Tag: minyak rem

  • Fungsi Minyak Rem Motor. Jangan Disepelekan!

    Fungsi Minyak Rem Motor. Jangan Disepelekan!

    Fungsi Minyak Rem Motor ialah mendorong piston pada kiper rem yang bertujuan supaya kampas dapat menjepit cakram sesuai dengan tekanan ketika tuas master rem ditarik. Fungsi Minyak Rem Motor ini tak boleh dianggap sepele karena jika diabaikan resikonya bisa fatal. Dari seluruh komponen-komponen sepeda motor, minyak rem sering kali kurang mendapat perhatian. Dan kebanyakan pengguna motor lebih perhatian pada bagian rem & cakram, padahal posisi minyak rem sangat penting karena demi keselamatan & kenyamanan ketika berkendara.

    Fungsi Minyak Rem Motor

    Minyak rem ternyata tak hanya berfungsi untuk mendorong piston di kiper rem, namun juga berfungsi untuk mengurangi panas dari gesekan logam pada komponen sistem pengereman yakni, kampas & cakram. Di sistem pengereman rem cakram (hidrolik), tanpa adanya minyak rem, maka sistem rem hidrolik tak akan bekerja walaupun tuas rem ditarik berkali-kali dengan kuat. Hal ini juga terjadi jika volume minyak rem berkurang, kinerja rem cakram tak akan maksimal.

    Pada minyak rem sendiri mengandung poly glycol, glycol ether, serta additive. Polu glycol berfungsi sebagai pelumas karena memiliki tingkat kekentalan yang tinggi. Poly ether berguna untuk mengatur kekentalan, titik didih dan juga kestabilan karet. Dan cairan Additive berfungsi mencegah oksidasi & korosi.

    Masa Pakai

    Setelah anda mengetahui betapa pentingnya Fungsi Minyak Rem pada Motor, selanjutnya anda perlu tau kapan masa pakai minyak rem berakhir. Minyak rem punya masa pakai yang cukup panjang, sehingga anda tak perlu mengganti minyak rem setiap kali service. Tetapi jika pemakaian anda telah mencapai 24.000 km atau 2 tahun, maka minyak rem wajib diganti dengan yang baru agar Fungsi Minyak Rem Motor tetap optimal. Untuk informasi penggantian minyak rem dapat anda lihat pada tabel perawatan berkala.

    Tak hanya itu, penggantian minyak rem jika wajib dilakukan jika keadaan minyak rem sudak tak layak pakai lagi, misalnya warna minyak sudah kotor / keruh & volumenya berkurang. Kondisi minyak yang tak layak pakai akan mempengaruhi sistem pengereman. Salah satunuya merusak bagian seal karet pada master rem atau saluran minyak rem jadi berkarat, alhasil dapat menyebabkan rem blong dan membahayakan pengendara.

    Pastikan spesifikasinya yang tepat

    Minyak rem memiliki titik didih berasal dari panasnya gesekan kampas rem & cakram. Ketika kualitas minyak rem menurun atau mulai jek, maka titik didihnya pun akan menurun. Selanjutnya titik didih rendah ini yang akan menimbulkan gelembung-gelembung udara serta dapat membuat angin palsu masuk dalam sistem pengereman. Angin palsu inilah yang sangat berbahaya karena memicu rem blong secara tiba-tiba. Untuk menghindari ini, maka pastikan minyak rem yang anda gunakan sesuai spesifikasi dari pabrikan.

  • Ini Fungsi Minyak Rem Pada Kendaraan kamu, Sangat Penting

    Ini Fungsi Minyak Rem Pada Kendaraan kamu, Sangat Penting

    Kamu sebaiknya melakukan penggantian minyak rem kendaraan kamu secara rutin sesuai dengan aturan. Rem merupakan komponen penunjang keselamatan berkendara yang sangat penting. Menggunakan kendaraan dengan kondisi rem yang tidak baik sangat berbahaya. Jangan pernah sekali-kali kamu mencoba mengendarai kendaraan dengan rem yang tidak baik di jalan raya. Itu dapat mengancam keselamatan kamu dan orang lain.

    Mengganti cairan rem secara rutin dapat membuat sistem pengereman di kendaraan kamu menjadi awet dan berjalan maksimal. Dalam memilih cairan rem kamu juga tidak boleh sembarangan. Pilihlah cairan rem yang memiliki kandungan atau spesifikasi sesuai sistem pengereman kendaraan kamu.

    Kamu dapat membeli minyak rem di bengkel sekitar tempat tinggal kamu. Demi keamanan sebaiknya penggantian minyak rem dilakukan oleh teknisi bengkel jangan dilakukan sendiri. Karena dalam melakukan penggantian minyak rem ada tekniknya tersendiri. Dalam melakukan penggantian minyak rem juga harus berhati-hati, karena dapat merusak cat bodi kendaraan.

    Jika kamu melakukan penggantian minyak rem sendiri tanpa tahu tekniknya sangat tidak dianjurkan. Tapi jika kamu mengetahui tekniknya tidak ada larangan untuk melakukan penggantian minyak rem sendiri. Ada banyak merek cairan rem yang ada dipasaran, beli cairan rem sesuai dengan sistem pengereman kendaraan kamu.

    Fungsi Pada Minyak Rem yang Perlu Diketahui

    Fungsi dari minyak rem itu sangat penting, yaitu mentransfer gaya menjadi tekanan untuk menekan kampas rem sehingga menekan roda. Selain itu juga berfungsi untuk mengurangi panas yang terjdi akibat gesekan antara cakram dengan kampas rem. Semakin lama cairan rem akan semakin berkurang dan juga menurun kualitasnya. Oleh sebab itu kamu perlu sering-sering untuk mengecek level cairan rem.

    Cairan rem ini memiliki kandungan dan karakteristik tertentu supaya pengereman pada kendaraan kamu berjalan dengan baik. Cairan rem yang baik memiliki titik didih yang tinggi. Nilai yang menunjukan titik didih cairan rem adalah departemen of transportation (DOT). Semakin tinggi DOT maka semakin tinggi titik didih. Jenis-jenis cairan rem yaitu DOT-3, Dot-4, DOT-5, dan DOT-5.1. Untuk kendaraan baru biasanya menggunakan cairan rem DOT-4 ke atas.

    Pada saat kamu menekan pedal rem pada kendaraan kamu, akan menekan piston di dalam kaliper rem. Kompresi yang diakibatkan oleh piston membuat tekanan naik secara signifikan. Tekanan yang dihasilkan membuat bantalan rem menahan motor, sehingga membuat roda berputar melambat dan semakin lama akan berhenti.

    Cairan rem yang bagus harus memiliki viskositas yang baik, harus bisa bertahan di suhu yang panas atau dingin. Viskositas dapat diartikan sebagai tingkat ketahanan fluida. Viskositas yang baik sangat dibutuhkan pada sistem pengereman anti lock (ABS). Sistem ini memiliki banyak lubang yang sangat kecil. Sistem pengereman modern sangat membutuhkan viskositas cairan rem yang baik.

    Pentingnya Melakukan Pergantian Minyak Rem

    Jika ingin aman ketika berkendara makan jangan pernah lupa untuk mengecek kondisi sistem rem kendaraan kamu. Sistem pengereman yang tidak berjalan dengan baik sangat membahayakan. Salah satu komponen yang sangat menentukan sistem pengereman adalah cairan rem. Sistem pengereman tidak akan berjalan dengan baik jika cairan rem sudah tidak dalam kondisi yang baik, apalagi kalau sampai kehabisan. Berikut hal-hal yang dapat terjadi akibat tidak rutin mengganti cairan rem.

    Kualitas minyak rem yang menurun dapat menyebabkan gagal pengereman. Kamu jangan terpaku dengan volumenya saja, tetapi umur pakai dari cairan minyak rem. Pada umumnya cairan rem mobil harus diganti setiap dua tahun atau telah mencapai 30.000 km. Ketika kualitas minyak rem menurun dapat membuat kamu membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan pengereman. Hal ini sangat berbahaya ketika kamu berkendara dalam kecepatan tinggi.

    Semakin lama, titik didih cairan rem semakin menurun. Ini sangat berbahaya, padahal suhu pada saat melakukan pengereman bisa mencapai 180 derajat celcius. Perlu kamu ketahui, jika cairan rem mampu menyerap kelembapan atau bersifat higroskopis. Cairan rem yang bercampur dengan air dapat membuat titik didih menurun drastis.

    Sangat penting untuk menjaga sistem pengereman kendaraan kamu tetap dalam kondisi prima. Kondisi rem yang prima akan membuat kamu nyaman ketika berkendara. Kamu tidak membutuhkan tenaga berlebih ketika menekan pedal rem. Oleh karena itu, pastikan kamu untuk melakukan penggantian minyak rem secara rutin.