Tag: Yamaha RX King

  • Pernah Menjadi Raja Jalanan, Ini Sejarah Yamaha RX King

    Pernah Menjadi Raja Jalanan, Ini Sejarah Yamaha RX King

    Yamaha RX King merupakan salah satu motor legendaris yang pernah menjadi raja jalanan di aspal Indonesia. Desainnya yang gagah dan sporty membuat siapa saja yang mengendarainya menjadi terasa lebih maskulin.

    Pernah Menjadi Raja Jalanan, Ini Sejarah Yamaha RX King

    Apalagi sentuhan-sentuhan lekukan yang khas membuat motor ini banyak penggemarnya. Generasi pertamanya mendapatkan julukan RX King Cobra dan telah mencuri perhatian banyak kalangan. Meskipun sebagai motor laki-laki yang mengantongi banyak penggemar, nyatanya kendaraan ini pernah mendapatkan stigma yang negatif sebagai motor jambret. Hal ini karena banyaknya kriminalitas jambret yang banyak beraksi di era tahun 1980an dengan khasnya menggunakan motor ini.

    Sejarah Yamaha RX King

    Di luar stigmanya yang negatif, para pemilik raja jalanan ini tetap bangga. Selain kegagahannya, motor 2-tak ini cukup tangguh digunakan di jalanan. Hal ini karena kecepatannya yang juara di kelasnya pada masa itu.

    Tidak heran jika RX King ini banyak penggemarnya. Bahkan kolektor motor-motor vintage hingga saat ini masih banyak yang mencarinya.

    1. Generasi Pertama Era 1977

    Sejarah pertama RX King berkembang dari kedatangannya di tahun 1977 dengan mesin 2 tak khas kendaraan lama. Generasi pertamanya ini dibekali dengan mesin bertenaga 100 cc.

    Meski kapasitasnya tidak besar, nyatanya tenaganya mampu membawa motor dengan kecepatan maksimalnya 110 km/jam. Suatu capaian yang luar biasa di era tahun tersebut.

    Hal yang membuatnya mampu mendapat penggemar banyak, selain kecepatan yang tinggi, juga pada hal irit bahan bakar. Untuk konsumsi satu liter bahan bakar, mampu menempuh jarak hingga 40 km.

    1. Generasi Era 1979

    Yamaha RX King generasi kedua merupakan perkembangan dari yang sebelumnya. Perbedaannya yaitu ada pada kapasitas mesinnya. Jika generasi pertama mendapatkan mesin 100 cc, maka di generasi keduanya ini dibekali dengan mesin berkapasitas hingga 123 cc.

    Berbekal kapasitas mesin yang lebih tinggi ini, pemiliki RX King di zaman itu cukup disegani. Transmisi kecepatannya pun telah menggunakan 4-kecepatan.

    1. Generasi Era 1980

    Generas ke-3 dari RX King, hadir dengan kapasitas mesin yang lebih tinggi yaitu sebesar 135 cc yang mampu menghasilkan tenaga maksimal sebesar 17,5 hp.

    Dibandingkan generasi sebelumnya, motor ini dapat dikendarai dengan kecepatan maksimal hingga 150 km/jam. Karena kecepatannya inilah, series ini menjadi unggulan pada masa tersebut.

    Sayangnya, meskipun telah mampu mencapai top up speed yang tinggi, ketenarannya turun di tahun 1983 dengan hadirnya RX King Cobra yang lebih menjadi primadona kala itu.

    Antara tahun 1980 dan 1983, RX King impor penuh didatangkan langsung dari Jepang dengan seris RX-S. Motor ini dibekali dengan mesin 115 cc yang lebih kecil kapasitasnya dibandingkan sebelum dan sesuadahnya nanti.

    1. Generasi Era 1983

    Yamaha RX King era ini merupakan jenis motor impor mesin. Artinya, kerangka dan komponen lain diproduksi di Indonesia, sedangkan mesin didatangkan dari Jepang.

    Perkenalan RX King dengan masyarakat Indonesia yaitu diawali pada tahun 1983. Variannya dinamai RX King Cobra yang dari awal peluncurannya telah banyak mencuri perhatian masyarakat sehingga membuat penjualannya melambung pada masa itu.

    Penamaan Cobra ini karena desain stangnya yang unik menyerupai leher ular cobra. Untuk jenis motor lawas yang keluar di tahun 80-an, ternyata Yamaha telah unggul dalam hal teknologi.

    Terbukti, RX King besutan pertamanya ini telah dibekali teknologi irit bahan bakar, yaitu Yamaha Energy Injection System (YEIS). Dengan mesinnya 135 cc, hingga kini RX King Cobra ini masih menjadi perburuan kolektor motor.

    Produksi RX King terus berlanjut hingga tahun 2.000an, yaitu generasi yang telah modern. Mengusung teknologi ramah lingkungan dan telah sesuai dengan standar Euro yang tak lagi menghasilkan asap di jalanan.

    Sayangnya, millennial baru ini juga banyak tercipta skuter matik yang lebih praktis dengan tunggangan yang mudah. Akhirnya tahun 2009, Yamaha RX King resmi ditarik dari pasaran karena sedikitnya konsumen.

  • Cara Menghitung cc Motor, Mudah dan Akurat

    Cara Menghitung cc Motor, Mudah dan Akurat

    Sebenarnya, mengetahui cara menghitung cc motor bukanlah sebuah keharusan. Namun tidak ada salahnya, bukan, jika Anda mempelajarinya? Karena sejatinya, pengetahuan tentang apa pun pasti akan berguna suatu hari nanti.

    Pencinta otomotif pasti sudah banyak yang mengetahui bahwa tahapan melakukan bore up mesin adalah dengan mengukur kapasitas cc motor secara tepat. Namun, tidak sedikit pula yang belum bisa melakukan hal tersebut dengan benar.

    Nah, artikel kali ini akan membahas bagaimana cara menghitung kapasitas cc mesin motor dengan benar dan akurat.

    Cara Menghitung cc Motor dengan Tepat

    Bentuk dari ruang bahan bakar adalah silinder. Untuk itu, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengukur diameter dan menghitung panjang langkah piston motor. Setelah keduanya diketahui, Anda bisa langsung menghitung cc motor dengan menggunakan rumus.

    Karena bentuknya silinder/tabung, maka cara menghitung cc motor pun menggunakan rumus volume tabung, kemudian dibagi 1000.

    Rumus:

    ( π x r x r x p ) / 1000

     

    Keterangan:

    π = 3.14 atau 22/7

    r =  jari-jari (diameter dibagi 2)

    p =  panjang langkah piston

     

    Contoh Menghitung Cc Mesin Motor

    Setelah mengetahui rumusnya, mari kita hitung cc mesin motor. Supaya lebih mudah, kita langsung menghitung kapasitas cc motor dari berbagai merk.

    1. Honda BeAT

    Honda BeAT keluaran tahun 2019 memiliki besar diameter piston 55 mm dan panjang langkah pistonnya 50 mm. Klaim dari PT Astra Honda Motor, cc Honda BeAT adalah 110 cc. Mari kita hitung!

    Cc       = (3.14 x 25 mm x 25 mm x 55.1) / 1000 mm

    = 108.13 cc

    1. Honda Surpa Fit

    Motor manual produksi Honda ini memiliki diameter 50 mm dengan langkah piston 49.5 mm. Maka kapasitas mesin Supra Fit adalah (3.14 x 25 x 25 x 49.5) / 1000 = 97.14 cc

    1. Honda Tiger

    Honda Tiger memiliki diameter 63.5 mm dan jumlah langkah piston 62.2 mm. Motor ini diklaim oleh perusahaan memiliki kapasitas 196.9 cc. Mari kita coba hitung.

    Cc       = (3.14 x 31.75 mm x 31.75 mm x 62.2 mm) / 1000

    = 196.882

    Jika dibulatkan, dihasilkan angka 196.9 cc. Hasilnya sama dengan klaim AHM.

    1. Yamaha RX King

    Diketahui diameter piston dari Yamaha RX King adalah 58 mm dan langkah pistonnya 50 mm sehingga:

    Cc       = (3.14 x r x r x p) / 1000

    = (3.14 x 29 mm x 29 mm x 58 mm) / 1000

    = 132.04 cc

    1. Yamaha Jupiter Z1

    Piston Yamaha Jupiter Z1 berdimater 50 mm dan memiliki langkah piston 57.9. jadi perhitungan cc motor ini adalah:

    Cc       = (3.14 x r x r x p) / 1000

    = (3.14 x 25 mm x 25 mm x 57.9 mm) / 1000

    = 113.64 cc.

    1. Suzuki Satria FU

    Motor Suzuki Satria FU memiliki lingkar piston 62 mm dan panjang 48.8 mm. Mari hitung kapasitas cc kendaraan ini.

    Cc       = (3.14 x r x r x p) / 1000

    = (3.14 x 31 mm x 31 mm x 48.8 mm) / 1000

    = 113.63 cc

    Nah, itulah beberapa contoh cara menghitung cc motor. Hasil perhitungan secara manual seperti ini tidak selalu sama persis dengan kapasitas cc yang dikalim pabrik. Ambil saja contoh motor Honda BeAT yang diklaim memiliki kapasitas 110 cc, padahal jika dihitung hasilnya hanya 108 cc saja.

    Hal ini terjadi karena kita menggunakan π = 3.14 atau 22/7. Selisihnya akan terlihat walau hanya nol koma sekian. Selisih tersebut disebabkan karena bBisa jadi, pabrik otomotif memiliki standar tersendiri dalam menentukan cara menghitung cc motor.