Macam-macam Pengasutan Motor Listrik
Macam-macam Pengasutan Motor Listrik

Macam-macam Pengasutan Motor Listrik

Macam-macam pengasutan motor listrik – Pemakaian motor listrik sebagai tenaga penggerak di industri dalam pengoperasian ini, sebenarnya dapat dibagi kedalam 3 tahap pengendalian/pengontrolan yaitu sebagai berikut :

  • Pengontrolan pada saat motor listrik akan dijalankan.
  • Pengontrolan pada saat motor listrik telah berjalan
    (pengaturan kecepatan, pembalikan arah putaran dan lain sebagainya)
  • Pengontrolan pada saat motor listrik akan dihentikan (pengereman).

Pengasutan motor  listrik ini termasuk kedalam pengontrolan motor pada saat dijalankan. Yang mana tujuannya ialah untuk mengurangi arus mula jalan (arus starting). Adapun macam-macam pengasutan motor listrik induksi 3 fasa adalah sebagai berikut.

Macam-macam Pengasutan Motor Listrik

  • Starting Secara Direct On Line ( DOL )

Pengasutan secara langsung DOL (direct on line) ini, akan menarik arus yang sangat
besar dari jaringan (6 – 7 kali arus normal), dan juga torsi pengasutan 0,5 – 1,5 x
torsi nominal.

sistem dol

Perlu Anda perhatikan bahwa, dengan sistem DOL waktu pengasutan sangat singkat, yaitu tidak lebih dari 10 detik dan kapasitas BHP motor maksimum 5kW. Atau pengasutan DOL pun juga dapat direkomendasikan dengan kapasitas motor hingga 0,5 -1MW. Jika waktu asut 5 detik dan persediaan daya pada feeder cukup, dimana waktu t dan juga besaran kuat arus starting motor pun tidak melampau triping alat proteksi.

  • Starting Dengan Star Delta

Star awal dilakukan dalam hubungan bintang, yang kemudian motor listrik akan beroperasi normal dalam hubungan delta. Pengendalian bintang ke delta ini dapat dilakukan dengan sakelar mekanik Y /Δ atau pun dengan relay / kontaktor magnit.

Viral :   Ingin Beli Vario? Ketahui Perbedaan Vario 125 dan 150 Terkini

Metoda starting Y /Δ ini, sangat banyak digunakan untuk menjalankan motor induksi rotor sangkar yang mempunyai daya di atas 5 kW (atau sekitar 7 HP). Adapun untuk menjalankan motor listrik, dapat dipilih starter yang umum dipakai antara lain : saklar rotari Y /Δ, saklar khusus Y /Δ atau juga dapat menggunakan beberapa kontaktor magnit serta kelengkapannya yang telah dirancang khusus untuk rangkaian starter Y /Δ.
Perlu Anda ingat juga, jika pada name plat motor tertulis 220/380 V, sedangkan tegangan jala-jala yang tersedia sumber 3 fasa 380 V, maka motor listrik tersebut hanya boleh dihubungkan dengan bintang (Y). Yang artinya motor listrik berjalan normal pada hubungan bintang pada tegangan 380 V. Motor listrik tersebut dapat dilakukan starting Y /Δ jika dihubungkan pada tegangan jala 3 fasa 220 V.

starting bintang delta

Maka besar arus pada hubungan bintang ialah 1/3 kali arus, jika motor istrik dihubungkan segitiga.

 

 

3. Starting Dengan Menggunakan Tahanan Primer (Primary Resistance)
Starting dengan menggunakan tahanan primer adalah suatu cara
menurunkan tegangan yang masuk ke motor melalui tahanan yang
disebut tahanan primer karena tahanan ini terhubung pada sisi stator.

starting tahanan primer

Gambar Starting dengan Tahanan Primer (Primary Resistance Starter).

Penggunaan metoda starting ini banyak digunakan untuk motor-motor
kecil.

4. Starting dengan Auto Transformer
Starting dengan cara ini adalah dengan menghubungkan motor pada tahapan tegangan sekunder auto transformer terendah. Setelah beberapa
saat motor dipercepat, transformator diputuskan dari rangkaian dan motor
terhubung langsung pada tegangan penuh.

Viral :   Modifikasi Knalpot Racing Satria FU: Rekomendasi dan Harga

starting dengan auto transformator

Gambar Starting dengan Auto-Transformer

Keuntungan dari metoda starting ini adalah tegangan motor pada saat
distart pada kondisi torsi yang telah besar daripada metoda starting
dengan tahanan primer (primary resistance starting), pada penurunan
tegangan yang sama dan arus jaringan yang sama.

5. Starting dengan Pengaturan Tahanan Rotor.
Cara ini adalah untuk menurunkan arus starting (I2) dengan
menggunakan tahanan (R) yang dihubungkan pada rangkaian rotor.
Starting ini hanya dapat dipakai untuk motor induksi motor rotor lilit (motor
slip ring), sedangkan untuk motor induksi rotor sangkar hal ini tidak bisa
dilakukan.
Motor induksi rotor lilit juga disebut motor induksi cincin geser (slipring),
rotornya mempunyai lilitan yang dihubungkan ke tahanan luar. Pada
waktu starting, rotor dihubungkan dengan tahanan (Rheostat) dengan
harga R yang maksimum. Setelah motor running, maka rheostat dihubung
singkat dan rangkaian rotor dalam hubungan bintang secara langsung tanpa disisipi rheostat.

starting tahanan rotor

Gambar Pengaturan tahanan rotor.

Cara diatas tidak bisa dilakukan pada motor induksi 3 fasa rotor sangkar karena kontruksi rotor sangkar terdiri dari batang- batang tembaga yang membentuk seperti sangkar. Pada motor induksi rotor lilit hal ini bisa dilakukan karena rotor terdiri dari lilitan tiga fasa yang ujungnya dikeluarkan melalui slip ring dan dikoneksikan secara bintang.