kopling hidrolik

Kopling Hidrolik: Cara Kerja, Keunggulannya & Kekurangannya

Kopling merupakan komponen yang sangat penting bagi kendaraan bermotor. kopling hidrolik sendiri adalah salah satu jenis kopling yang akan membuat anda nyaman ketika berkendara khususnya pada saat jalanan sedang macet. Tidak sedikit pengendara yang mengeluhkan terasa berat menarik kopling dan cepat membuat lelah ketika menaiki motor. Hal ini bisa diatasi dengan menggunakan kopling bersistem hidrolik. Kopling yang satu ini juga bisa digunakan pada kendaraan bermotor roda empat yakni mobil. Lantas apa saja cara kerha serta keunggulan ari kopling sistem hidrolik ini? Yuk simak selangkapnya berikut ini!

Kopling Hidrolik

Kopling ini disebut kopling hidrolik karena cara kerjanya menggukan zat cair seperti minyak yang berfungsi memindahkan daya dari piston ke master rem. Jika dilihat secara umum, cara kerjanya pun mirip seperti rem cakram. Pada rem cakram, minyak rem dan juga piston dimanfaatkan agar dapat mendorong kampas rem, sehingga pengendara tak memerlukan banyak tenaga yang dikeluarkan ketika menariknya. Sama halnya dengan cara kerja dalam kopling sistem hidrolik.

Dimana kopling hidrolik bekerja dimulai saat anda menarik handle kopling. Maka position master akan tertelan serta minyak tergiring yang disalurkan ke selang. Minyak ini akan menuju ke arah piston bawah dan tuas pembebas ataupun stut kopling nantinya akan terdorong. Pada bagian stut kopling inilah biasanya mempunyai komponen tambahan yang berisi piston yang mempu mendorong stut kopling. Sebagiab besar sepeda motor yang memakai sistem hidrolik adalah sepeda motor dengan kapasitas mesin besar atau moge.

Namun mengingat sistem hidrolik ini lebih memudahkan dan membuat pengendara nyaman, ada juga beberaa kendaraan dengankapasitas mesin yang kecil sudah menggunakannya. Jika anda memilih kendaraan yang menerapkan sistem hidrolik ini maka tarikan anda terasa lebih ringan dan mudah. Maka inilah keunggulan dari sistem hidrolik.

Cara Kerja Kopling Hidrolik

Dalam sistem hidrolik memiliki keunggulan yakni kopling lebih responsif fan efektif. Ana bahkan tidak perlu lagi mempermasalahkan pemuaian pada bagian kawatnya. Justru yang perlu anda perhatikan adalah soal udara yang masuk karena perawatan tak boleh diabaikan. Koplimg dengan sistem hidrolik mempunyai tiga komponen penting yakni:

  •  Pump Impaller yaitu komponen untuk emmbangkitkan tenaga hidrolis dalam cairan dan berkerja untuk memompa fluida.
  • Turbin Runner yaitu alat yang akan menambah tenaga hidrolis fluida yang sudah dibangkitkan oleh pump impeller tadi.
  • Stator merupakan mekanisme pengatur yang berasal dari arah aliran cairan supya tak muncul alira lainnya yang kan merugikan sistem. Aliran ini lah yang akan meningkatkan torsi motor.
Viral :   Fungsi CVT pada Motor Matic dan Gejala Kerusakannya

Kebanyak kendaraan yang sudah menggunakan transmisi otomatis maka biasanya memanfaatkan kopling hidrolis. Setelah memahamii apa saja komponennya, berikut ini urutan cara kerja sistem hidrolik.

  • Cara kerja Pedal sistem hidrolis

Operasional dari kopling hidrolis mengandalkan tekanan hidrolis dari minyak. Pedal koplingnya berfungsi untuk menekan minyak yang sudah ada pada master silinder. Setelah itu minyak akan dilanjutkan ke silinder kopling. Tekanan akan berlanjut mendorong tuas pembebas dan bantalan tekan yang berfungsi untuk menekan pegas diafragma. Proses ini akan membuat kopling bisa memutuskan hubungan antara mesin dan juga sistem pemindah tenaga.

Ketika pedal kopling dilepas maka akan menimbulkan pedal ke posisi awal karena adanya pegas pengebali. Sementara plunger master silinder akan kembali dikarenakan pegas plunger terdapat pada master silinder. Selanjutnya karena sudah tidak ada lagi tekanan maka plunger dan juga tuas pembebas akan kembali pada posisi awalnya oleh pegas pengembali dan juga pegas diafragma.

  • Cara kerja master silinder pada kopling hidrolis

Master silinder bertugas untuk menampung minyak hidrolis dalam master kopling hidrolik yang terpisah da  dihubungkan denan pipa elastis. Minyak hidrolis ini akan mengalir melewati saluran penghubung dari reservoir ke master silinder.

Ketika anda menginjak handel kopling maka tenaganya berpindah ke push rod serta mendorong plunger untuk bergerak ke arah kiri. Adanya gerakan ini akan bekerja untuk melawan return spring serta menekan minyak  hidrolis untuk keluar dalam master silinder.

Minyak yang akan keluar ini melalui ujung yang berada di sebelah kiri master silinder dan masuk ke pipa penghubung sehingga dapat menuju ke silinder kopling. Ingat, penting sekali untuk menjaga volumen dari minyak hidrolis ini, jika kuang maka harus segera ditambahkan kembali. Kuantitas dari minyak akan tetap terjaga dengan cara mencoba plunger yang sedang mengarah kanan ketika kopling dilepas, sehingga minyak reserboir ini akan masuk pada sistem katup chech.

  • Cara kerja silinder kopling hidrolik

Berikutnya untuk silinder kopling hidrolik mempunyai tugas mengeluarkan udara dalam sistem  hidrolis. Udara ini akan membuat sistem kerja hidrolis terganggu sehingga harus dikeluarkan. Jika udara pada sistem hidrolik berlebihan maka penekanan tidak akan membuat piston silinder bergeak. Tak hanya itu, udara juga akan membuat komponen ini menjadi lebih mudah berkarat karena terjadinya oksidasi. Silinder kopling juga dilengkapi dengan karet penutup elastis yang bertujuan untuk mengtasi kotoran supaya tidak masuk. Posisi karet ini berada dibawah kendaraan yaitu ditempat resiko kotoran masuk sangat tinggi.

Viral :   Review Lengkap Suzuki Burgman, Ini Dia Spesifikasi

Adapun cara kerja kopling hidrolik pad amobil kurang lebih mirip dengan sepeda motor dan ini perlu dilakukan pengecekan secara rutin untuk mengetahui apakah sistemya bekerja dengan baiak ataukah tidak.

Keunggulan & Kekurangan Kopling Hidrolik

Setiap ada keunggulan tentu ada juga kekurangannya. Para pengendara khususnya sepeda motor juga perlu mengetahui apa kelemahan dari sistem hidrolik ini. Meskipun ringan serta tak perlu banyak perawatan tetapi harus diiringi dengan pemakaian yang tepat.

Penggunaan master kopling yang bagus juga sangat berpengaruh. Apabila memakai master kopling yang kurang bagus maka tarikan balik juga tidak akan muncul. Bagi anda yang ingin menggantung kopling akan terasa aneh. Selain dari kualitas master kopling yang cukup berpengaruh, piston juga ikut andil. Jika kendaraan anda tak menggunakan piston yang berkualitas maka sangat mudah untuk jebol. Bahkan kerusakan ini bisa jadi lebih parah dan perlu biaya yang lebih banyak lagi.

Kembali lagi pada bagaimana cara pemakaian menarik kopling, sebab tarikannya usdah empuk maka hindari untuk menarik terlalu keras. Hal ini dikarenakan beban yang dimiliki piston pendorong ketika menahan tekanan balik per sangatlah besar. Jika terjadi akan menjadi kerusakan utama. Jadi jika anda benar-benar ingin membaut kopling dengan sistem hidrolik bekerja dengan baik, maka pastikan menggunakan sparepart yang berkualitas dan juga perhatikan penggunaannya. Jika tidak kerusakan akan lebih cepat terjadi.