, Rossi Berencana Akan Mengikuti Balapan Mobil

Dwianto juga mengatakan, bahwa Stone Mastic Asphalt (SMA) merupakan bahan campuran aspal yang digunakan untuk melapisi permukaan atas aspal sirkuit mandalika. Lapisan aspal ini bertujuan untuk memperkuat struktur lapisan permukaan lintasan agar tetap kuat dengan prinsip kontak stone by stone untuk memperkuat struktur lapisan. Hal ini dikarenakan stone by stone, volume aspalnya pun sedikit. Ia juga menyatakan bahwa ada beberapa keunggulan memakai aspal Stone Mastic Asphalt (SMA) ini. Salah satunya ialah, pembalap tidak mudah tergelincir saat kondisi hujan. Hal ini akan mengurangi risiko pembalap terjatuh saat melintas di trek basah.

Untuk mendukung penggunaan Stone Mastic Asphalt (SMA) pada sirkuit Mandalika, pihaknya mendatangkan batu Tau agregat kasar dari Palu, Sulawesi Tengah. Batu Palu terkenal dengan kekerasannya. Dimana untuk mendatangkan batu dari kota Palu ini, dilakukan secara bertahap, tahap pertama kita mendatangkan 4.000 ton dan tahap selanjutnya menyusul dengan 3.000 ton, sehingga semuanya menjadi 7.000 ton. Selain itu, pihaknya juga menghadirkan Additives Cellulose Fiber dari Jerman untuk bisa merekatkan batu dan aspal serta Limestone filler yang berasal dari Ponorogo dan Probolinggo, Jawa Timur.

Sebelumnya, Abdulbar M Mansoer selaku Direktur Utama ITDC, menyatakan jika pekerjaan penghamparan aspal pada main track ini akan menggunakan 3 unit alat finisher dengan teknologi satelit yang menjamin kualitas permukaan dan kemiringan ini akan sesuai dengan desain, serta langsung diawasi oleh tenaga profesional. Hal ini menjadikan Sirkuit Mandalika International sebagai salah satu sirkuit yang ada di dunia yang bisa menawarkan kecepatan 330 kilometer per jam dengan tetap memiliki tingkat keamanan yang tinggi bagi pembalap.

Viral :   Istimewanya Sirkuit Mandalika, Trek MotoGP Terindah di Dunia

 

Di luar pengaspalan, lanjut Abdulbar, saat ini progress pengerjaan telah selesai dilaksanakan yakni pemasangan concrete barrier dan pembangunan tunnel yang nantinya akan berfungsi sebagai akses penonton ke dalam area sirkuit, service area dan hotel serta fasilitas lain di dalam area trek. Secara keseluruhan, pekerjaan konstruksi pembangunan Sirkuit Mandalika International sudah mencapai sekitar 92 %. Fasilitas pendukung lainnya seperti race control dan pondasi pit building juga tengah dikerjakan. Selain itu, saat ini juga tengah disiapkan medical center dilengkapi dengan helipad di dalam sirkuit, dimana operasional dan penyediaan peralatan kesehatan untuk fasilitas medis ini disupport oleh Kementerian Kesehatan. Secara keseluruhan, pembangunan JKK ini telah mendekati 92 %,” terangnya.

Jika semua berjalan lancar, para pencinta balap motor di Tanah Air bisa menyaksikan aksi – aksi dari para pembalap terkenal dunia di Sirkuit Mandalika Internasional mulai MotoGP 2022.