Teknologi Innova Diesel Memberikan Performa Sempurna dan Ramah Lingkungan

Toyota Kijang Innova diesel lebih banyak peminatnya dibandingkan dengan varian bensin. Hal ini tidak lepas dari peran pabrikan asal Jepang tersebut mampu mengubah penampilan armada jenis diesel. Awalnya kotor, suara mesin sangat buruk. Menjadi lebih bagus, terkesan mewah, sangat halus dan minim getaran.

Selain itu, konsumsi bahan bakar bisa dikatakan lebih irit dibandingkan tipe bensin. Dari pengujian, Jagoan Toyota bertenaga diesel ini mampu menghasilkan 9 sampai 10 kilometer untuk 1 liternya. Menariknya lagi angka tersebut tidak hanya pada kondisi jalanan tertentu saja, tetapi semua jenis bahkan kombinasi.

Jadi, saat Innova diesel digunakan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas kamu sehari-hari. Biak di jalanan kota atau pegunungan yang terkenal bergelombang, naik turun. Konsumsinya tidak jauh berbeda. Bila Ada selisih hanya sedikit tetapi, secara perhitungan kasat mata nilainya tidak berubah.

Hal tersebut disebabkan teknologi yang disematkan membuat pembakaran dalam mesin bekerja lebih baik dan pada tingkat sempurna. Dengan begini, konsumsinya dapat ditekan karena, mampu menurunkan kembali suhu yang awalnya panas jadi dingin. Dengan begini, kadar oksigen akan jauh lebih banyak dan padat.

Bagaimana dengan Performa Pada Mesin

Salah satu kinerja yang dihasilkan dari jenis ini adalah proses pembakarannya sehingga, menjadi kunci untuk meningkatkan bagaimana performance mobil. Hal ini dibuktikan Toyota dengan penambahan berbagai teknologi menarik seperti Thermo Wall Swing Insulation dan lapisan Silica Reinforced Porous Alumunium.

Viral :   Mobil Besar Termurah yang Nyaman untuk Keluarga

Dari keduanya mampu meningkatkan putaran pada mesin, efisiensi pada saat proses pembakaran sampai resultan tenaga jadi lebih maksimal. Tidak cukup sampai disitu saja, Innova diesel juga dilengkapi dengan Variable Nozzle TurboCharger. Mempunyai keunggulan cukup besar yaitu mengurangi terjadinya gejala turbo lag.

Perangkat turbo memang memiliki kelebihan tetapi, juga kelemahan dalam merespon tenaga tidak terlalu cepat dan membutuhkan jeda untuk dapat mengisi tenaga lagi. Jadi, kecepatannya kurang maksimal. Sebenarnya, gejala demikian menjadi sifat alami pemakaian jenis turbo.

Dari persebaran tenaga yang dihasilkan ini cukup merata ke seluruh putaran pada mesin. Tidak heran dengan kapasitasnya Innova diesel tersebut mampu menghasilkan tenaga mencapai 149 PS maksimal torsi yang dihasilkan 367 Nm pada putaran 1200 – 2600 rpm. Menjadi produk ramah lingkungan.

Stigma Angkot Sudah Tidak Ada Lagi

Sejak dulu kendaraan jenis Diesel memang sudah dikenal dengan istilah angkot dan mengeluarkan emisi gas buang teralu pekat sehingga, mencemari lingkungan. Tetapi, generasi terbaru dari Toyota ini menghilangkan stigma tersebut. Karena, sudah disematkan teknologi Selective Ctality Reduction teruji ramah lingkungan.

Teknologi tersebut mampu mengubah kandungan Nitrogen Oksida dalam pembuangan gas. Sehingga, pencemaran udara dapat teratasi. Penempatan teknologi ini ada di exhaust menariknya, mampu menghasilkan tingkat efektif mencapai 99%. Dari beberapa pengujian membuktikan tingkat efektivitasnya sesuai sehingga, pencemaran udara dapat teratasi.

Selain itu, desain dari jagoan Toyota ini juga tidak sembarangan. Memang body cukup bongsor atau besar. Hanya saja memberikan tingkat kenyamanan tertinggi. Saat masuk dan menikmati interiornya seperti seorang sultan. Jarak antar kursi juga cukup lega untuk perjalanan jauh sekitar 10 jam cukup nyaman.

Viral :   Lamborghini Aventador LP 780-4 Ultimae Hadir Dengan Versi Terakhir Aventador

Innova Diesel Menggunakan Teknologi Common Rail

Peningkatan performa mesin juga ditunjukkan melalui penempatan sejumlah tekonologi yaitu Common Rail atau injeksi mesin bersama. Bahasa yang paling mudah dipahami adalah sistem kerjanya hampir mirip injeksi pada varian bensin. Cara kerjanya diatur oleh Engine control Module mulai dari timing, jumlah sampai tekanannya.

Dengan begini, mampu menghasilkan presisi lebih baik dibandingkan dengan konvensionalnya. Jadi, metode penghasil tekanan ini akan dipisah penempatannya dari injektornya. Cara kerja teknologi tersebut sebenarnya cukup sederhana, yaitu common rail serta ECU sebagai komponen serta penggerak utama

Jadi, bahan bakar bertekanan rendah tersebut berjalan menuju ke saringan. Kemudian, bergerak ke pompa, saat proses ini terjadi tekanan mencapai 2200bar menuju common rail dan injektor. Sementara, penggerak pengganti karburator ini merupakan arus listrik dari ECU. Pasokannya ada pada sinyal sensor di mesin.

Tidak bisa dipungkiri memang saat ini jenis ramah lingkungan dan irit selalu dicari oleh semua orang. Dengan berbagai macam fasilitas dan spesifikasi mumpuni. Harga OTR Rp330 juta sepertinya akan sepadan. Mengingat Innova diesel sendiri sudah dilengkapi berbagai macam teknologi canggih dan akan dikembangkan.